Teluk Hijau, Zamrud di Ujung Jawa [Berkeliaran di Banyuwangi bagian 2]

Thursday, February 02, 2017

Seri Berkeliaran di Banyuwangi

Bagian 1 [Taman Nasional Baluran] | Bagian 2 [Teluk Hijau] | Bagian 3 [Kawah Wurung] | Bagian 4 [Kawah Ijen]


Pagi pertama di Banyuwangi! Setelah kemarin merayap dan berkeliaran di sabana Taman Nasional Baluran, pagi itu sekitar jam 7 kami langsung hit the road keluar dari homestay dan berkeliling di kota Banyuwangi.

Ohya, gue dah bikin itinerary main ke Banyuwangi dan sekitarnya nih. Cek di sini Itinerary Trip Banyuwangi Tanpa Travel Agen 4D3N. Sapa tau bermanfaat :)


Hari Sabtu yang adem kami ngiterin kota Banyuwangi. Terlihat seliweran siswa-siswi yang hendak menuju sekolah masing-masing. Ada yang diantar ada yang berangkat sendiri. Beda dunia dengan kami yang pusing cari makan untuk amunisi main hari ini. Sabar ya dek, ini ujian. Atau mau ganti posisi dengan kakak? Kakak mau sekolah lagi /kedip/.

DSC_0269
Usut punya usut, ketika saya perhatikan gerobaknya, ternyata Sego Cawuk Miftah ini mendapat pernghargaan sebagai Sego Cawuk terbaik se Banyuwangi loh!
Alhamdulillah diberi nikmat sehat oleh Allah sehingga bisa melanjutkan berkeliaran part 2. Rencananya hari itu maunya makan Nasi Tempong mbok Nah yang terkenal (katanya), tapi belum buka. Alhasil muter-muter lagi, dan nyasarlah di sebuah warung sederhana yang menjual Sego Cawuk Miftah, khas Banyuwangi. Porsinya cukup mengenyangkan dengan lauk yang komplit seharga IDR 9K. Ada telur rebus, daun semanggi, sambal, ikan asin, tahu balado, dan pindang. 

Setelah kenyang, kami langsung tancap gas menuju Teluk Hijau!

Menuju Teluk Hijau melewati jalanan lintas Banyuwangi yang mulus dan lebar dengan estimasi sekitar 2 jam, tak jauh beda dengan jarak kota Malang dan pepantainya. Dan sepertinya, karena kesalahan pembacaan GPS, kami melewati jalan kampung yang juga mulus namun jatuhnya lebih jauh.

DSC_0272


Setelah sejam lebih menikmati jalanan mulus nan lurus, kami mulai diarahkan pada jalan yang agak kecil melewati perkebunan kelapa, cokelat, bahkan ladang tebu-wanna be.

Kemudian kenyamanan berkendara harus dilepas, kami memasuki perkampungan yang jalannya sungguh membuat menghela nafas beberapa kali /elus dada/. Sepertinya memang timing main kami di musim penghujan ini agak kurang tepat. Selama hampir 45 menit kami harus melonjak-lonjak di atas jalan berbatu dengan genangan air di sana-sini karena hujan.

DSC_0275


Akhirnya setelah sekian kilometer, kami memasuki gerbang selamat datang di Taman Nasional Meru Betiri! Ah senangnya.....berasa pecinta alam back to nature dalam dua hari ini kami nganar di dua taman nasional.

Tiket yang harus dibayar per orang adalah IDR 7.5K dan biaya parkir sepeda motor sebesar IDR 5K. Dari loket tiket, menuju tempat parkir berjarak 1 km. Yuk jalan lagi!

Ada dua cara menuju Teluk Hijau. Bagi yang merasa mampu melewati jalan berbatu, bisa terus mengendarai sepedanya hingga sampai di parkiran atas, sejauh 1 km melewati hutan dengan jalanan berbatu licin, berdebu, dan lumayan terjal. Kemudian setelah memarkir sepeda di atas, harus berjalan lagi sekitar 1 km melewati jalan hutan naik turun dan cukup licin. 

IMG_1467


Terdengar lebih capai memang, tapi sembari berjalan, anda bisa berhenti di dua titik terbuka langsung ke laut. Sambil beristirahat sejenak, sekiranya bisa lah mengambil beberapa foto. Hati-hati saja bila berjalan di bebatuannya, terkadang kekuatan ombak tidak bisa kita prediksikan. 

DSC_0280


Bebatuan di pantai ini mengingatkan saya pada pantai Semeti di Lombok Tengah. Beberapa bulan lalu ketika ke Lombok, kami pingin banget kesini, tapi belum ada kesempatan. Kapan-kapan lagi deh! Sekalian ke Sembalun sama Rinjani gimana? Hehe.

Hey baca deh perjalanan ke Lombok di sini, 10 Hal yang Bisa Kamu Lakukan di Lombok. Siapa tahu bisa jadi rujukan kalau mau ke Lombok ^_^

Pulau Semeti di Lombok memiliki ombak yang cukup keras, dengan dikelilingi bebatuan yang mirip sama planet Krypton, planetnya Superman. Nah pantai in semacam miniaturnya. Iya kan ya? Mirip kan?

IMG_1490


Ohya, seperti kejadian di Taman Nasional Baluran, di mana ditaksir monyet, harus berhati-hati pula di sini. Monyetnya ada banyak dan juga lumayan beringas! Ketika saya lompat sana-sini di bebatuan, mba Jule ngaso jagain tas di bawah pohon sambil makan kerupuk. Lahh, ada beberapa monyet nongol dan tiba-tiba ada yang ambil kerupuk mba Jule. Tak hanya itu, dari kejauhan saya bisa lihat tas kamera digerayangi sama monyet-monyet tersebut. Sontak kami kaget.

Lalu ada tante baik hati memberitahu kami untuk tidak mengeluarkan makanan di sini. Sebab ya itu tadi, bakal diintai sama monyet. Weleh, sodaranya si beringas di pantai Bama nih!

IMG_1507

DSC_0291
Pantai Batu



Selanjutnya bisa melewati jalan setapak yang agak masuk ke dalam, atau menyusuri pantai Batu ini. Wah, keren sekali! Biasanya pantai kan pasir, tapi di sini penuh dengan bebatuan bulat halus agak pipih yang lebih besar daripada kerikil. Sejujurnya baru pertama kali ini saya menemukan tipe pantai yang seperti ini.

Yang bikin berbeda lagi, ketika ombak menghempas, sesudahnya akan terdengar bunyi seperti banyak orang bertepuk tangan alias standing ovation. Semakin besar dan tinggi ombaknya, semakin keras pula suara yang ditimbulkan, berisik! Tapi keren loh, bener aja.

IMG_1535


Waktu meneruskan perjalanan, tidak sengaja menemukan akar pohon yang dengan uniknya menjulur membentuk seperti ayunan. Lumayan tinggi di atas tanah, dan kuat. Ya daripada dianggurin main bentar lah gelayutan di situ. Rasanya mau tak bawa pulang aja!

IMG_1544


Kalau lewat jalan setapak dalam bisa jadi melewati jalan yang seperti ini. Terjang saja, gapapa kok!

DAN AKHIRNYAAAAAA!!!!

IMG_1553

Welkam to Green Bay alias Teluk Hijau!

Aturan yang paling bawah itu tolong jangan dilupa kawan-kawan yang budiman. Marilah menjadi pengunjung yang berbudi luhur dan melek pendidikan kebersihan. Ada banyak tempat sampah yang disediakan kok. Apa beratnya sih menaruh sampah di tempatnya? Nanti toh untungnya balik lagi ke kita, pantainya jadi bersih. Jadi kalau foto-foto ga ada bomb nya alias pengganggu.

DSC_0300

This is why I said, I found emerald at the end of Java.

DSC_0321


Airnya memang terlihat hijau tua yang bagus sekali! Bahkan ketika cuaca tidak terlalu cerah, airnya tetap berwarna hijau bagai zamrud. Masya Allah, indah nian surga tersembunyi dibalik perjalanan naik turun sekilo tadi....

Langsung jatuh cinta sama tempat ini! Bibir pantainya lumayan panjang dan luas, pasirnya lembut dan putih kekuningan. Apalagi.....ombaknya lumayan sopan! Tidak bergemuruh menakutkan, hehehe. Terlihat beberapa orang yang duduk-duduk santai di bawah jajaran pohon. Sebagian kecil bermain-main dengan ombaknya. Saya juga mauuuuuuu! 

IMG_1564



Nah cara kedua dengan menaiki perahu. Bagi yang membawa mobil, setelah membeli tiket, bisa memarkirkan mobilnya di Rajegwesi (nanti diarahkan oleg petugas). Kemudian menaiki perahu menuju Teluk Hijau sekitar 15 menitan. Naik perahu pp dikenakan biaya IDR 35K saja perorang sudah plus jaket pengamannya.

Bagi yang naik motor, semisal merasa kecapaian untuk berjalan lagi kembali ke parkiran motor, bisa kok naik perahu dari Teluk Hijau. Bayarnya IDR 25K saja per orang. Nanti turunnya di Rajegwesi juga. Wah, trus motornya gimana? Ada jasa ojek atau pengambilan sepeda motor, cukup dengan membayar IDR 10K saja.

IMG_1558


Akibat sosoan motret sana-sini saya diminta tolong untuk memfotokan dua sejoli ini. Nah ini nih tante sama om baik hati yang tadi mengingatkan kita waktu diserbu monyet di pantai sebelumnya. Namanya tante Menik dan oom suaminya tante Menik, wkwkkw.

Tapi bukan berarti di sini bebas gangguan monyet. Karena lalai menutup rapat tas kamera, waktu saya tinggal kesana kemari, ketika kembali saya dapati tas dalam keadaan terbuka dan charger kamera berada di pasir. Si monyet mah!

Lucu deh melihat mereka. Yang tante Menik pose begini begitu, sedangkan si oom kalem saja nurutin istrinya foto di sana-sini. Kadang oom nurut aja kalau di suruh tante Menik berdiri di mana gitu, trus difotoin. Tapi ya lebih banyak tante Meniknya yang difoto, hehehe.

Cerita menariknya nih, ternyata dulunya si oom adalah pendaki profesional! Jauh sebelum traveling yang digandrungi anak muda jaman sekarang booming, beliau sudah nganar kemana-mana. Sudah banyak gunung yang oom taklukkan. Yang paling saya ingat adalah gunung Rinjani dan Jaya Wijaya. Wuidiiiih, ke puncak Carstensz meeen, parah keren!

Oom bilang puncak paling indah pertama itu Carstensz (jelaslah!), kedua Rinjani (tidak heranlah!). Saya senang sekali ngobrol sama oom tentang pengalamannya menjelajahi gunung-gunung di Nusantara ini. Perawakannya oom mengingatkan saya pada pembawa acara si Gundul di Trans7, hehe.

DSC_0318

Lihat deh airnya, keren banget kaaan. MasyaAllah deh pokonya!

DSC_0317

Di hari Sabtu ini sebenarnya pengunjungnya lumayan, meski tidak bisa dibilang ramai juga. Tapi alhamdulillah bisa curi-curi kesempatan ambil foto tanpa photobomb, wkwkwkw.

DSC_0335


Jalan lagi menyusuri pantai, akan menemui air terjun kecil setinggi kurang lebih 8 meter. Nah, saya mikir nih. Kalau bebatuan di atas itu besar dan tinggi, pasti keren banget jadi spot foto atau jalan-jalan. Kaya Grand Canyon gitu deh! Atau misalnya tiba-tiba kejatuhan ramuan yang di Alice in Wonderland, jadi kita bsia menyusut, waaaa *.*

DSC_0334

Gantian minta difotoin sama oomnya, haha. Dan si tante cuma bisa geleng-geleng lihat kelakuan kita lompat-lompat. Hehe, padahal ya ini kayanya pose wajib. Kudu ada pose 'melayang'.

Alhamdulillah dikasih nikmat sehat sama Allah. Bisa leyeh-leyeh ngaso menikmati Teluk Hijau yang incredibly awesome! Rekomendasi banget kesini. Awalnya saya mah agak ogah-ogahan loh, soalnya ditelinga saya kayanya udah mainstream banget tempat ini. Tapi setelah kesini.....tidak heran sih, baguuuss. Nilai plus nya tidak gampang dijangkau, jadi apa ya.....saya pribadi merasa, agak aman, heheh.

IMG_1631


Dan meski gembeltraveller, tetap harus shalat! Kan kewajiban, tiang agama, bentuk syukur kepada Allah, biar (semoga) rezekinya makin dilancarkan dan berkah, ye gak? Wkwkwkwk.

Memang kita kotor-kotoran di sini, tapi insyaAllah tidak najis. Maunya shalat di homestay aja kan biar sekalian bersih diri, tapi sama tante Menik kami diajakin ke Pulau Merah! Ceritanya habis ini deh, hehe. Estimasi waktu, kita sampai di homestay sekitar jam 7 malam. Maka dari itu mba Jule menjamak qashar shalat dzuhur dan ashar di sini aja. 

Cari tempat yang tersembunyi, gelar jaket, mari berkhusyuk ria!

You Might Also Like

15 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. Kamuuuhhhhhhh bikin aku makin pengen ke sini. Ini udah aku masukin list yang pengen dituju besok. Tapi karena cuti cuma dapet seminggu jadi pilah-pilah lagi. Hmmmn bakal sempet ke sini ga yaaaa?
    Btw, insya Allah senin-selasa aku di batu dan malang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sok atuh teeeh. Sama siapa aja emang?
      Eh itinerary nya kemana aja? Kalau dari kota Banyuwanginya, sekitar 2 jam naik motor.
      Senin-Selasa tanggal berapa teh? Ih yuk main! Mau kemana rencananya?

      Delete
    2. Aku berdua suami, tujuan pulang ke mertua di Bondowoso, tapi mampir-mampi. Sabtu, 4 Feb ke Solo, Minggu nya ke Batu. Senin 6 Feb main di batu, malemnya nginep di Malang, blom tahu mau kemana dan nginep dimana ahahahahahaha Selasa, 7 Feb siang udah menuju Jember.

      Delete
    3. Ke Batu ke Coban Rais tuh teh, lagi booming banget...atau ke museum angkut hehe.
      Ntar di batu cobain Bakso De Stadion deh, ada baso keju sama baso mozarella *.* recommended!
      nginep di daerah Lowokwaru tuh kan daerah universitas, banyak mahasiswa, ada penginapan...kalau ga salah ada yg 50k/org

      Delete
  2. Replies
    1. Alhamdulillah iya, hehe. Nekat tapi juga penuh perhitungan XD
      terimakasih sudah mampir mas!

      Delete
  3. Ini yang banyak banget monyet kan yaaaa ??? konon kata nya juga banyak penyu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener mas! Beringas ganas, jones pula, sedih deh hahahaha. Kalau penyu bukan di Teluk Hijau, kudu naik lagi ke pantai Sukamade...tapi ya begitu itu, jalanannya mantap macem lintasan rail-x wkwkw.

      Makasih udah mampir Mascum! Wkwkwwkwk

      Delete
  4. Za...keren banget ...sudah bisa terima klienlah :) dah mantap toh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu makasih sama compliment nya, moga" bisa ter upgrade kaya skill nya kak Dew hehehe. Amin deh amiiin, biar bisa nabung ke Greenland ;)

      Delete
    2. Dingin kali..tak usah kesana...ke Denmark aja ..dekat ke Turki

      Delete
    3. Namanya jg orang belum pernah ketemu salju, jadi maunya pingin aja xD
      salah ka Dew posting ttg Greenland xD

      Delete
  5. Huaaa.. jadi tambah pengen nih ke teluk ijo. Dari dulu, pantai ini yang bikin penasaran, eh pas ada kesempatan ke Banyuwangi malah bolak-balik ke Tabuhan, :(

    ReplyDelete
  6. Huaaa.. jadi tambah pengen nih ke teluk ijo. Dari dulu, pantai ini yang bikin penasaran, eh pas ada kesempatan ke Banyuwangi malah bolak-balik ke Tabuhan, :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaaaaaaa sayang banget! Padahal reachable kok, ga terlalu tersembunyi dan susah ya :/
      tapi insyaAllah dikasih kesempatan sama Allah mba ^_^
      dan semoga Teluk Hijau tetap bagus alami sampai kapanpun :)
      (eh tapi pokonya segera kesini yah xD)

      Makasih udah mampiiiir :))

      Delete

Bagaimana? Beri pendapat sekaligus kenalan yuk! ヽ(⌐■_■)ノ♪♬

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+

✿May Challenge✿

plain-white-background

✿Zahrahstagram✿