Pantai Batu Bengkung Malang, Berani Panjat Tebing?

Saturday, July 02, 2016


B29 terjadi setelah UAS, sedangkan perjalanan ini terjadi sebelum UAS. What a wonderful life~ thanks Allah, my Almighty.



Pantai Batu Bengkung sebenarnya sudah ada di angan sejak setahun yang lalu. Ketika itu ada salah seorang wali murid umik yang bercerita. Bahwa ada pantai yang sedikit lebih jauh dari Goa Cina yang bagus dan banyak batu karang, plus masih sepi. Beliau juga menunjukkan beberapa foto ketika berlibur kesana. 

Wah! Saya melihatnya jadi tertarik. Tapi masih menahan, masih dipendam, pertanyaannya, 'sama siapa?'

Ditambah kemudian ada teman kelas yang ternyata habis dari sana! Dia bilang, 'bagus sih, tapi panas....hmmm biasa aja'. But no no, masih penasaran!

Waktu bergulir, rambat merangkai langkah. Alhamdulillah tahun ini kesampaian. Seperti biasa, dengan mba Jule, dan seperti perjalanan-perjalanan sebelumnya---dimulai dengan perbincangan tidak terlalu serius sebenarnya.


Kalau di blognya mba Jule ini, insya Allah arahan jalannya lebih jelas dan lengkap. Beliau sang navigator, saya hanya driver, hehe.


Jalur lintas selatan Malang yang masih terus diperbaiki infrastrukturnya, dalam rangka meningkatkan pemanfaatan potensi wisata pantainya yang indah.
Seakan-akan pertamax! Jalan baru yang mulus dan alus. Senang rasanya, sepanjang perjalanan di JLS ini kami--saya merasa seperti tamu spesial. Bagaimana tidak, masih jarang kendaraan, malah hampir tidak ada. Saya jadi ingat jalanan di luar negeri nan gersang California, atau 'Route 66' yang ada dalam film 'Cars', epic sekali!

Dengan langit biru yang cerah dan jalanan tanpa hambatan yang belum menjadi pilihan wisatawan--kala itu--karena memang sebelumnya JLS ini buruk rupanya, susah untuk dilewati. Namun saya yakin sebentar lagi pasti akan sangat ramai, --doa anak sholeh : JLS jangan terkenal ya Allah, biar sepi, biar ga polusi-- (dicekek). Hehe.

Arrived!
Can't say anything but hamdalah
Setelah kurang lebih dua jam akhirnya kami sampai di Batu Bengkung. YEEEAY! Alhamdulillah sampai dengan selamat, dan.....alhamdulillah untuk langit biru yang sangat cerah!

No wonder, most of pantai di Malang memang berombak besar.

Hi, I'm a dementor.


Melepas penat sejenak, setelahnya radar 'explorer' kami langsung meraung-raung. Let's find an awesome spot! Dari jauh kami melihat jalan menuju tebing, di sana terdapat beberapa orang yang terlihat sedang melepas lelah juga...juga foto-foto.

Sambil minum dan makan camilan, saya menikmati sekitaran Batu Bengkung dari atas. Namun kata mba Jule, ada lagi spot yang lebih bagus, we have to we have to!


Tebing ini kemiringannya 90 derajat, serius. Wah, serius nih mau manjat?

Saya sih oke aja, tapi yang bikin agak kagok itu karena ada mamas-mamas yang melihat ke arah kita, dan sepertinya mereka juga ingin naik. Yasudah, kami ngalah dulu sambil berpikir, 'itu naiknya kaya mana ya, cuma ada dua utas tali tambang....pengaman ngga ada weeh'.

Tapi memang dasar sayanya yang--kata orang, pecicilan, petakilan, apalah--setelah mamasnya naik, giliran saya yang naik.

Lumayan susah, namun rok dan jilbab lebar bukan penghalang, saya juga pakai celana, jadi tidak takut auratnya tersingkap.


Sampai di atas....wah! Rasanya ada kelegaan dan kepuasan tersendiri. Engsel-engsel dan sendi saya ternyata masih lentur (kaya udah umur berapa aja -_-). Mba Jule saking semangatnya sampai naik tebing tanpa alas kaki. Alhasil, sampai di atas, welcomed by a really hot-nice sunlight. Tanpa lama--agar mba Jule ga keburu jadi ikan kering--, kami melanjutkan eksplor Batu Bengkung!


Seperti biasa, dan as always. Untuk kami berdua, ada keharusan mencoba dan melalui jalan tak lazim. Seakan-akan mencari masalah--maksudnya, mamas yang tadi, setelah naik, mereka turun lagi. Sedangkan kami, mbrasak-mbrasak di antara rimbunan pohon berbekal jejak-jejak tertinggal yang hampir kabur. Pada saat itu kami hanya berdua mengarungi bukit naik turun, entah, hanya berbekal insting akan menemukan sesuatu yang indah.

And.it.PAID!

Look at this good people~~~ *inhealing exhealing* could you see that Watu Leter?
Tapi teman, pemandangan yang di atas tadi di dapatkan dari hasil memanjat pohon terlebih dahulu
G-bye for a while sandal, barefoot mode on B|

Ah~ ya...so, days ago I posted a photo when I was in B29 (baca di sini : B29 Lumajang, Mengarungi Setapak Subuh Biru), the-climbing-tree one. Lol, they said so many fun comments. Kuntilanak lah, serem lah....adalagi yang berkata 'pakaian sudah tertutup tapi kelakuan masih blablabla, caper ya blablabla'

Hehe........ Let me make one excuse, itu cara saya aktualisasi diri, cara saya berolahraga (because when schedule has trapped me, it will be really hard to build the willing, bad me), cara saya melenturkan sendi dan engsel yang tak bisa dipungkiri semakin lapuk tiap harinya dimakan cuaca....krik -_-

Kemudian ada lagi yang bilang, 'naik pohon belum seberapa kok, kan wanita jaman Rasulullah bahkan ada yang memanah, berkuda. Maafkan jika tak berkenan, saya suka berenang dan manjat pohon [sebenarnya manjat apa aja sih lol].

Intinya seperti itu. It just about perception and point of view. Thanks for the advice, but let's appreciate each other, oraik ^_^


I'll bring up this thing, phew.

Jadi pada check point one *eleh*, sebenarnya ada dua jalan /garuk tanah/ ya Allah.....

Yang pertama dengan memanjat tebing berbekal tambang (foto kanan), yang satu lagi lewat jalan biasa, YA, BIASA (foto kanan). Masya Allah 'ala kulli haal. Ternyata ada jalan yang lebih aman dan lebih pendek jaraknya, tanpa harus ngangsu diri sendiri, tanpa harus mbrasakan dalam bukit berhutan, ha!

Tapi tetap saja, bagi adrenaline-seeker atau abnormal-way-seeker, mungkin lebih puas kalau lewat tebing. Tidak terlalu bahaya dan sulit sih menurut saya, karena di bawah tebing tanahnya ajeg. Modal paling utama sih badan yang ringan---bukan, nyali dan tahan malu.

*BGM* bicheul soneun ska iya iyaiyaay, geu arae son ai iya iya iya iyayaaay~~
A girl just need to be classy, in her OWN WAY.

Jangan ambil apapun kecuali foto
Jangan tingalkan apapun selain jejak
Jangan membunuh apapun eksepsi waktu

Foto apapun namun tetap shalehah
Tinggalkan jejak kaki pun jejak sujud lima waktu
Bunuh waktu diiringi dzikrullah

-zharnd-


Mba Jule : Nid, bawa buku! Pose bawa buku *librarian mode everywhere*
Setelah manjat tebing dan bergelantungan di pohon, kami turun dan mencari warung untuk beristirahat dan sekejap berlindung dari sengatan sinar matahari. Wisata ke pantai paling indah ketika cuaca sedang cerah so that we will get a great scenery! Tapi ya jangan mengeluh dengan teriknya matahari.

And we got this. Alhamdulillah.
*behind the scene*
always wear a long trouser inside your skirt or dress, believe me it will keep you safe
pardon for un-matching colour xDv
Setelah hampir sejam ngaso, kami melanjutkan perjalanan menuju satu titik yang masih berada dalam wilayah Batu Bengkung, dinamai Watu Lepek. Perjalanannya tidak secapai di awal, hanya saja memang treknya lebih jauh dan tetap ada manjat-manjatnya. 

Kemiringan tidak sampai 90 derajat, tapi HAMPIR.
WELCOME! Ini belum sampai di Watu Lepek, but look at that view! I feel like somewhere--belum pernah ke Australia, hanya saja *soksokan* merasa seperti di luar negeri-Australia- with that tough wave and coral reef.
Please be careful. Right after Mba Jule took this photo and I moved a bit, a huge wave bumped. I couldn't imagine,....it was so close. Anyway, the sky was lil bit grayish. It because evaporation. Not as blue as before, sadly. But yeah the air was lil bit cool.
Menuju Watu Lepek....harus manjat lagi! Leggo friend, make it real, push your energy energy energy *ala Syuga*
Look at what we found!! >.< a turtle, whoa~ but it suddenly disappeared when we screamed, lol.
Me : mba mba fotoin aku di sana! *naik batu*
mba Jule : Niid Niiid!!!
Me : ih mba, lautnya biru tua keren amat yak. Mba fotoin sama lautnya~
mba Jule : Niid Niid, naikan dikit laah
Chillin' for a bit after those climbing-scenes. The power of timer.

Me : Mba! Ayo mba, udah sore ini, jam tiga pokonya udah di parkiran, kita pulang. Jalannya serem, biar ga kemaleman.

Mba Jule : ini bekalnya dimakan dulu bocah.

Me : oh iya

*makan sambil menikmati sore*
*tak terasa jam empat*

Me : mba ayo mba *beres-beres*

*tak terasa jam setengah lima*

Me : ah....kenyangnya...

*tak terasa jam lima*

Me : mba ayo pulaaaaaang!

Mba Jule : Nid, lihat itu sunsetnya!

Me : waaah mbaa, bagus!

Mba Jule : di sini emang bagus untuk lihat sunset

Me : widiiih

*..................................*

Me : mba udah setengah enaaam ayoooo huwaaa!


See ya Bengkung! Kalau ada kesempatan, kan kureguk matahari terbit dan matahari tenggelammu, suatu saat nanti!


#THANKSTO : Mba Jule ^_^

1. All otw pictures were taken by mba Jule, saya fokus nyetir.
2. All pictures yang ada sayanya taken by mba Jule, karena saya yang difoto xD

Malang, [16.04.16]


You Might Also Like

8 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. Replies
    1. Alhamdulillah, pelipur lara ciptaan Yang Maha Kuasa :)

      Delete
  2. wah view pantai yang keren Mbak ... pengin rasanya berkunjung ke sana ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk mari mas, jalannya sudah enak banget. Pintu masuknya dekat dengan jalan utama, tidak becek juga seperti dulu, hehe.

      Delete
  3. Bagus reviewnya, cukup lengkap. bahasanya menarik, kita jadi bisa ikut membayangkan, seolah mengalaminya sendiri. lengkap dengan emot versi kartun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, senang sekali bisa menyampaikan apa yg di otak ini sehingga yang membaca bisa ikut merasakan.

      Terimakasih banyak sudah mampir kang xD

      Delete
  4. Replies
    1. Kapan yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

      Kalau ada waktu dan kesempatan, insyaAllah wkwk

      Delete

Bagaimana? Beri pendapat sekaligus kenalan yuk! ヽ(⌐■_■)ノ♪♬

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+

✿May Challenge✿

plain-white-background