Bikin Video Klip di Pantai Tanjung Aan dan Bukit Merese

Tuesday, July 12, 2016

Seri "Puasa di Tanah Saudara" bagian 3

bagian 1 Bukit Malimbu | bagian 2 Pantai Seger bagian 3 Tanjung Aan dan Bukit Meresebagian 4 Bukit Nipah | bagian 5 Gili Air 1 | bagian 6 Gili Air 2 | bagian 7 Pulau Kenawa 1 | bagian 8 Pulau Kenawa 2 | bagian 9 Desa Mantar | bagian 10 Pantai Sekotong dan Mekaki bagian 11 Taman Narmada |



Semakin matahari berada di puncak, hawa panas meningkat, langit biru makin memikat.

Puas berleha sejenak di saung pantai Seger, kami kembali memacu sepeda motor menuju Pantai Tanjung Aan yang sebelumnya direkomendasikan oleh salah satu teman kuliah yang berasal dari Lombok. Sayang beliau masih ada urusan di Malang sehingga tidak bisa menemani.

Menuju Tanjung Aan tidak sulit aksesnya, tinggal mengikuti papan arah meski jalan tidak semulus ke pantai Seger.

Tenaga yang menipis, terasa langsung re-charge ketika parkir motor dan memandang nun jauh ke sana. Super duper maasya Allah. Pasir pantai merica yang putih bersih dengan laut yang begitu biru dikelilingi bukit gersang dan tirai langit yang tak kalah biru.



Ayunan *.* mainan masa kecil...it's been a long time!
Seperti yang terlihat di foto, sayangnya ada beberapa sampah peninggalan pengunjung yang tak bertanggung jawab.
Tanjung Aan lebih ramai pengunjung dibanding pantai Seger meski masih tergolong sepi. Kami bertemu dengan beberapa pengunjung domestik dan mancanegara. 

Sengaja menunggu sebentar kali aja diminta tolong untuk motoin, eh ternyata modal hape sender batu dan timer. Yasudah, go creative boys!
Ketika mengatur rencana tempat-tempat yang akan dikunjungi, saya sempat mencari di internet tempat-tempat keren di Lombok. Kemudian saya menemukan artikel mengenai Bukit Merese, yang sedang naik daun dan banyak diperbincangkan. Apalagi setelah mba Jule kasih tau Isyana Sarasvati bikin video klip di bukit ini. Wah!

Jauh hari saya bertekad akan membuat video klip juga di sana nanti. Inginnya sih bikin parodi video klip Taeyeon yang berjudul I. Biarlah Taeyeon di Selandia Baru. Saya punya Bukit Merese yang tak kalah cantik!

Kalau searching di internet, saya banyak menemukan bukit Merese sedang dalam keadaan hijau menyegarkan. Sedang saat saya kesini, sama seperti yang saya jumpai di bukit pantai Seger, hampir kering.

Keinginannya mba Jule sih....

"Saya maunya waktu keadaan gersang gitu...kan keren. Kalau mau yang hijau-hijau mah di Malang banyak!"

Setelah bayar IDR 5K untuk retribusi di pantai Tanjung Aan, kami menuju bukit Merese yang sebenarnya tak terlalu jauh. Kira-kira 10 menit jalan kaki. Jika menggunakan kendaraan ke bukit Merese, ada retribusi lagi IDR 5K. Kalau mau jalan, kendaraan bisa diparkir di Tanjung Aan saja.

Menuju bukit Merese diliputi diam karena sibuk dengan langit biru laut biru, bener aja! Mempesoa banget!


Belum sepenuhnya kering, tapi sudah menciptakan kesan lain yang eksotis *heleh*

Itu dia pohon penanda kita sedang berada di bukit Merese.
Kau yang sendirian,
di tengah sana berpendirian,
sesekali beradu tipis gerimis lebat berhujan,
kadang terhempas atau tersaput angin makian.


Sebait hadiah untuk sebatang pohon yang kunamai 'Hidup'.


 
Pour a light in the sky
A kid standing under that sky
Fly as a dream
My Life is a Beauty

Taeyeon - I


Dari atas bukit Merese, terlihat jajaran bukit yang sebelumnya telah kami jelajahi di pantai Seger

Dari sini kita bisa melihat pantai Batu Layar nun jauh di sana.


Jujur saja perjalanan ini benar-benar melelahkan. Puasa bersimbah terik dan panas matahari. Menyusuri setapak gugusan rumput kering berangin. Bicara banyak pun tak sanggup. Jangan suruh kami berhenti, jangan tanyakan "siapa suruh puasa-puasa main?"

Jelas kami tidak kapok. Justru malah, saya pribadi, bermonolog dengan diri sendiri mengenai banyak hal.

 Lelah ini kami saja yang inginkan, Bagaimana dengan orang-orang di luar sana yang memang 'wajib' lelah berpanasan karena pekerjaan? Pedagang di pasar? Tukang parkir? Pemulung? Atau pekerja aspal dekat BIL?

Kalau begini rasanya dekat dengan Allah, memohon agar diberi kekuatan agar tidak tumbang di tengah keindahan alam-Nya. Tapi nanti kalau sudah berada dalam zona nyaman, mudah sekali terlena.

Sempat terduduk beberapa saat dengan pemandangan birunya laut membiarkan angin memainkan jilbab kami. Rasanya, sudahlah....di sini saja.

Mengiyakan obrolan mba Jule mengenai tulisan Agustinus Wibowo. Bahwa foto-foto bagus tersebar di internet yang kita kagumi, tidak semudah itu mendapatkannya. 



I swing big,
I swing with everything I've got,
I hit big or I miss big.
-Babe Ruth-

Turun dari bukit Merese saya menemukan ayunan yang lain. Kalau kesini, jangan lupa mencoba. Yakin deh sensasinya beda meski terlihat biasa saja. Buat saya, baru kali ini naik ayunan yang ketika terayun ke depan rasanya seakan-akan terlempar ke laut. Hati ikut berdesir, epic!
Kalau kata mba Jule, foto ini tanda kalau pergi berdua.

Lombok, [16.06.12]


You Might Also Like

0 apresiasi, terimakasih banyak!

Bagaimana? Beri pendapat sekaligus kenalan yuk! ヽ(⌐■_■)ノ♪♬

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+

✿May Challenge✿

plain-white-background

✿Zahrahstagram✿