Ke Kawah Ijen Menginap Di Mana?

Thursday, December 21, 2017

KAWAH IJEN

Kawah Ijen terletak di puncak gunung Ijen yang berada di perbatasan kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Pesonanya menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi populer sejak 1992 di Jawa Timur. Memang apa? Salah satunya, sang kawah yang berwarna Biru Tosca. Bahkan waktu itu ada salah satu iklan produk kecantikan Korea lewat di TL gue, SK II (tau kan?), syuting di sini.

So gue saranin, Kawah Ijen masuk ke dalam bucket list sebelum 2017 berakhir :) iya, besok ya kalo gak hujan pergi ke sini. Huehehe.

Bertepatan dengan hari Kamis, waktunya artikel bertema dari The Enchanting Ladies. Kali ini, TIDUR DI LUAR RUMAH. Hayoloh. Apa berarti diusir dari rumah? ԅ(≖‿≖ԅ)

Nggak lah :) gue mau cerita pengalaman tidur saat melakukan perjalanan ke Kawah Ijen.

(¬_¬”)-cԅ(‾⌣‾ԅ)

Dikarenakan loket pendakian ke Kawah Ijen dibuka pada pukul 1.30 AM, maka pengunjung punya dua pilihan; datang siang/sore dan menginap sembari menunggu loket buka, atau datang saat loket dibuka

Masalahnya adalah;

1. JAM TUTUP PENDAKIAN

Demi keselamatan pengunjung, pendakian ke Kawah Ijen ditutup sekitar jam 9.30 (karena khawatir kabut atau hujan turun bro). Sehingga, mau tidak mau, pengunjung yang datang di atas jam tersebut harus menunggu sampai keesokan subuh jam 1.30 AM. Nah berarti harus menginap kan?

2. AKSES

Akses menuju Paltuding dari Banyuwangi kota bisa dikatakan curam, lumayan ekstrem, licin, dan tidak ada penerangan sama sekali. Jadi ya bayangin lah kalau gak nginep, berarti berangkat dari kota Banyuwangi setidaknya jam 23.00/24.00 malam dengan kondisi seperti itu.

KAWAH IJEN

Tuh, kayak gini. Semacam ada di Jurassic Park menurut gue. Bayangin aja tengah malam berkendara lewat sini.

Kalau gue saranin, mending menginap saja. Apalagi waktu itu gue melakukan perjalanan berdua dengan mba Jule, sama-sama cewek. Eh bukan, gue kan peri hutan. Kami memilih untuk berangkat pagi dari Banyuwangi kota. Sebenarnya ini modus. Aslinya, mau main ke Kawah Wurung dulu. Huehehe.

JADI NGINAP DI MANA?

Ada beberapa pilihan menginap di Paltuding (tempat nunggu kalau mau naik ke Kawah Ijen, tempat loket); sewa kamar, sewa tenda, sewa bilik di warung, atau bikin tenda sendiri.

Di Paltuding ada beberapa kamar dan tenda yang dapat disewa dengan harga IDR 200.000 per unit per malam. Anyway, tendanya siap pakai kok, lengkap dengan kantung tidur, selimut, dan penerangan. Sementara kalau sewa bilik di warung.......tergantung nawarnya sih, hehe (waktu itu gue lihat ada bule-bule yang masuk ke kamar salah satu warung). Sedangkan bila membawa tenda sendiri, ada biaya IDR 15.000/malam (katakanlah biaya sewa lahan).

Kami sih....................numpang tidur di warung :)

Numpang ya, bukan sewa, ehe.

Jadi ceritanya, setelah main di Taman Nasional Baluran, kami menginap di Koko Homestay yang berada dekat dengan stasiun Karangasem. Di sana kami berkenalan dengan pemiliknya. Sayang sekali lupa nama, kalau begitu sebut saja namanya mas Mawar. Selain mengurus homestay, mas Mawar juga sering mengantar tamu ke Kawah Ijen maupun destinasi lain di kabupaten Banyuwangi. Oleh beliau, kami diberi pesan, 'nanti sampai Paltuding, cari aja warungnya bu Im. Saya sudah kenal baik dengan beliau. Bilang aja kalian tamu saya biar lebih enak'.

Saya simpan petuah beliau baik-baik dalam ingatan.

Pagi menuju ke Kawah Ijen, kami tidak berhenti di Paltuding, melainkan lanjut ke Kawah Wurung. Jam 4 sore, kami turun dari Kawah Wurung menuju Paltuding. Saat itu parkiran Paltuding terlihat sepi, hanya terlihat dua mobil terparkir dengan beberapa motor milik petugas. Setelah memarkir motor, kami menuju ke warung yang ada spanduk "WARUNG BU IM".

PALTUDING KAWAH IJEN

Sepiiiiii.

Kami celingak-celinguk mencari bu Im, maunya sih SKSD supaya di notis. Tapi ternyata beliau belum datang, hanya ada pak Im. Jadilah kami mengobrol dengan beliau, sambil bercerita bahwa kami adalah tamu mas Mawar (modus modusss).

Malam semakin kelam, kami habiskan dengan mengobrol dan menyantap nasi goreng plus teh hangat. Gue sih gak mau makan banyak-banyak. Ntar ribet urusan kamar mandi. DINGIN, kayak ditusuk jarum :(

Tidur di Warung Sampai Beku Kedinginan

Ketika langit sudah benar-benar gelap, gue dan mba Jule masih saja duduk di luaran warung. Karena terlihat seperti anak ilang, oleh pak Im kami disuruh masuk ke dalam warung. Lumayanlah, suhunya naik nol koma sepersekian derajat.

Seiring jantung gue berdetak, suhu makin turun. Tepat setelah jam shalat Isya, pak Im menutup pintu warung dan menyuruh kami tidur, siap-siap mendaki besok, katanya. Dibantu pak Im, kami menata kursi-kursi warung sedemikian rupa untuk tempat tidur. Setidaknya ini badan bisa telentang lah. 

Berbantal tas, gue mulai menjemput ketidaksadaran.

Apakah tidur kami nyenyak? Jelas tidak.

Yang ada limabelas menit sekali gue terbangun untuk ganti posisi. Ntah itu miring ke kanan-kiri atau ganti posisi antara kepala dan kaki, demi mengusir dingin. Masalahnya si dingin gak santai, kayak sampai menyelinap ke sumsum. Gue tidur berpose kayak mumi. Tangan memeluk dada, tungkai kaki nempel. Mba Jule malah berselimut mukenah.

Begitu terus dari sekitar jam 8 sampai jam 1.30.

Itulah malam terberat gue selama kuliah.......

Oh gak deng. Malam terberat itu waktu malam KRS an :) jadwalnya sih jam 00.00 bisa diakses, tapi sampe jam 2 begadang gara-gara error terus. Eh ternyata diundur jam 7 pagi :) bukan agresif, tapi demi kemaslahatan satu semester ke depan. Kita harus atur bagaimana caranya menyedikitkan hari perkuliahan, biar Jumat bisa libur, biar kuliah selesai sebelum dzuhur. Hahaha.

Oke, back to nginep di warung.....

Akhirnya setelah berkali-kali terbangun dan ngintip arloji, jam 1 subuh datang. Parkiran yang awalnya sepi banget malah berubah jadi taman ria. ELF, mobil pribadi, sepeda motor di mana-mana. Rombongan pelajar rame bener memecah kesunyian alam. 

Pintu warung di buka, hembusan angin-super-dingin menerpa gue yang baru setengah sadar. Dengan muka kursi kayu kami sempoyongan beresin barang bersiap untuk naik, yoy!

Iya, bukan muka bantal, secara tidur ga pake bantal tapi beralas kursi kayu hahaha.

Dengan baik hati pak Im menyuruh kami untuk menaruh bawang bawaan di warung. Yang dibawa hanya barang berharga dan kamera. Gue bersiap dengan tas ransel yang berisi jas hujan dan tas kamera. Kami juga menyewa masker kudeta di warung. 

Tau ga sih? Ituloh masker yang corongnya tiga dan berfilter. Gue nyebutnya masker kudeta soalnya nyeremin kayak mau demo trus ada gas air mata wkwkwkw. Ohya TIPS nih, mending nyewa di warung-warung aja, sekitar IDR 20K lah. Daripada nyewa di atas, harganya lebih mahal. Masker kudeta wajib kalau kita mau lihat blue fire, demi keamanan sebagai antisipasi menghalau asap belerang, bahaya mamen! 

Selain itu, setiap rombongan kalau bisa sewa senter. Karena jalanan yang akan kita lewati gelap total maksimal tanpa pencahayaan. Senter ga wajib sih, tapi berguna banget. Alhamdulillah kita dipinjami hehe #lowbudgetfighter.

PALTUDING

Loket pembayaran tiket. Untuk wisatawan domestik IDR 5K (hari biasa), IDR 7K (hari libur). Sedangkan untuk wisatawan mancanegara IDR 100K (hari biasa), IDR 150K (hari libur).


Jadi, gimana? Mau menginap di mana? Tentukan pilihanmu besok ya.....kalau gak hujan huehehe (ง ͠ ͠° ل͜ °)ง

Cerita "TIDUR DI LUAR RUMAH" yang lain:

Teh Dian - Cerita di Terminal
Kak Rhos - Tidur di Luar Rumah
Kak Pipit - Nyobain Tidur di Bangunan Kosong, Berani?
Kak Mude - Pernah Terdampar Saat Mudik? Ini Kisah Tidur di Luar Saat Mudik

You Might Also Like

82 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. Halo Zahra :)
    Pas ngeliat foto akses jalan menuju Paltudingnya aku juga mikir 'ih kayak di film Jurassic Park'..pdhl blm baca tulisan bawahnya yg kata kamu jg kayak Jurassic Park.. Hehehe


    Jd pingin ke Ijen...tp sayangnya lagi hujan terus akhir-akhir ini.. Mudah2an awal2 tahun dpn bisa kesana.. Aamiin ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak Astriii ^_^ semoga kakak bahagia :)

      Nah tuh kan! Dan kayaknya juga banyak deh yang berpikiran kayak begitu, huehehe. Dan difoto itu baru sebagian sisi, ada banyak lagi daun2 gede yang menggantung lebih tinggi dan lebih lebar. Pokoknya asyik!

      That's! Aku kesana juga itungannya masuk musim hujan sih. Bakal bagus banget kalau lagi musim kemarau :) kesempatan dapat langit cerah lebih besar :D

      Delete
  2. Ngeri banget jalanan kayak gitu malem-malem nggak kebayang. Lihat fotonya itu jadi keinget Petualangan Sherina entah kenapa. Haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk kalau petualangan Sherina dia ketemu Rusa, lucu.
      Aku bayanginnya kita ketemu Dilophosaurus, Sauropoda, Troodon, Ceratopsia, dll O.O huehehe.

      Delete
  3. Ini yang dibutuhkan kalau ke banyuwangi ya hehehe, semoga bisa naik ke kawah ijen suatu saat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bermanfaat :)

      Harus bang, kalau istilah dalam restoran sih, salah satu 'signature dish' nya Jawa Timur.

      Semoga segera terlaksana!

      Delete
  4. Kayaknya pas lewat jalan situ ada T-Rex atau Velicoraptor nyegat, seru tuh nid. Wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya terus akunya berubah jadi Transformer Bumblebee tapi maunya warna neon biar mereka silau. Trus senjatanya pake biji timun mas biar mereka dililit sampe sesak napas xD huehehe.

      Delete
  5. itu bukan shooting jumanji kan? hehehe

    baluran di musim hujan kayak gimana tuh? terlalu ijo gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, ini mah shooting nya Star Wars 9 pak huehehe. Kolaborasi sama The Mummy Vers 10. Mantap, siyap.

      Kalo mah mau terlalu ijo juga gak papa kan :' terserah, tergantung klorofilnya mau seberapa banyak takaran ijonya /apaa/ wwkwkwk.

      Delete
  6. Aku belum pernah bobo warung Ra..
    Yang kuingat acara tidur diluar itu tidurnya di bangunan g terpakai sama mushola XD
    Cuman bukan karena sok travelling atau gimana gitu, gara-gara acara kampus, sok-sok ikut jadi panitia, berakhir dengan g betah dan pulang duluan, enakan tidur di wisma

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bobo geh di warung kak, menyatu dengan gedeg bambu yang ramah dan sederhana :' /ea/

      Kalo bangunan ga terpakai malah serem lagi karena kan biasanya udah ditempati sama 'invisible creatures' huehehe.

      Apalagi tidur di rumah dalam pelukan hangat mamak xD

      Delete
  7. Kawah Ijen belum tercoret dari daftar list ku. Sepertinya 2018 pun masih belum ada tanda-tanda bisa traveling. Tak apalah, sementara aku menghibur diri membaca tulisan Zah dulu, memupengkan diri lihat foto-foto kerennya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haruuussss harusssss. Nih aku udah doain teteh /lah ngedoain bilang2 wkwkw/.
      Ini gak boleh terlewatt, lagian kampung halaman Pak Met deket sini banget kan teh?

      Delete
  8. Kawah Ijen idah jadi kawasan destinasi sejak 92 ya? Sayang saya belum pernah kesana sampai saat ini. Tapi semoga secepatnya saya bisa kesana kak. Doain yaaa.

    Oh iya, jadi penasaran dinginnya kayak apa. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa huehehe. Dapat cerita dari Pak Im, beliau yang pertama buka warung di Kawah Ijen sejak kawasan ini dibuka. Tapi nambangnya udah lama sih, trus akhirnya beliau udah gak nambang tapi jadi guide wisatawan :)

      Amiiiin! Udah aku doain, kaka harus kesini untuk menikmati langsung kerennya Allah menciptakan Kawah Ijen huehehe.

      DINGIN BANGET sampai /waktu itu/ rasanya kayak gak masuk akal wkwkw. Akunya sih mungkin juga yang belum terbiasa naik2 gunung heheh.

      Delete
  9. Wah kapan kapan kalau saya ke kawah Ijen bisa ya jadi guide?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaduh. Huehehehe. Kalau jadi guide saya gak yakin deh. Tapi kalau open trip bareng2 orang banyak kesini lagi saya mauuuu banget wkwkkw.

      Delete
  10. jalan menuju kesananya ajah udah keliatan kalo dingin luar biasa yah keren fotonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak bang.
      Lihatnya aja udah dingin? Wkwkwkw musti nyobain langsung kesini!

      Delete
  11. Replies
    1. Bukan, gak mau. Maunya Jurassic Park.
      Twilight bagus sih, tapi banyak cinta2annya wkwkwk.

      Kerenan Jurassic Park, memicu adrenalin.

      Delete
    2. iyah juga yah ul , kayak di twilight , jangan2 banyak vampir nya ...

      Delete
    3. Kalu bisa ada werewolf nya juga dong. Mau lihat mereka transformasi jadi serigala, huehehe.

      Delete
  12. Dari tahun kemarin, kawah ijen ada di list tapi gak berangkat-berangkat, hehehe. Badan gak kuat dingin nih, ntar aku kalau ke sana, nginap di wisma aja kali ya... #macakhorangkayah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah! Berarti untuk tahun 2018, harus dilaksanakan dong wkwkw.
      Keburu nambah2 lagi destinasi di list nya xD

      Amiiiin semoga ada rezeki lebih supaya bisa sewa wisma~~~
      makan yang banyak juga biar badannya tetep hangat kak hehe.

      Delete
  13. Klo bawa anak kicik pasti pas duluu ya. 😂😂 Aku mau bawa anak2 traveling model gini sbnrnya klo udah agak gedean kli ya. Banyak destinasi yg blm kesampaian termasuk kawah ijen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau untuk naik ke Kawah Ijennya, yaa minimal yang udah ga pake gendong2 lagi. Soalnya perjalanannyaa lumayan jauh sampe ke atas hehe.

      Ada sih kayak ojek gerobak gitu. Tapi mahal >.<

      Delete
  14. Jalan ke kawah Ijen emang bikin dag Dig duh, dulu tahun 2014 kesana naik mobil Serena malem2 belum keliatan jalannya pas jalan pulang baru liat jalannya seseram berkelok tajam dan kecil lagi


    Kalau ke Ijen memang rutenya lebih enak dr Baluran siang sampai di Ijen tengah malam lalu istirahat bentar di warung dan langsung nanjak jam 1 supaya bisa liat blue fire

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaa kalau naik mobil barengan orang banyak sih gak masalah, takut dan seremnya ditanggung bersama.
      Kalau sepeda motoran tuh huehehe.

      Wah, kakak kedapetan blue fire ya? Keren *.*
      kami mah nelat :') jadi udah gak dibolehin turun.

      Delete
  15. Replies
    1. Iyah xD tapi tendanya udah paket lengkap. Mulau dari lampu, sleeping bad, dll. Fasilitasnya sama kayak wisma, cuma vibe nya beda karena berbahan tenda gitu aja xD heheh.

      Anyway, thanks for visiting my blog!

      Delete
  16. Terakhir mendaki di tahun 2006...

    Ihhh.. jalannya keren dan menakutkan.
    Itu malem2 lewat situ? berani? hihihiy...

    salam kenal sist :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, udah lama banget pak.
      Bolehlah tahun depan, 2018, direncanakan lagi. Kesini misalnya heheh.

      Nah makanya, kita mah cari aman, lewat sini waktu matahari masih ada. Meski tertutup kabut dan malah cenderung nakutin XD

      Salam kenal juga pak, makasih sudah berkunjung ke blog ini ^^

      Delete
  17. Impian saya belum terwujud ke KAWAH IJEN.

    Semakin ingin saja ke sana, Teman2 bercerita tentang indahnya.
    Asyeeek lah baca artikel ini juga udah serasa di TKP .. hehehe.

    Dingiiin nya nyampe berapa dek di sana ?

    Info tempat nginep .. ditungguuu say.

    Terimakasih sharingnya bisa jadi referensi siapa tahu next bisa ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaudah klao gitu saya tungguin di Indonesia.
      Eh atau kalau gitu ini tanda mbak harus balik ke Indonesia barang sebentar? Hehehehe.

      Jangan sampai keinginan itu pupus mbak.
      Sebagai WNI, main kesini itu wajib /apadeh/ wkwk.

      Gatau mbak, yang jelas sampe hampir gabisa mikir. Atau emang kitanya aja yang lemah ya :'

      Nginepnya ya itu. Bisa sewa bilik di warung (harga bargain lah ya), wisma atau tenda sekitar 200an.

      Delete
    2. Zahra, info dong kontak Warung Bu Im. Ditunggu yah.. Makasih ;)

      Delete
    3. Halo kak :)
      aduh saya minta maaaf banget ngeeet, kemaren2 belum ada kesempatan buka blog.
      Untuk kontak bu Im gak ada sih, saya cuma bisa kasih ancer-ancer. Yang jelas warung beliau terletak di kompleks warung Paltuding. Nah insyaAllah (agak lupa-lupa ingat). di depan ada banner tulisannya "warung bu Im" gitu.

      Kalau kurang jelas, bisa langsung kesana aja. Trus tanya orang heheh ^^v

      Soalnya ketika menginap di sana juga sebenernya tuh coincidence gitu.

      Delete
  18. hoalaaah mau kesana perlu berjuang dulu ya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. :( main kemanapun tentu harus berjuang kak :')
      bahkan bila untuk ngumpulin niat biar bulat penuh.

      Delete
  19. dulu nanjak ijen jam 6 pagi aja dingin nya minta ampun...
    apalagi jam 1 dini hari
    heuheuheu.... Brrrrrr

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya dikalilipatin sendiri xD /ntah berapa/

      Alhamdulillah masih hidup tapi wkwk.

      Delete
  20. Kenapa namanya harus Mas Mawar? Itu kalau perempuan nggak apa-apa, deh. Ini laki-laki. Kalau mengingat regu pramuka. Perempuan kan pakai nama bunga, yang laki-laki hewan. Jadi mending Mas Bunglon gitulah. Oke, nggak penting abis komentarin ininya.

    Demi menghemat uang kadang perlu menderita gitu. Tidur di warung cuma untuk semalam ini. Daripada 200k terbuang? Wq.

    Emang selalu bukanya tengah malam hingga pagi, ya? Cocok sekali untuk orang-orang nokturnal. Jadi inget sewaktu main ke Gunung Munara (orang-orang nyebutnya bukit karena cuma 1.000-an MDPL) juga malam-malam. Meskipun ngeri karena gelap, tapi pas udah di puncak asyik aja menunggu menit-menit menjelang matahari terbit. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena yang indah namun tangguh sulit terjamah tidak hanya wanita, lelaki juga.
      Wah, gue baru tau bang, serius. Selama ini mikir, Pramuka itu ilmu insting yang dilegalkan dan termaktubkan secara formal dalam sistem pendidikan. Pramuka intinya ilmu bertahan hidup di alam kan? Mana ada Pramuka di gedung tinggi.
      /digeplak

      Yes Alhamdulillah. Bisa buat jajan sempol berpuluh tusuk.

      Iya, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ya gitu, takutnya kabut udah turunlah, atau turunnya kesorean. Kan itu benar-benar hutan/kawasan yang tanpa penduduk juga kendaraan bermotor...trus aksesnya juga tanah. Dll dll deh.

      Mau gak mau jadi nokturnal xD

      Ciye kayak RA Kartini, habis gelap terbitlah terang, wq.

      Delete
  21. Kampung halaman saya di bondowoso tapi belom pernah ke ijen, sedih banget ya :")

    Ga kuat dingin, takut hiportemia kalo mendaki, tapi bantu promosiin aja deh kalo saya mah biar makin banyak pariwisatawan dateng wkwk.

    Duh, mahal banget masa saya kalo mau masuk bayar 100k :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sedih, sayang banget. Dekat padahal :(
      Coba kalau saya dekat Ijen, mungkin rajin nyamperin....
      Mungkin......soalnya lumayan gempor juga meski gak sampe capek tepar xD

      Sama banyak orang kalau gitu mendakinya, biar ada yang menghangatkan ._.

      Wetseww, itu untuk wisatawan mancanegara pak xD kalau wisatawan domsestik gak sampai 10 ribu malah huehehe.

      Delete
  22. wahahaha ini baru trip sejati, adventuring tanpa fasilitas yang memadai. Perjalanan dan petualangan kerasa banget sih ya kalau tidur di warung, bikin tenda dan semacamnya begitu. Ah, pingin ke kawah ijen..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Back to nature bener2 naturalis gitu ya haha. Tapi kalau ada yang memadai dengan budget bengkok mah ambil aja wkwkw.

      Go lah. Ke Malaysia aja bisa ke sini yang satu pulau masa engga /lihat langit/ '.'

      Delete
  23. LOW BUDGET FIGHTER ON POINT.

    Mental emak-emak banget kita ya, IRIT XD

    Daripada beli di atas emnding bawa berat dari bawah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. WEDEW. DI NOTICE.
      Hahaha xD berjuang demi sesuap nasi di kondisi yang lain <-emakemak

      Delete
  24. Itu beneran medannya mirip di Jurasic Park,Hiiiii. Btw saya belum pernah nginep di luar rumah, semacam mendaki atau tamasya kecuali berkemah,hihihi... Tipsnya oke punya, sapa tahu kapan-kapan saya mendaki yak. Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin Jurassic Park yang terinspirasi oleh kondisi alam di sini? Wkwkwk wallahualam.
      Alam Indonesia kan memang kece hehe XD

      Selamat mencoba! Gak cuma fisik, mental juga dipersiapkan biar gak kaget.

      Delete
  25. Aku mau bgt diajakin ke kawah ijen,aku korban film zah, pngen bgt ke balutan sm kawah ijen, doain ya semoga bisa tercapai.aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga mau kok diajakin xD
      ayo saling ngajak biar terlaksana huehehe.

      Kalau mau banget hayuklah dibikin itinerary nya, masukin ke bucket list 2018 kak xD

      Aku aminin!

      Delete
  26. Enak ya kalo solo traveling gini ada lika likunya.
    aku juga nanti mau coba ah.
    Btw, ini sewa motor kan ya ? dari mana nyewanya ya ?
    terus ini lanjutanya mana ya aku mau liat blue firenya, mau tau keadaan treknya kek gimana enak apa engga ? beri aku link :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak solo traveling bang, berdua kok ini, sama mba Jule.
      Coba geh~~

      Huehehe, nggak, bawa motor sendiri dari Malang. Kalau mau sewa bisa di tempat Mas Mawar itu, di Koko Homestay. Homestay nya dekeeet banget, satu kompleks sama stasiun Karangasem (gak di luar area situ).

      Yha ditunggu dulu wkwkkw. Sudah pernah dikit dibahas ini mah wkkwkw. Ada kok nyelip di salah satu link di atas ._.

      Delete
  27. saya pikir bobok didekat kawah,,,,eeeee numpang diwarung rupanya,hehehe.... yg jaga warung ngk marah apa Mbak ..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalau itu kayaknya gak boleh deh bang. Soalnya saya gak lihat ada yang buka tenda di sekitar kawah.

      Nggak, malah baik bange bapaknya nawarin kita masuk ke dalam, trus kursinya juga ditatain xD

      Delete
    2. kayak tamu spesial yach mbak..... duhhhh asyiknya, hehehe...

      Delete
    3. Terpaksa spesial mah, udah malem, udah kasihan soalnya si bapak huehehehe.

      Delete
  28. Beberapa kali aku ke ijen selalu berselimutkan kabut dan hujan. Basah basahan pun tak terelakan, kedinginan berat itu pasti. Tapi saat pagi hari selalu dapat cerah matahari. Ga pernah kapok dan pengen lagi dan lagi.


    Ngomong ngomong, syukur dapat nginep di warung gratis walau ala kadarnya, dari pada nginap di hotel keluar biaya lagi kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga dataran tinggi ya bang. Di Malang juga gitu sih kalau udah naik naik kesana, jarang lepas dari awan langitnya.

      Sama, meski buat aku lelah sangat, tapi ada rasa ingin balik lagi kesini.

      That's right hehehhe #lowbudgetfighter xD

      Delete
  29. Mbak zahrah ke atasnya pk apa? Motorkah? Klo pk motor sewa dmn?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai motor matic mba :) kalau saya sih bawa motor sendiri dari Malang. Tapi kalau mau sewa, bisa di Koko Homestay (lokasinya satu area dengan stasiun Karangasem, coba tanya masyarakat sekitar situ).

      Semoga membantu mbak :)

      Delete
    2. Makasih infonya mbak..
      Satu lagi, klo sewa wisma ato tenda hrs booking dl ato gmn ya?

      Delete
    3. Sama-sama kak, seneng banget loh bisa sharing :)

      Datang langsung bisa deh kayaknya. Soalnya kebanyakan (waktu itu saya lihat) orang datangnya ya subuh2 jam 1/2 gitu. Jadi gak banyak yg nginap.

      Delete
    4. Sama-sama kak, seneng banget loh bisa sharing :)

      Datang langsung bisa deh kayaknya. Soalnya kebanyakan (waktu itu saya lihat) orang datangnya ya subuh2 jam 1/2 gitu. Jadi gak banyak yg nginap.

      Delete
  30. yaampun mbak akhirnya aku bener2 dapet pencerahan ke ijen pas baca post mu ini :") galau bgt mau keijen ya masa berangkat malem dari kota kan jalannya meuni serem pisan. akhirnya aku paham bgt kek gimana medan mau kesana itu. insha allah bulan juni tahun ini mau trip ke banyuwangi. kalo kereta sampe nya siang, langsung ke paltuding itu nyampe jam berapa ya?? terus kalo udah liat blue fire dan jalan2 di area kawahnya turun ke bawah dan sampe banyuwanginya mending jam berapa ya... maaf mba banya Tanya bener2 bias bgt tentang banyuwangi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah :) saya juga senang banget kalo tulisan ini bisa bermanfaat heheh.

      Wah pas banget itu. InsyaAllah kan kalo tengah tahun udah masuk kemarau, jadinya gak licin kayak waktu saya ini.

      Dari stasiun Karangasem sampe Paltuding insyaAllah gak sampe 1.5 jam sih.

      Kalau menurut saya, keliling di Kawah Ijen sampe jam 9 udah nyukup banget. Kan kita udh di atas dr sekitar jam 5 tuh wkwk.

      Palingan dari puncak kawah sampe kota Banyuwangi 2 jam an lah.

      Iyaaa gak papa :) kalau berkenan, bisa juga baca tulisan saya yg lain waktu di Taman Nasional Baluran, Teluk Hijau, dan Kawah Wurung :)

      Naah~~ kalo dr stasiun Karangasem siang, kan Kawah Ijen belum dibuka tuh, main ke Kawah Wurung aja dulu mas. Lumayan, sambil membunuh waktu :)

      Delete
  31. Menarik sekali Mbak Zahrah....
    ijen memang wajib masuk bucket list :D

    Saya ada rencana ke Ijen dalam waktu dekat ini. Sedihnya, pas musim hujan. Tapi yaa gimana lagi, berkali-kali rencana ke Banyuwangi batal pas udh beli tiket. Eh giliran kesampaian, bisanya pas musim hujan.
    (Maaf curhat hahaha)

    Tapi semoga alam mendukung yaaa jadi bisa liat sunrise di Ijen juga. Nice info, Mbak Zahrah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya setuju banget!

      Wah tahun ini harus disegerakan. Nah kan sekarang udah mau masuk musim kemarau lagi (ini telat balas komennya ya Allah heheh maafkan saya ^^v).
      Nah sudah aman kalau begitu.
      InsyaAllah gak bakal menyesal deh :)

      Saya doakan semoga wkatu kesana cuaca sedang cerah!
      Supaya dapat hasil foto yang bagus juga hehehe :)

      Delete
  32. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  33. Terimakasih banyak mbak.. semua yang ada dipikiranku mulai dari homestay, sewa motor, dan ketika dipaltuding ada semua di blog mu ini.. insyaAllah bulan depan segera meluncur kesana berdua sama istri, walaupun sebelumnya sudah pernah kesana ikut opentrip.. terimakasih informasinya 🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, saya juga senang kalau dengan tulisan ini ada yang terbantu dalam merencanakan perjalanan ke Kawah Ijen, hehe.

      Wah, pasti keren tuh! Kan udah mulai masuk musim kemarau. InsyaAllah pastilah dapat cuaca cerah waktu sampai di puncaknya :)

      Delete
  34. Ijen....... Dulu saya ga nginep,coz pake OT dari Jakarta.

    Pgn kesana lagi,pgn cobain taksi Ijen kalo ada duit lebih hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. OT: organisasi travel? Eh apaan ya pak? Hehe ^^v

      Wah, kabarnya mau dikasih kereta kabel malah.

      Delete
  35. Ya ampun pengen banget bisa kesini.
    Kalo liat iklan pariwisata jadi mupeng banget.
    Eh tapi itu serem juga ya kalo malem2, tiba2 muncul yang aneh2 dari semak2. Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kuy lah bang!
      Tapi kalo dari Papua, ke Rinjani aja dulu. Ijen bisa nunggu :') wkwkwkkw.
      Dah saya juga mupeng kalo lihat Papua-Papuaan yang nun jauh di sana T.T

      Gapapa kalo yang muncul Triceratops, T-Rex, atau Mamenchisaurus xD

      Delete
  36. Halo Mbak Zahrah, saya yang komen di atas (tanggal 23 Februari 2018) dan Alhamdulillah saya sudah menapakkan kaki di Gunung Ijen heheh. Terima kasih sekali lho, Mbak...tulisannya sangat bermanfaat dan bikin saya ada bayangan tentang Ijen :D

    Saya mendaki Ijen akhir Februari 2018 lalu dan menginap di Pos Paltuding dengan menyewa tenda. Kalau pas di Banyuwangi-nya saya nginep di Rumah Singgah Banyuwangi.

    Saya juga menuliskan perjalanan saya ke Ijen ini di blog say nurullatif21@gmail.com atau link singkatnya bit.ly/banyuwangiijen hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah, masyaAllah, alhamdulillah deh :)
      Gimana kak perjalanan kesana? Lagi cerah gak tuh? Apa kabar Kawah Ijen sekarang? Kangen saya :( pingin banget kesana lagi hehe.

      Saya ikut bahagia juga ^^

      Boleh lah nanti saya berkunjung kesana. Sekalian update info dan cari tahu lagi, gimana seandainya kalau mau kesana suatu saat heheh.

      Delete
  37. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh kalau mau promosi di sini, tapi tidak dengan link aktif ya :)

      Delete

Hello from the other side! Syukran so much sudah baca tulisan saya sampai akhir. Gimana? Silahkan ruahkan pendapat kamu~ ヽ(⌐■_■)ノ♪♬
Kalau gak komen, gimana aku bisa kenal kamu.


Maaf ya, komentar dengan link aktif tidak diperkenankan.

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+

✿Tasuketejuseyo!✿

Zahrah Nida Rosyida As Sulthoni