Teluk Hijau, Zamrud di Ujung Jawa [Berkeliaran di Banyuwangi bagian 2]

Thursday, February 02, 2017

Seri Berkeliaran di Banyuwangi

Bagian 1 [Taman Nasional Baluran] | Bagian 2 [Teluk Hijau] | Bagian 3 [Kawah Wurung] | Bagian 4 [Kawah Ijen]


Pagi pertama di Banyuwangi! Setelah kemarin merayap dan berkeliaran di sabana Taman Nasional Baluran, sekitar jam 7 kami langsung hit the road keluar dari homestay dan berkeliling di kota Banyuwangi. Niatnya sih cari sarapan pagi khas Banyuwangi. Kami lalu menuju ke warung Sego Cawuk Miftah yang ternyata pernah mendapat penghargaan sebagai Sego Cawuk terbaik se Banyuwangi.

SEGO CAWUK MIFTA BANYUWANGI

Ohya, gue juga bikin itinerary main ke Banyuwangi dan sekitarnya. Cek di sini Itinerary Trip Banyuwangi Tanpa Travel Agen 4D3N. Siapa tau bermanfaat :)

Menuju ke Teluk Hijau melalui lintas Banyuwangi dengan jalannya yang mulus dan lebar, dengan estimasi waktu hampir 2 jam. Tidak jauh berbeda dengan perjalanan dari kota Malang ke pantai-pantai di Malang selatan. Setelah melewati jalan mulus, kami melewati jalan desa yang berupa susunan batu dengan kubangan lumpur dimana-mana. Maklum, sudah masuk musim penghujan.

TELUK HIJAU/GREENBAY BANYUWANGI

Satu jam kemudian kami terbebas dari jalan desa yang bisa membuat skok motor aus (masyaAllah). Akhirnya kami sampai di loket masuk Teluk Hijau/Green Bay yang terletak di dalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Tidak tahu kenapa, senang sekali rasanya dalam dua hari ini main di taman nasional terus.

Biaya masuk per-orang adalah 7.500 rupiah dengan biaya parkir motor 5.000 rupiah.

Ada dua cara menuju ke Teluk Hijau. Pertama, naik perahu motor dari Rajegwesi yang akan langsung membawa pengunjung ke Teluk Hijau dengan membayar 35.000 rupiah untuk perjalanan pulang-pergi dan jaket pelampung keselamatan. Yang membawa mobil, atau pengunjung yang sudah berumur/tidak kuat, disarankan lewat Rajegwesi sih. Ada arahan dari petugas.

Kedua, lanjut perjalanan dari lokasi loket tiket menuju parkir atas. Cara ini hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor atau mobil jeep khusus. Akses yang dilalui cukup berat karena melalui jalan berbatu dengan kontur tanah berlumpur naik turun. Setelah itu berjalan kaki 1 km mendaki dan menuruni lembah, sungai kecil, dan hutan-hutanan. Lumayanlah bikin betis gempor. 

TELUK HIJAU/GREENBAY BANYUWANGI

Nanti, bila merasa tidak kuat pulang melalui jalur ini, pengunjung bisa nebeng perahu motor kembali ke Rajegwesi dengan membayar 25.000 rupiah. Kendaraan yang ada di parkiran atas bisa diambilkan dengan membyara ojek 10.000 rupiah.

Karena kami adalah pemudi-pemudi Indonesia yang alhamdulillah masih sehat, cara kedua yang dipilih (huehehe). Setelah parkir motor, kami melanjutkan perjalanan naik-turun lembah. Lebih capek, tapi menantang. Selain itu ada beberapa spot keren yang bisa dinikmati.


Setelah kurang lebih satu jam berkutat dengan debu, naik turun lembah, main ayunan di hutan, mainan batu di pantai.......cahaya kehijauan bersilau di antara dedaunan. Kami disambut oleh palang merah yang menancap gagah di mulut semak belukar. Segala penat, lelah, dan kegemporan sirna tersapu suara ombak yang mendesir mengusap pasir pantai.

TELUK HIJAU/GREENBAY BANYUWANGI

Mata gue langsung terpancang pada tulisan di bagian bawah, "DON'T LEAVE ANYTHING BUT FOOTPRINT, DON'T TAKE ANYTHING BUT PICTURE". Yang artinya, 'jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki, jangan ambil apapun kecuali foto'. Gue benar-benar serius dalam hal ini. Sedih rasanya melihat sampah-sampah bekas makanan atau apapun di setiap tempat wisata yang gue datangi. Perih rasanya melihat langsung ada pengunjung yang buang sampah sembarangan. Padahal tak jauh dari tempat mereka disediakan tong sampah. Bilapun tidak ada, sampah itu adalah kewajiban mereka. Dan pengunjung lain berhak menikmati tempat wisata yang bebas dari sampah.

Jadi, saling memenuhi hak dan kewajiban masing-masing. Kadang gue berusaha untuk tidak memikirkan ini, 'yaudahlah yaaa, pokoknya gue udah buang sampah di tempatnya'. Tapi sayangnya gue tidak bisa menghentikan rasa kesal itu, phew.

Dengan tulisan ini, siapapun yang membaca, ayolah gue mohon....tumbuhkan kesadaran diri, bahwa kita pribadi sangat berperan penting dalam melestarikan dan merawat keindahan alam. Dengan cara apa? Gampang, buang sampah pada tempatnya. Ga muluk-muluk membangun fasilitas atau akses yang bagus. Itu mah urusan pengelola/pemerintah.

Sejenak gue menghentikan langkah, menyapukan penglihatan sepanjang mata memandang. Menghirup aroma asin laut yang terpapar sinar matahari. Gue berdecak kagum demi melihat perairan Teluk Hijau yang berkilau layaknya zamrud. Buih-buih ombak berkejaran menyapa bibir pantai dengan mesra.

TELUK HIJAU/GREENBAY BANYUWANGI
Airnya bening kehijauan, dengan ombak yang tidak terlalu ganas.

TELUK HIJAU/GREENBAY BANYUWANGI

TELUK HIJAU/GREENBAY BANYUWANGI

Setelah meletakkan tas dengan aman, gue segera melepas alas kaki dan berjalan menyusuri pinggir pantai merasai pasirnya yang cenderung putih bersih dengan tekstur lembut. Masya Allah....Oh My God, I'm fallin love with this place! Rasanya perasaan gue terekonsiliasi dengan kecepatan super.

Apalagi ketika gue menemukan ada sebuah air terjun mini dengan ketinggian sekitar 8 meter. Air mengucur deras dari tebing di pinggir pantai, membentuk suatu kubangan kecil di bawahnya. Epik banget kan? Gue lihat ada beberapa orang yang membasuh badan di sana. Mau nimbrung, tapi gue kalau kena air jadi putri duyung. Huehue.

TELUK HIJAU/GREENBAY BANYUWANGI
Rombongan yang datang menggunakan perahu motor dari Rajegwesi.

Setelah kemarin gue dikecengin sama si Abdul (monyet Baluran), ternyata pesona gue juga mencyduk monyet Teluk Hijau. Gah. Tas kamera yang cuma direkatkan dengan resleting terbuka, diobrak-abrik sampai charger+baterai kamera berceceran. Alhamdulillah jatuhnya tidak jauh dari tempat menggantung tas.

Saran gue, hati-hati sekali menyimpan dan menjaga barang bawaan, apalagi makanan. Bukan was-was sesama pengunjung, tapi lebih ke monyetnya. Ganas sekali mereka tuh. Ketika pulang kembali ke parkiran atas, kami barengan dengan sepasang suami istri. Nah si tante ini membawa kantung plastik yang berisi sepatu. Kami enak-enak jalan, sampai tiba-tiba ada seekor monyet yang berlari dari kejauhan hendak menyerang si tante dengan target kantung plastik itu. Alhamdulillah si oom tanggap dan langsung menggeplak si monyet dengan tas punggungnya. Fiuuuh, nakutin heee.

TELUK HIJAU/GREENBAY BANYUWANGI
Senang sekali rasanya bila dalam suatu perjalanan, bukan hanya ekplor tempat baru, namun juga kenalan baru. Tante Menik dan suaminya. Si oom ini waktu mudanya adalah pendaki handal yang pernah mendaki sampai Cartensz, puncak Jayawijaya di Papua.

You Might Also Like

15 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. Kamuuuhhhhhhh bikin aku makin pengen ke sini. Ini udah aku masukin list yang pengen dituju besok. Tapi karena cuti cuma dapet seminggu jadi pilah-pilah lagi. Hmmmn bakal sempet ke sini ga yaaaa?
    Btw, insya Allah senin-selasa aku di batu dan malang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sok atuh teeeh. Sama siapa aja emang?
      Eh itinerary nya kemana aja? Kalau dari kota Banyuwanginya, sekitar 2 jam naik motor.
      Senin-Selasa tanggal berapa teh? Ih yuk main! Mau kemana rencananya?

      Delete
    2. Aku berdua suami, tujuan pulang ke mertua di Bondowoso, tapi mampir-mampi. Sabtu, 4 Feb ke Solo, Minggu nya ke Batu. Senin 6 Feb main di batu, malemnya nginep di Malang, blom tahu mau kemana dan nginep dimana ahahahahahaha Selasa, 7 Feb siang udah menuju Jember.

      Delete
    3. Ke Batu ke Coban Rais tuh teh, lagi booming banget...atau ke museum angkut hehe.
      Ntar di batu cobain Bakso De Stadion deh, ada baso keju sama baso mozarella *.* recommended!
      nginep di daerah Lowokwaru tuh kan daerah universitas, banyak mahasiswa, ada penginapan...kalau ga salah ada yg 50k/org

      Delete
  2. Replies
    1. Alhamdulillah iya, hehe. Nekat tapi juga penuh perhitungan XD
      terimakasih sudah mampir mas!

      Delete
  3. Ini yang banyak banget monyet kan yaaaa ??? konon kata nya juga banyak penyu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mas! Beringas ganas, jones pula, sedih deh hahahaha. Kalau penyu bukan di Teluk Hijau, kudu naik lagi ke pantai Sukamade...tapi ya begitu itu, jalanannya mantap macem lintasan rail-x wkwkw.

      Makasih udah mampir Mascum! Wkwkwwkwk

      Delete
  4. Za...keren banget ...sudah bisa terima klienlah :) dah mantap toh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu makasih sama compliment nya, moga" bisa ter upgrade kaya skill nya kak Dew hehehe. Amin deh amiiin, biar bisa nabung ke Greenland ;)

      Delete
    2. Dingin kali..tak usah kesana...ke Denmark aja ..dekat ke Turki

      Delete
    3. Namanya jg orang belum pernah ketemu salju, jadi maunya pingin aja xD
      salah ka Dew posting ttg Greenland xD

      Delete
  5. Huaaa.. jadi tambah pengen nih ke teluk ijo. Dari dulu, pantai ini yang bikin penasaran, eh pas ada kesempatan ke Banyuwangi malah bolak-balik ke Tabuhan, :(

    ReplyDelete
  6. Huaaa.. jadi tambah pengen nih ke teluk ijo. Dari dulu, pantai ini yang bikin penasaran, eh pas ada kesempatan ke Banyuwangi malah bolak-balik ke Tabuhan, :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaaaaaaa sayang banget! Padahal reachable kok, ga terlalu tersembunyi dan susah ya :/
      tapi insyaAllah dikasih kesempatan sama Allah mba ^_^
      dan semoga Teluk Hijau tetap bagus alami sampai kapanpun :)
      (eh tapi pokonya segera kesini yah xD)

      Makasih udah mampiiiir :))

      Delete

Bagaimana? Beri pendapat sekaligus kenalan yuk! ヽ(⌐■_■)ノ♪♬

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+

✿May Challenge✿

plain-white-background