Sepeda Motoran ke B29 Lumajang

Saturday, March 18, 2017


Suatu hari di antara hari sumpek persiapan UAS yang harus dianggap serius karena ingat keluarga di rumah, gue merencanakan sesuatu. Kecuali para tuyul lucu yang accidentally statusnya adalah para adek kandung yang ngarep gue pulang cuma karena gue bawa film baru. Yang mananya lagi, gue sebenernya cuma bisa nadahin tangan ke mba Jule sebagai juragan film. Gue bukan film addict, bukan Para Pencari Film. Ya gue adalah fakir film hahahaha. Kebiasaan buruk tapi nikmat ketika nonton film adalah jari telunjuk selalu standby di keyboard panah ke kanan, untuk nyepetin ngahahaha.

Yaitulah, karena dua minggu lagi bakal hectic gue memutuskan untuk menyusun rencana main setelah UAS. Ya daripada stres mikirin UAS mending gue mikirin hal setelah UAS hahaha. Karena gue yakin setelah kesulitan ada kemudahan. Ditambah lagi dari lama gue iming-iming mba Jule untuk pergi ke suatu tempat.

"Mba Jo, dua minggu lagi ayo ke B29."

"oke Nid."


Fix, UAS tenang.

Dan hari-hari UAS berlalu dengan menyenangkan. Hasilnya juga alhamdulillah.......masih di atas angka bebek pokonya, wkwkwkw.

Sampailah pada hari di mana gue dan mba Jule berencana berangkat. Waktu itu hari Jum'at. Paginya gue masih UAS, maghribnya gue siap-siap pergi ke Lumajang. Emang dasar gak sabaran, padahal aroma UAS masih lengket. Dan diiringi dengan rinai hujan kami (gue tepatnya) memacu sepeda motor dari Malang ke arah Surabaya. Lurus aja ngikutin jalan masuk ke kabupaten Pasuruan. Jangan belok kiri, nanti nyasar ke Surabaya.

Gue sih selama masih di Indonesia tenang-tenang aja misal ga bawa hape atau peta. Gue yakin dan percaya insyaAllah para penduduk Indonesia itu ramah dan baik kalo ketemu sama orang yang tersesat atau gatau arah. Tapi beda lagi kalau pikirannya tersesat. Jadinya makin sesat karena pemilahan mana berita penting dan ga penting serta hoax-hoax tuh masih kudu diedukasi lagi (termasuk gue kok!). Yaudah ga ngomongin politik di sini. Karena kalo gue, mending milih Doraemon jadi presiden karena punya kantong ajaib. Penjahat-penjahat tuh biar disenterin jadi kecil, terus dimasukin ke dunia daur ulang sampah. Recycle. Reuse. Reduce. Mantaps.


Dari Malang sekitar maghrib, kami menerobos hujan sepanjang jalan. Lu pada bayangin dah malem-malem ujan-ujan sekitar 4 jam an naik motor dengan jas hujan bolong. Dingin tapi gue tetep bertekad kuat :) Kali ini kesusahan menimpa kami makhluk bermata empat alias glasses user. Jelas jarak pandang memendek karena malam, plus hujan, semuanya jadi blur. Siapapun tolong ciptakan kacamata anti air. Jadi kalo ada air yang mendekati kacamata, dikame-kameha ngahaha.

Alhamdulillahnya mba Jule punya temen di Lumajang, jadi ketika nyampe di Lumajang jam 10 malam kami ga terlantar. Tepatnya di rumah mba Abidah. Kami disambut oleh bapaknya mba Abidah dan mba Abidah sendiri. Tersentuh hati ketika disuguhi teh hangat dan semangkuk bakso. Gue cuma bisa lambai-lambai ke kamera.....diet apa kabar? Terimakasih banyak mba Abidah :)

Jam 11 kami tidur membayar kelelahan berkendara Malang-Lumajang, kemudian bangun jam 3 untuk mengejar waktu naik ke B29! Yosh! Setelah mandi dan shalat tahajjud berharap jodoh mba Jule segera otewe, kami berangkat dengan suasana takzim karena petuah bapaknya mba Abidah. Gue berasa menemukan bapak baru :) yha. Bapak mba Abidah memberi petuah, "jangan lupa shalawat". InsyaAllah pak :)

Tak lama kami sudah berada di jalanan Lumajang yang sangat sangat sangaaaattt lengang, sepiiiiii. Tanpa ragu gue pacu motor dengan kecepatan maksimal meski terngiang salah satu petuah penyiar di radio Suara Surabaya, "meski jalanan sepi atau lengang kita harus tetap hati-hati dengan tidak memacu kendaraan terlalu cepat". 

Yosh! Nasehat gue adalah.......driver adalah penentu penting dari sebuah perjalanan. Dialah yang menentukan kapan harus isi bensin. Dan karena gue gak sadar job itu, ditengah jalan yang udah bener-bener sepi dan masuk desa, bensin abis! Alhamdulillah nya ada warung jualan bensin. Yang mana warungnya tutup. Krikk krikkk.

Tapi karena kami anak yang berbakti, bantuan dari langit datang: datanglah bapak-bapak yang dengan baiknya mengetukkan pintu warung sehingga orangnya keluar dan kami bisa beli bensin. Hal ini tidak terdengar sepele kan? Ke B29 ga susah kok, ga pake agen perjalanan juga bisa banget! Asal lu bisa naik motor atau mobil. Kalo naik sepeda kayuh nyampenya keburu tanaman tauge punya akar tunggang (?). Apalagi kalau jalan kaki, bisa-bisa manusia udah ekspansi ke Mars.

Bercanda. Tenang saja, jalan menuju B29 sudah baik semua, dan banyak penunjuk arah jadi ga perlu takut tersesat. Dan inget yaaaa, PILIH DAN SELALU IKUTI JALAN YANG BERASPAL.

Hal yang paling menakjubkan selama menempuh perjalanan ke B29 selain dinginnya yang sampe sumsum, adalah LANGIT! Yep bener banget. Jalan menuju B29 kan udah masuk dataran tinggi dan jauh dari keramaian, jadinya bebas dari cahaya dan semakin dekat ke langit #heleh. Kalau cuaca lagi cerah....BEEEUH! Gabisa berhenti untuk berdecak kagum.

Hamparan langit gelap dengan taburan bintang-bintang yang berkelip indah tanpa ada noise. Apalagi kalau sedang tengah bulan, dimana si bulan lagi bulat-bulatnya! Rasanya tuh kaya kita dan bulan sejajar.


B29 LUMAJANG

Subuh yang masih sangat biruuu~~ ditemani oleh Sang Semeru.

Jadi ceritanya, gue kan udah pernah tuh ke B29 bareng rombongan banyak naik mobil. Sebenernya waktu itu ada di suatu persimpangan yang gue bingung harus ke kanan atau lurus. Ke kanan jalannya beraspal, sedang kalo lurus....gue inget banget itu jalur yang pernah gue lewatin pada kunjungan sebelumnya ke B29. Akhirnya gue milih lurus, dimana jalannya berbatu dan licin, karena kalau lewat kanan meski beraspal belum tau jalannya kaya apa. Dan ada bapak-bapak ojek yang bilang jalan lurus itu bisa dilewati.


B29 LUMAJANG

Awalnya semua berjalan lancar, motor bisa melaju. Tapi makin lama makin nanjak dan batunya makin licin. Akhirnya kami parkirin aja motornya disalah satu rumah penduduk. Dan bapak-bapak ojek yang tadi nyamperin kita nawarin jasa ojek. Yaelah ternyata (gue bisa baca situasi, asek!) kita kaya diarahin gitu sama bapak-bapak ojek lewat jalan yang lurus karena emang jalannya jelek. Padahal seandainya kita milih jalan ke kanan yang beraspal, bisa banget bawa motor sampai naik ke puncak B29 nya!


B29 LUMAJANG

Rasanya aman gitu, seakan-akan Allah menitipkan Semeru untuk menemani perjalanan kami berdua. Hahahaha #paansi.

Sedih banget gue dikibulin bapak ojek, hiks! Tapi gapapa lah, anggap saja khazanah budaya LMAO. Akhirnya kami berjalan menyibak subuh biru tua di B29, yeeeee. Tanpa kenal lelah bapak-bapak ojek mengikuti kami demi melihat kami yang cuma berdua, perempuan lagi. Sayangnya bapak-bapak itu kurang mengenal kami yang #lowbudgetfighter wkwkwkw. Awalnya dikasih harga IDR 80K PP, trus diturunin sampe IDR 50K. Tapi kami tetap teguh pendirian. Dengan lemah lembut kami tolak tawaran bapak-bapak tersebut.

Meski dalam hati juga ketar-ketir, bisa ga nih lihat matahari terbit di atas. Sebelumnya, kami sempatkan dulu untuk shalat subuh di sebuah mushalla mungil.

B29 LUMAJANG

Ini dia pangeran-pangeran kerajaan B29, ehe. Makasih banyak ya pak!

Setelah shalat subuh, kami melanjutkan langkah menuju puncak B29! Dan ketika terengah-engah bawa badan dan tas, datanglah dua pangeran (milik orang lain) dengan kuda besinya. Tak lain adalah bapak-bapak ojek. Kami udah siap menolak ketika salah satu dari beliau berkata;

"ayo mba, bareng."
"wah pak, kami ngga ada duit."
"yawes gak popo, bareng ae, sek adoh lo."


CIYUS PAK CIYUS? Aaaaaa~

Gue sih cuma bisa mengangguk kalem.......padahal dalam hati bersorak, UYEAAA. Ya Allah terimakasih wkwkwkw. Berkas sinar matahari sudah mulai merayapi dataran tinggi ini. Dan emang masih jauuuh ke B29 nya. Akhirnya kami setuju nebeng bapak-bapak itu. Sebagai batas, gue taruh tas diantara kami.

Gue menikmati jalanan menuju B29 dengan menaiki sepeda trail yang sungguh----beda banget sama jalan kaki. Rasa-rasanya lebih mengerikan deh! Tapi karena bapak-bapak ojeknya sudah profesional, ga khawatir. Tapi yang bikin cengo adalah ketika si bapak bilang gini ke gue ditengah-tengah perjalanan,

"yawis mba, 20 ribu ae gawe bensin."

Cengo ._____________. tadi katanya yawis naik aja. Sebenernya ada sih duit, tapi biaya untuk naik ojek ga masuk dalam daftar pengeluaran. Sebenernya emang ga enak juga sih, udah baik ditawarin....cuma disuruh bayar 20 rebu doang. Masa iya harus ke kota dulu buat narik di ATM? Akhirnya gue rogoh-rogoh tas dan ngeluarin duit tujuh belas rebu.


Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Ga ding.

Tapi demi melihat lembaran duit yang udah lecek lusuh bercampur sampah permen, bapaknya bilang,

"yawis mba, gausah wis gapopo"
"beneran pak? Kami ini aja adanya...."
"iyowis mba gapopo...wis gowok'en ae.."

THE POWER OF "GAK POPO"


Dan berkat ditumpangin sama dua pangeran tadi, kami ga bayar biaya tiket masuk B29.........padahal bener deh, tiket masuk itu masuk daftar pengeluaran kok. Cuma IDR 5K aja!

B29 LUMAJANG

Sekiranya masyarakat B29 di Senduro masih berkerabat lumayan dekat dengan masyarakat Tengger yang mendiami kawasan Bromo. Sehingga bisa kita lihat mereka sama-sama suka pakai sarung yang disampirkan begitu saja di pundak. Bedanya, kalau masyarakat Bromo mayoritas Hindu, masyarakat Senduro mayoritas muslim. Terbukti dari banyaknya mushalla di sepanjang perjalanan kemari.


B29 LUMAJANG

Kelihatan ga warung-warung yang di bawah itu? Itulah B29. Foto ini diambil di B30. Maksud dari B30 adalah bukit di ketinggian 3000 mdpl. Nah biasanya pengunjung berhenti sampai di titik itu aja (B29), tapi kalau mau kita bisa melanjutkan 'sedikit' perjalanan naik lagi ke atas, Ga seberapa jauh dan lumayan landai kok. Dan yaaaa, pemandangan dari B30 lebih lapang dan leluasa.


B29 LUMAJANG

Kalau masih subuh jam 5 lebih begini ini penampakannya. Kabut lumayan tebal melayang di atas daerah pasir berbisik dan savanna. Mistis tapi keren ya! Kabut sendiri adalah hawa dingin yang membuat uap air berkondensasi dan membentuk seperti awan, dan letaknya berdekatan dengan permukaan tanah.


B29 LUMAJANG

Lihat ada asap yang mengepul? Di sanalah gunung Bromo berada. So literally we are higher than Bromo mountain emang. Dan pemandangan di sini gak kalah menawan dengan Bromo kan? Justru kita bisa leluasa menikmati kaldera, lembah, dan ngarai yang mengelilingi Bromo.

B29 LUMAJANG

Nah karena suhu udara sudah mulai meningkat seiring dengan semakin siangnya hari, juga kelembaban udara yang menipis.....jadi kabutnya mulai menipis pula. Dengan begini kita bisa melihat secara jelas padang rumput dan padang pasir berbisik yang ada di bawah sana itu. Kalau lebih jeli meneliti, lajur-lajur yang biasanya dilewati hardtop bisa kelihatan juga! Gue sih jadi inget lajur mungil yang dibikin semut di tanah.

Dari sini gue jadi kembali berpikir....bahwa manusia itu hakikatnya makhluk kecil yang diberi akal luar biasa oleh Tuhan. Kalau digunakan dengan bijak, maka alam akan membuatnya besar dan dihormati. Tapi seyogyanya, tetap harus rendah hati.....don't be songong person.


B29 LUMAJANG
Selfie dulu ah.

B29 LUMAJANG

Kebiasaan buruk kalo lagi main: suka lupa makan. Padahal kalo ga lagi main, laper dikit udah panik ga karuan cari cemilan atau makanan. Ininih hal yang paling sering diabaikan, ransum! Seadanya aja bawa jajanan dari rumah. Sampai di puncak B29 baru deh kerasa ada yang kurang, makan. Wkwkk. Akhirnya gue ngerogoh tas, sapa tau ada sesuatu. Dan alhamdulillah masih ditemuin sama Sari Gandum dan keju lembaran. Jadilah sandwich roti gandum xD itadakimasu bon appetite deh!


B29 LUMAJANG

Gue suka aja efek levitasi kalo foto sambil lompat. Apa ini yang dinamakan levitasi? Levitasi itu teknik fotografi yang menjadikan objeknya seakan-akan melayang diudara gitu. Ini sih kayanya bukan levitasi wkwkkw.

B29 LUMAJANG


B29 LUMAJANG

Asyik-asyik jeprat sana sini, kita bertemu dengan serombongan pemuda menjelang paruh baya /digeplak wkwk/ yang juga sedang menikmati keindahan B29. Keliatan lagi bawa kamera, kami dimintain tolong untuk fotoin. Awalnya sih normal aja mereka pose sama motor trail gitu. Lah gue jadi saranin supaya mereka pose lompat juga wkwkwkw. 


B29 LUMAJANG

Sebagai gantinya kita juga minta difotoin dong xD

B29 LUMAJANG

Gue sih melihat ini sebagai khazanah budaya dan bahasa Indonesia yang kaya banget! Jadi ada serombongan anak-anak gitu kan yang baru datang. Nah gue ga sengaja dengerin mereka saling bercakap-cakap seru. Gue ga ngeh sama sekali mereka ngobrol pake bahasa apa. Sumveh awalnya gue kira mereka murid-murid dari negara mana gitu lagi ngadain study tour ke B29. Tapi gue mikir lagi.....menelaah dari pakaian yang mereka pakai. Khas banget anak Indonesia sebenernya wkwkw. 

Akhirnya mba Jule kenalan tipis-tipis dan ngajakin foto. Seneng banget ngelihat kumpulan anak-anak yang begini. Mainnya ke alam bebas, ga melulu terkungkung dalam benda segiempat yang ada LCDnya ituloh!

B29 LUMAJANG

Gunung Semeru yang menancap gagah di jauh sana. Pingin banget suatu saat bisa menaklukkan Semeru. Iya pingin banget. Lari dulu keliling Rampal sebulan penuh! Wwkwkwkw.

B29 LUMAJANG

Ini yang namanya Cemoro Lawang

Secara bahasa sih maksudnya 'pintu cemara'. Cemoro Lawang adalah sebuah dusun kecil yang berada di sebelah utara-timur gunung Bromo. Desa ini adalah salah satu pintu masuk menuju gunung Bromo dengan ketinggian 2.217 mdpl. Secara administratif masuk dalam wilayah kota Probolinggo. Di sini juga ada tempat yang pas banget untuk menikmati pemandangan gunung Bromo dan gunung Batok.

Keren banget ga sih Cemoro Lawang dilihat dari sini? Guratan lembah yang berliku dan natural menjadi daya tarik yang mengesankan. Daerah ini juga rawan banget dirayapi kabut. Kalau kabutnya lagi bergelantungan, aura mistisnya bikin gemes! Heheh.


B29 LUMAJANG

Kalau foto sebelumnya mengarah ke gunung Bromo, foto gue di atas ini diambil dengan membelakangi gunung Bromo. Jadinya, yang didapat adalah pemandangan kota Lumajang (yang sangat ga kelihatan detailnya wkwkkww). Cuma ituloh, ada kayak lekukan pegunungan yang terlihat samar. Ntah kenapa gue jadi inget opening nya Avatar the Legend of Aang sama Kungfu Panda wkwkw. Ituloh yang naganya keluar ngintip di antara siluet pegunungan.

Duluuuuu gue masih ingat ada kayak pohon yang tinggal batangnya doang, dan itu jadi salah satu spot foto yang paling sering dipakai pengunjung. Tapi waktu kesini udah ga ada. Eh tau ga? Di bawah pohon yang gue naikin itu penuh dengan sampah loh :)

YHA, SAMPAH. Aseli waktu naik ke batang pohon itu, sambil tutup idung. Sampah gelas air, kertas minyak, sterofom bekas pop mie, bungkus jajan, dan banyak lagi ngumpul jadi satu. Ga keren banget yang buang sampah disitu.

Halo sahabat Bunga Lompat yang tercinta, mari bergabung jadi pejalan alias traveler keren. Dengan cara; buang sampah pada tempatnya. Oke!


B29 LUMAJANG

Personally thought, memandang sesuatu dari ketinggian akan memberikan suatu pemandangan yang berbeda....dan kadnag lebih bagus. Makanya gue suka manjat pohon. Ini berawal dulu waktu SD banyak banget kan pohon keres (alias Ceri Jawa, ntah gue bikin term sendiri xD). Nah buah favorit waktu kecil sama temen-temen. 

Beberapa saat yang lalu ketika gue unggah foto ini, banyaklah yang kasih tanggapan, ehe. Ada yang bilang ga pantes, ga sesuai dengan pakaian yang gue pakai. Hm. Iya gue mau pamer kalau pake jubah dan jilbab lebar juga bisa manjat pohon. Dari asal bahasa, hijab kan artinya 'batas'. Maksudnya, kita bisa aja melakukan banyak hal--apapun, tapi tetap ada batasnya.

Dan gue rasa apa yang gue lakuin ini ga melanggar batas syariat sih. Gue cuma pingin enjoy aja. Bahkan ada tuh kan ya, seharusnya kita bisa atau punya keahlian memanah, berkuda, dan berenang. Gue bisa berenang. Gue selalu dapat nilai bagus waktu pelajaran berenang dulu. Untuk memanah dan berkuda, itu yang belum bisa. Dan cuma sekedar manjat pohon,  I think it's not a big deal

One more thing, I didn't hurt anyone by doing this. I did it for fun. I just wanna show that there are so many ways for hijabi to do many fun things instead of trapped on a jail called 'you should be like this'.

B29 LUMAJANG

Nah ini salah satu pemandangan favorit waktu di puncak B29. Ntah ya rasanya complicated. Sebenernya ada rasa sedikit sedih sih melihat banyak sisi yang digundul demi dijadikan ladang. Ya tapi memang beginilah cara hidup masyarakat sini kan wkwk.

Waktu yang ideal untuk main di B29 itu menurut gue ya sekitar jam 5 an sampe jam 9. Sekiranya bisa menikmati matahari terbit kalau ga tertutup awan dan cuaca cerah. Nah jam 9 pagi biasanya kabut udah mulau turun kembali, jadinya kita gabisa melihat apa-apa lagi. Mendingan turun aja deh.


B29 LUMAJANG

Ini loket tiket yang ga 'disambangi' wkwkwkw.

Tips tipis-tipis:
1. Sebenernya ini relatif sih, karena kan tingkat tubuh seseorang menerima kedinginan (?) berbeda. Cuma kalau menurut gue, ga perlu bawa jaket yang tebal trus isi bulu-bulu. Parasit aja cukup. Paling yang bikin menggigil ya waktu naik, pas sampe atas ga seberapa dingin kok.
2. Bawa jajanan sama minuman, hahahaha. Tapi tenang aja, di B29 sudah banyak warung yang menyediakan camilan mulai dari pop mie sampe gorengan.
3. Buang sampah pada tempatnya!

DUIT:
1. Perjalanan Lumajang-B29 PP dengan tangki full bisa kok, kira-kira ID 30K lah ya.
2. Tiket masuk IDR 5K.
3. Jajanan, tergantung perut wkwkw. Dah tuaja.

Yooo selamat main kesini yha.

You Might Also Like

9 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. Serius deh, itu pemandangannya kece banget, mbak.

    Btw, salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sangat! Waktu nulis sampai bingung harus diekspresikan seperti apa. Sudah pernah kesinikah?


      Salam kenal dari Malang juga mas! ^^

      Delete
  2. subbahanallah tempatnya indah banget ya, suasananya terlihat masih asri dan terjaga. Semoga suatu saat saya bisa main kesana ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah~~~
      kalau main kesini jangan buang sampah sembarangan biar tetap asri dan terjaga ya, hehe.
      Lampung-Lumajang dekat, ayo sesegera mungkin ^^

      Delete
  3. Hali ter hehe, ini Sweji.
    Mungkin kamu kaget aku tau blog kamu dmn. Tp ini beneran blog kamu kan? Hahaha.
    Tahun lalu, aku lebaran di Lumajang. Sayangnya, ga tau ada tempat begini, belum kenal kamu, dan 100% ga boleh juga ke situ. Huhuhuhu.
    Mungkin tahun ini atau tahun depan, kalo ada rezeki aku mau ke Lumajang-Malang lagi. Kita bisa main dan ke tempat kamu suka berpetualang hahaaha.
    Plus,
    Mari menggendut bersama! (re; jajan. wkwk)

    Sincerely, 쉐지 cantik!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak! Atau tante? /dikeplak wkwkw
      Tau darimana blog ku? Malu nih, masih amatir hehe. Tapi selamat datang yaa, be relax and enjoy /apasih xD
      Udah kenal kali te -_- waktu itu pernah nyapa tante kok grgr diceritain sm Pindang, cuma kayanya tante ga notice aku :P
      Yup! Feel free to contact me! Hopefully we can meet and sharing many great things wkwkwk. Yoooo~ tenang aja, Malang has a really lot of delicious and fascinating foods, snacks, beverages, etc XD

      Delete
  4. Alamak cantik pemandangannya. Seger. Aku memang ada rencana ke B29 dan thankyou untuk pembukaanya XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa!!! Malah waktu saya berkunjung ini cerahnya cuma bentaran doang, abis itu mendung dan ujan gede xD tp syukurnya masih sempat cerah hehehe. Yasshhh!!! Harus ke B29, lihat Bromo from another side #tsaaahh

      Sama sama ^_^ senang juga dah bs bantu~~~ terimakasih kunjungannya :)

      Delete

Bagaimana? Beri pendapat sekaligus kenalan yuk! ヽ(⌐■_■)ノ♪♬

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+

✿May Challenge✿

plain-white-background