Melipir ke Gili Air

Thursday, July 14, 2016

Seri "Puasa di Tanah Saudara" bagian 5

bagian 1 Bukit Malimbu | bagian 2 Pantai Seger bagian 3 Tanjung Aan dan Bukit Meresebagian 4 Bukit Nipah | bagian 5 Gili Air 1 | bagian 6 Gili Air 2 | bagian 7 Pulau Kenawa 1 | bagian 8 Pulau Kenawa 2 | bagian 9 Desa Mantar | bagian 10 Pantai Sekotong dan Mekaki bagian 11 Taman Narmada |




Akses menuju pelabuhan Bangsal tidak susah, hanya lurus saja dari bukit Nipah. Sampai di pelabuhan kami menitipkan sepeda motor, karena di tiga gili tidak boleh ada kendaraan bermotor. Biaya per malamnya IDR 10K. 

Dari pintu masuk, jika akan ke Gili Meno dan Gili Trawangan, loket tiket ada di sebelah kiri. Menuju Gili Air, loket berada di sebelah kanan.

Public boat yang akan membawa kami menyebrang menuju Gili Air
Suasana pelabuhan di sisi ini tidak seramai titik menuju Gili Trawangan
Loket tiket
'Waiting room' 
Menuju Gili Air menggunakan public boat. Setelah membeli tiket, kami harus menunggu sekitar 20-30 orang untuk sekali jalan. Jika kuota sudah terpenuhi, maka penjaga loket akan mengumumkan lewat pengeras suara.
Daftar harga tiket menuju tiga Gili. Kami mendapat harga 'tiket publik'
Cidomo yang siap melayani, salute!
Akhirnya touchdown di Gili Air! Tidak ada sepeda motor, apalagi mobil. Benar-benar senyap bunyi mesin kecuali perahu. Yang ada hanya cidomo atau dokar, sepeda kayuh, dan sepeda listrik. Kami sempat tergolek sebentar.

"Nid, di mana tempat temanmu?"

"Ngga tau mba, aku juga bingung. Dia cuma bilang, 'nanti tanya aja tempatnya Memy di Gili Santay'. Dia ga kasih tau alamatnya."

"Trus gimana?"

"Aku juga bingung mba, ini kayanya satu pulau pada kenal semua apa ya. Masa cari tempat cuma pakai nama."

Akhirnya tanya ke salah satu ibu yang sepertinya habis belanja besar di seberang pulau. Katanya, Gili Santay masih jauuuh. Eleuh. Maunya naik cidomo, tapi mahal--kami pikir--. Yasudahlah, kami jalan saja melipir Gili Air sambil sesekali bertanya pada penduduk setempat.

Wuih! Kami ini orang Indonesia aseli, tapi sepanjang perjalanan kami merasa asing sendiri. Sepanjang perjalanan, kanan kiri jalan berjejer kedai, bungalow, persewaan sepeda, persewaan alat snorkeling diving, dan lain-lain. Yang bisa saya lihat, memang provided for international tourist.

Sepanjang perjalanan kami hanya berpapasan dengan wisatawan mancanegara. Rasanya (rasa-rasanya ya~) kami ini sedang berjalan di luar negeri, hehe.

Setelah sekitar 30 menit kami berjalan, akhirnya kami menemukan papan bertuliskan 'Gili Santay'. Akhirnya, itu Memy! Kami disambut Memy dengan hangat, haha. Ternyata Gili Santay adalah nama bungalow paman Memy yang dekat lokasinya dengan rumah Memy. Setelahnya kami bersih diri dan istirahat sejenak.

Gili Air Santay
Sore hari setelah shalat ashar kami main ke pantai yang hanya berjarak satu menit dari rumah Memy.


Bias jingga matahari sore
Siluet gunung Rinjani, tepat di depan mata
n: /mujigae/, rainbow. Sudah lama sekali tidak jumpa pelangi, apalagi yang jatuh ke laut, hehe

Baca juga hari kedua kami di pulau Gili Air di sini! :)

You Might Also Like

0 apresiasi

Bagaimana? Beri pendapat sekaligus kenalan yuk! ヽ(⌐■_■)ノ♪♬

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+

Baca ini geh!

10 Hal yang Harus Dilakukan Kalau Main ke Lombok

Dong ayok ke Lombok = ayo dong ke Lombok! INDONESIA,  adalah sebuah negara dengan belasan ribu pulau, tempat melintangnya garis...

✿Zahrahstagram✿