Hujan; Kenangan dan Perempuan Tercinta

Monday, November 20, 2017


Akhir-akhir ini gue sering merasa kedinginan di kosan. Wajar, sudah masuk musim penghujan. Gue merasa keren karena tidur siang pakai selimut. Nggak tau kenapa menurut gue tidur pake selimut itu unyu. Apalagi kalau seluruh tubuh terbungkus, kecuali kepalanya doang yang nyembul. Kayak hantu Palasik, huehehe.

(aslinya gue mau taruh gambar si Palasik di sini, tapi udah kejer duluan nyari fotonya di google -_- dah ya cari aja sendiri hueue)

Sejak pertama kali gue lahir ke dunia sampai sekarang, sepanjang yang gue ingat, hujan selalu mengingatkan gue pada satu nama perempuan. Namanya HIKMAH NAFIDAH. Oleh adik-adikku beliau dipanggil umik. Ya, gue ga punya ibu.....punyanya umik. Ha ha.

Sebenarnya bukan hanya hujan, tapi juga langit mendung.

Dulu ketika berdomisili di rumah (ya sekarang kan mahasiswa rantau, meski cuma 2 jam jarak dari rumah), setiap kali turun hujan yang paling bahagia adalah umik. Wajahnya pasti menunjukkan raut bahagia dengan mata berbinar-binar excited. Sering juga menatap tetes air yang turun dengan tangan bertaut di depan mata sambil tersenyum lebar, merasai dingin lembutnya angin yang terbawa hujan.

Ketika sedang hari aktif sekolah, kemudian gerimis menyapa di pagi hari, pasti mood nya langsung naik. Tapi bukan malah semangat ngajar, malah pingin hujannya makin lebat biar ga usah sekolah.

Wahai para murid ataupun mahasiswa. Ketahuilah sebenarnya guru dan dosen juga suka kok ga masuk kelas, tapi kan mereka menjalankan harus amanat negara dan memenuhi kewajiban sebagai pendidik yang terdidik.

⊂(▀¯▀⊂)  (つ▀¯▀)つ

Pernah suatu hari gue jemput umik di sekolah. Dari awal memag sudah gerimis sih. Perjalanan pulang, hujan makin lebat. Otomatis gue tancap gas dong biar cepat sampai rumah. Tapi gue malah di kelitikin supaya lambat-lambat aja ngendarain motornya. Yaudah kita kebasahan. Tapi asyik aja, sepanjang perjalanan nyanyi-nyanyi gak jelas sambil cerita lucu.

Rumah gue itu memanjang, dari depan ke belakang. Kalau melebar itu kanan ke kiri atau sebaliknya. Nah gue ingin kalian ikut membayangkan sambil gue cerita. Kan rumah gue memanjang, trus dibagi tiga bagian. Depan untuk garasi, tengah barisan kamar, belakang kamar tidur utama dan dapur. Bagian tengah yang merupakan kamar anak-anaknya umik, atapnya itu dibangun cuma setengah.

Iya setengah.

HUJAN
Bagian rumah yang gak ada atapnya.

Di depan kamar ada koridor kecil, kemudian jejeran kolam lele, gurame, dan koi. Nah barisan kamar ada atapnya, sedangkan barisan kolam gak di kasih atap. Mudeng kan? Mudeng lah T_T

Jadi kalau hujan pasti nge hujan in kolam-kolam itu. Dan umik biasanya hujan-hujan di atas kolam itu.

Umik cerita banyak kenapa suka hujan, tapi gue lupa. Yang jelas, umik suka hujan. Sampai nama facebook nya aja Hikmah Lovsrain. Awalnya gue shock ada akun dengan username seperti itu nge add gue, 'ini anak alay dari kota mana?!?!?!?!'. Tapi habis itu sadar ketika umik duduk di samping gue dan berkata, 'accept lah, itu akun umik yang baru'.

Maunya gue ignore atau bahkan gue block. Tapi ingat, selain surga ada di bawah telapak kaki ibu, nasib nominal duit jajan gue bergantung pada jari jemarinya. Huehehe.

Σ(▼□▼メ) ヽ( ▼∀▼)ノ

Dan kini, musim hujan mulai menyapa. Rintik hujan hampir setiap hari menyapa. Kadang terus belanjut hingga larut malam, bahkan keesokan paginya.

Apalagi yang berputar di kepala gue kalau bukan umik?

Rasanya pingin segera pulang naik awan kinton kalau hujan deras, menemui umik dan guling-guling di kasur sambil usel-uselan. Apalagi kalau gak ada makanan dan umik males masak, pasti disuruh beli bakso. Kadang gue miris punya umik yang males masak, disatu sisi gue bersyukur jadi dibebasin kalau mau makan di luar.

Pernah suatu sore, hujan deras di Malang. Kosan sepi dan gelap. Pada sibuk di luar dan di alam mimpi. Karena bete, akhirnya gue naik ke rooftop kosan (ceilah rooftop.....bukan yang kayak di drama Korea, sebenarnya tempat jemuran aja) sambil bawa payung dan hape.

Gue pingin hujan-hujanan, tapi males mandi lagi dan cuci baju. Yaudah akhirnya gue jongkok di tengah-tengah pelataran atap sambil dinaungi payung. Iya, Payung Teduh. Gue melongo ngelamun aja nikmatin suara tetes air menghantam payung.

Sampai gue punya ide video call ke WA umik. Gak lama, panggilan diangkat. Gue dadah-dadah geje sambil menjaga keseimbangan tangkai payung.

Umik, "kamu lagi dimana itu?"
Aku, "lagi di atap mik, huehehe. Ini hujan, makanya bawa payung."
Umik, "lah hahaha."
Abi, "siapa itu mik?"
Umik, "Zahrah bi."
Abi, "loh Zah, dimana kamu itu? Ngapain?"
Aku, "aku lagi di atap hehehehe, ini hujan makanya pake payung. Bosen di bawah."
Abi, "ckckckckck."
Aku, "huehehehehe. Umiikkkk kangeeeen."
Umik, "yaudah pulang."
Aku, "gakmauu, mau lama aja pulangnya, biar kayak anak rantau beneran huehehe."
Umik, "halah."

Yada yada.

「(=>o≦=)ノ ┗(•̀へ •́ ╮ )

HUJAN
Si Perempuan Tercinta

Gue jadi mikir......

Hujan akan selamanya menjadi kenangan, akan seorang perempuan itu. Perempuan tercinta, seorang yang darahnya mengalir di nadi gue. Seorang yang gue nobatkan sebagai best friend forever since the first 'oek' of my life.

Seorang perempuan yang gue hormati dan gue banggakan. Perempuan yang gue cintai dan sayangi setulus hati kalau lagi waras. Kalau abis kalah argumen level sayang gue turun satu, haha. Perempuan yang tinggi badannya gak sampe 150 cm tapi jago kelahi, pernah hampir tawuran sama preman terminal Bungurasih.

Perempuan yang dulunya menimang gue......hingga kini gue yang bisa gendong beliau.

Gue jadi mikir......

Sekarang gue bahagia kalau hujan turun, karena mengingatkan gue pada seseorang di rumah yang gue cintai. Tapi pada saatnya nanti, gue jadi sangsi.......dikala perpisahan yang pasti terjadi pada setiap manusia, akankah gue membenci hujan?

Gue sering membaca, kisah seseorang yang trauma dengan petir atau hujan karena punya pengalaman buruk saat hujan turun. Kenangan gue akan hujan, hingga saat ini sih, adalah senang dan bahagia.

Kiranya nanti, gue berharap hujan hanya akan merintikkan air dari awan....bukan air dari mata gue.

You Might Also Like

20 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. Hai Zahrah, kalau tinggal di pulau yg masih tadah hujan seperti saya, hujan itu sumber kehidupan banget. Semua orang berbahagia begitu hujan turun.

    Saya yakin, kenangan bersama Umik akan membuatmu bahagia hingga kapanpun, jd bila saat yg tak terhindarkan itu akhirnya tiba, setiap hujan turun, kebahagiaan justru akan hadir terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak Annisa :)
      Ah di Batam ya?
      Aku habis searching di google tentang curah hujan (mm) di Batam, dibandingkan dengan pulau Jawa, terutama bagian timur.
      Wah memang hanya setengah nya ya....hmmm.....

      Alhamdulillah, allahumma shayyiban naafi'an ^^

      Aku sangat berharap seperti itu ^.^ terimakasih kakak <3 <3 <3

      Anyway, thanks for visiting my blog :D

      Delete
  2. Hm, kenangan bersama seorang umi. Gaul juga nama akun Facebook-nya itu~

    Membicarakan hujan, ya? Saya jadi inget seorang perempuan yang pernah saya panggil "Gadis Hujan". Dia mantan saya sewaktu kuliah. Soalnya dari zaman PDKT sampai putus, suasananya pas hujan mulu. Entah kenapa bisa gitu. Hahaha.

    Terus kalau ngomongin hujan, di Jakarta itu identiknya kalau nggak macet, pasti banjir. Syukur akhir-akhir ini udah berkurang banjirnya. Udah sekitar 5 tahun, jarang banget banjir yang sampai masuk rumah. Dan lagu yang sering saya dengerin kalau hujan adalah Desember karya Efek Rumah Kaca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan gaul bang, geli merinding awal tahu....ya Allah.....

      Julukan 'Gadis Hujan' akhirnya berubah menjadi 'Si Mantan', hmmm.
      Jadi, kalau lagi hujan teringat kah? Apa semua memori berkelebatan tanpa bisa dicegah? Hmmm.

      Alhamdulillah deh ya. Akhir2 ini juga jarang nonton TV, jadi gak seberapa tahu. Kalau dulu kan hampir setiap waktu, setiap stasiun TV pasti beritanya ttg banjir di Jakarta.

      Kalau saya, suara rintik itu sudah cukup jadi simfoni yang menemani xD

      Delete
  3. Cius? Nama FB umi-mu begituan, Za?
    Coba tak search dulu XD *canda ding*

    Masalah hujan sih, buatku biasa-biasa aja. Tapi seneng juga ding misal hujan dateng. Mirip sama kamu, lebih suka ber-hibernasi ketimbang beraktifitas ketika hujan dateng. Misal bener-bener udah bosen, tinggal ganti rebus mie instan campur telur ditemani teh atau kopi anget. Beuh, surga dunia ya Allah :D

    Satu lagi, jangan lupa banyakin do'a kalau pas hujan tiba. Waktu yang mustajab kan ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cius bang xD search geh -_- mana ad gue boong :'

      Did I mention if I'd like to hibernate than doing something before? ._.
      Sebenarnya juga karena suka berenang sih, suka air....jadi kalau hujan kan banyak air, bahagia deh xD
      Apalagi kalo pake sosis, telor, cabe, kejuu *.*

      Iya beneeer! Allahumma shayyiban naafi'an ^__^

      Delete
  4. Semoga sehat selalu ya mbk umiknya, setiap hujan ya entah kenapa kadang secara tidak sengaja ketiduran. Hujan serasa menghipnotis saja ataukah kitanya saja yang gampang molor? Biar hujan yang memberi alasan. *komentar apa-apaan ini*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin amiin ya rabbal alamin :) semoga umur kita semua berkah, bermanfaat utk org lain >__<

      Ya bia dua2nya xD tapi wajar siih. Kan suara gemericik air yg konsisten bikin kita tenang, trus hawa dingin bikin nyaman. Apalagi lagi di atas kasur yg empuk, huehehe. Langsung ga sadarin diri xD

      Hmm, gapapa....hujan udh terbiasa diginiin kak :'

      Delete
  5. Hujan itu kata orang yang sedang merindu adalah obat dari segala kerinduan, bener aja pas hujan langsung inget rumah dan seisinya ya

    salam kenal mbaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak :) nah nanti kalau yang dirindukan sudah tidak ada, aku takut jadi membenci hujan :'
      /apaaa apaaa/ wkwkwkw.

      Salam kenal juga kak ^_^
      thanks for visiting my blog hehehe.

      Delete
  6. Hujan (Hatimu jangan engkau berikan ) sedikit sajak dari saya mba yah tentang hujan. jangan baper

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berikan ke siapa bang?
      Udah diberikan ke umik nih, gatau bisa diambil atau ngga huehehe.

      Ga bisa ga baper lah, manusia ini, bukan binatang yang cuma andalin insting wkwkwk

      Delete
  7. Dulu saya paling seneng kalau ada petir. Bunyiny begitu kenceng, lalu spontan meluk Mama. Ehehehe. Udah sejak kecil setiap ada bunyi halilintar menggelegar, langsung meluk Mama. Sekarang udah nggak bisa. Di bus ada halilintar sekeras apa juga, masa mau meluk penumpang sebelah?

    Nama facebooknya lucu dah. Ala-ala anak muda pencinta hujan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah lucu sekali ya Allah. Semoga kasih sayang mama kamu selalu menyertai petir yang menghampirimu. Istighfar banyak2, siapa tahu itu orang iseng aja.

      Alay itu mah -_- jangan di add ya.

      Delete
  8. Seru punya umik yg gahul. Hujan buat aku anugerah entahlah, meskipun trkadang kalo lagi kehujanan pengennya cpet2 brenti hujannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru, tapi kalau udah debat jadi nyebelin juga karena suka ga ngalah :'

      Kalo lagi di rumah, ga ada kegiatan, maunya ujan terus aja huehehe. Kalau ada keperluan keluar ya pinginnya berhenti xDDD

      Delete
  9. Kangen umik nih tanda-tandanya.. pulanglah nak.. pulang..

    Aku juga sering kangen, padahal jarak kos dan rumah sejam doang, hahaha.. yang paling-paling bikin inget mamak itu teh angetnya, setiap kali beli teh dimanapun, bahkan teh buatanku sendiri, nggak ada yang seenak buatan mamak. Tehnya itu panas, manisnya mondo-mondo, dan aromanya melati, aku udah coba bikin teh dengan merk yang sama tapi g pernah bisa seenak teh buatan mamak. Keajaiban tiap ibu yang selalu bikin anaknya rindu.

    Tapi kalau ngomongin hujan, aku 50:50 sih. Aku suka aroma hujam yang turun pertama kali, tapi kalau udah musimnya gini, bikin susah juga, hujan hampir sepanjang hari dan g ada panas, bikin jemuran g kering2, kering pun baunya g enak :(. Tapi bersyukurnya, ketika musim hujan, niatku buat piknik kayak redam. Jadi sekalian nabung buat tujuan berikutnya, muehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huehehehe iya T^T selalu kangen lah kalau hujan. Sekarang sih objek kangen hujan masih ada, tapi nanti kalau udah ngga ada :( aku jadi sediiih hue.

      Tapi ntar kalo udah di rumah yaudah kangen2an cuma setengah jam, abis itu sibuk urusan masing2 lagi wkwkwkkw. Emang suka gitu manusia, ngangenin apa yang ga ada, yang ada malah diabaikan :( ga semuanya sih. Aku aja deng wkwk.

      Hm, umikku tuh ga ada yg ngalahin selera masaknya yang aneh2. Dahlah kapan2 aku ceritain xD

      Gitu ya /usep2 dagu/ yaudah berarti tahun depan aja ya pas musim kemarau. Kita bersama, menapaki sesuatu yang berbeda, bagaimana? ;)

      Delete
  10. Duhhhh anak rantau yang jaraknya cuma 2 jam doang. Kaya adik iparku aja, nempel banget sama ibu. Sekarang ngekos di Jember, pamit bilang ga akan pulang weekend karena mau ujian, nyatanya Sabtu pagi udah sampai di rumah lagi karena kangen ibu. Sementara aku? Enggak pulang-pulang. hicksss...
    Aku suka hujan-hujanan. Tapi aku enggak suka ketika akhirnya sinus kambuh dan bikin bersin-bersin seharian. Capek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pokoknya sepanjang gak tinggal se kota sama orangtua ya berarti merantau hueheehehe.

      Aaaa itu aku banget xD sosoan mau ga pulang sesemester. Eh nyatanya dua minggu sekali ya balik xD

      Nikmati dari dalam rumah yang hangat aja teh :) makan yg banyak juga biar imunnya kuat xD

      Delete

Bagaimana? Beri pendapat sekaligus kenalan yuk! ヽ(⌐■_■)ノ♪♬

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+

✿May Challenge✿

plain-white-background