Sepeda Motor; Kenangan dan Lelaki Tercinta

Wednesday, December 06, 2017


Sebelumnya gue mikirin tema ini sambil ngunyah makaroni pedas. Cinta itu tentang perasaan, dan gue semacam tersesat di hutan kabut kalau berbicara masalah perasaan, apalagi kepada lawan jenis. Clueless, huehehehe. Apakah gue harus menceritakan tentang kisah pada saat gue SMP? 

Alkisah.....

Ketika itu Ujian Akhir Semester kelas 2 SMP. Sistem duduknya, adik kelas-kakak kelas. Gue duduk dengan seorang kakak kelas cowok. Man believe me I didn't have any intention at all. Gue lebih tertarik sama Ryu Amakusa, sampai-sampai gue jadiin foto profil facebook. Pacar gue pacar gue!!

Kisah Cinta Berkesan
sumber: veronikaifvana

Hari pertama, ketika mapel ke dua, saat serius ngerjain, penghapus gue jatuh ke lantai di antara kita berdua. Posisinya gue mepet tembok, terus si kakel dekat jalan. Teruss ketika gue mau ambil penghapus, si kakel juga mau ambilin gitu. Akhirnya gue ngalah dan beliau menyerahkan penghapus itu ke gue. Saat itulah.........

Gue melihat upil di pipi kirinya. 

Ya gak lah wiwiw. Kayak di ftv ftv, gue merasakan jantung gue berdebar agak keras. Kita bertatapan, trus gue mengucapkan terimakasih sambil senyum dikit. UMIK! ANAKMU NAKSIR COWOK. 'Ya nak alhamdulillah kamu normal'. Karena selama ini gue galau Ryu Amakusa atau Kyu Renjo huahahahaha. Terus gimana? Yaudah....ternyata gue cuma kagum. Receh banget ya Allah gara-gara diambilin penghapus -_-

Terus gue harus cerita apa?

Lalu kemudian teh Dian berkata, 'oey, cinta kan universal'. Oh iya yah (‘∀’●)♡

Gue jadi punya ide untuk menuliskan dwilogi dari tulisan Hujan; Kenangan dan Perempuan Tercinta. Di tulisan itu gue menceritakan tentang seorang wanita yang melukiskan kenangan saat hujan di kehidupan gue, umik-ibu-bunda-mama-emak-eomma-haha-atau bagaimanapun menyebut wanita yang melahirkan kalian ke dunia.


Kisah Cinta Berkesan
Lelaki dan Perempuan Tercinta.

Dan di sini, Sepeda Motor; Kenangan dan Lelaki Tercinta. Bisa ditebak lah gue mau cerita tentang siapa. Yep, suaminya umik. Abi-bapak-ayah-dad-daddy-dadda-papa-baba-atau bagaimanapun menyebut lelaki tersebut.

Kenalan dulu, namanya; 
kisah-ceritra-font

Dari sosok inilah geu belajar beberapa teknik bermanuver dengan sepeda motor. Gue mulai belajar mengendarai sepeda motor sejak kelas 6 SD. Lumayan telat ya? Dibandingkan dengan anak-anak desa tempat gue Posdaya Masjid di pedalaman Malang, anak kelas 3 SD udah naik turun gunung sepeda motoran. Yeu, bukan karena gue gak berani, tapi.............kakinya belum nyampe XD

Dulu sepeda motor matic belum selumrah sekarang, masih motor yang pakai persneling. Nah kalian pasti tahulah memindahkan persneling supaya mulus dan nyaman itu ada soft-skill yang harus dikuasai, gak semerta-merta nurunin/naikin persneling.

Baik ketika menurunkan/menaikkan persneling, kecepatan/gas harus diturunkan secara perlahan, baru kemudian pada puncak menurunkan gas yang dirasa pas, persneling dipindahkan. Agar terjadi penyesuaian, gas di naik turunkan sedikit. RIBET YA ALLAH PENJELASAN APA INI wkwkwkwkw. Ya saat itu gue memperhatikan langsung tangan berotot abi yang memainkan stang motor dan kakinya ketika menginjak persneling, terus gue tiruin.

Lain lagi ketika langsung turun ke medan jalanan. Ketika jalanan menurun, baiknya jangan di nol kan karena berbahaya. Mending tetap masukkan persneling sesuai kebutuhan atau kemiringan jalanan, karena sekalian nge rem. Nah kalau jalanan menanjak, semakin miring berarti persneling semakin rendah. Gue pikir ini ilmu dasar, dan ternyata beberapa teman gue masih belum tahu loh. Ketika jalanan menanjak justru di tambahin persneling nya. Gak kuat lah mesin motornya.

(✿ ♥‿♥) (♥‿♥ ✿)

Paling suka kalau main sama abi ke Surabaya naik sepeda motor. Daripada melewati sebelah kiri jalan, abi lebih suka nyelip-nyelip di tengah jalur mobil huehehe. Ini gak bagus sih, tapi dulu kan belum seketat sekarang ya aturan berkendara masalah lajur di Surabaya. Asyik aja rasanya. Ketika para mobil itu berjalan lambat-lambat, abi dengan luwes melewati mereka semua.

Ini kebawa ke gue sampai sekarang. Kalau pulang ke Sidoarjo, gue lebih suka nyelip di antara truk-truk dan bis gede yang kayak dinosaurus bungkuk daripada beriringan dengan sepeda motor lain di sebelah kiri.

Mengendarai sepeda motor itu bukan sekedar kecepatan, tapi juga ketepatan dan ketelitian strategi kita menganalisa karakter dan psikologis pengendara yang lain. Gue paling gak suka ada di belakang mobil, bahkan motor. Jadi gue perhatikan.....mobil di depan gue ini cenderung di kanan, kiri, atau tengah jalan. Kalau sudah tahu, barulah gue memilih sisi mana yang aman untuk gue salip.

Argh. Bicara masalah mengendarai motor kayaknya di bab lain aja xD

Balik lagi ke ABI. Menuliskan tentang perasaan seorang anak ke ayah, intinya ya begitu. I love him so much, my angel without wings, my superman without outdoor-underwear, my batman without mask, my spiderman without hangin' on wall, my hero lah blabla. Sebagai cewek remaja, wajarlah, ada suatu waktu gue pingin merasakan virus merah jambu, iya cinta yang 'itu'. Tapi kalau sudah lihat wajah teduh abi, rasanya semua itu sirna. He gives everything to his family.

Kisah 1:

Suatu hari Minggu, gue sekeluarga jalan-jalan dan pulang larut malam sekitar jam 11. Sampai rumah umik, adek-adek, dan gue langsung bersih diri dan bersiap tidur. Saat akan tidur, gue mendengar suara berisik di depan rumah. Ternyata abi sedang berkutat dengan sepeda motor gue.

"Bi ini udah malem, abi ngapain?"
"Mandiin motormu sama ganti oli. Kamu besok pagi balik ke Malang kan?"
"Iya biii....huee abi makasihhh. Bi aku tidur ya~"
"Iya."

Dan selalu seperti itu. Pokoknya tiap kali besoknya gue balik, malam hari pasti motor gue diotak-atik. Ntah nambahin angin, benerin lampu utama dan sen, ganti oli, atau sekedar mandiin motor. Dan yang terpenting, menuhin tangki bensin sampai penuh hahahaha.

Yang paling nyebelin adalah, ketika gue bersiap cus ke Malang, gue perhatikan dari spion abi selalu berdiri nungguin di depan rumah sampai gue hilang di belokan. Gue gak kuat T_T sedih kan jadinya.

Kisah 2:

Waktu itu malam hari, gue sedang persiapan untuk lomba puisi untuk besok. Karena semuanya lapar, dan umik gak masak, abi keluar beli makan ayam penyet. Pas gue mau ikut nimbrung makan, dicegah sama abi karena leher gue bermasalah. Gue udah bodoamat deh misal sakit tenggorokannya makin parah, laper! Tapi abi bersikeras ngelarang gue makan. Akhirnya gue ngambek dan masuk kamar. Masa anaknya gak boleh makan T_T

Habis isya, gue dengar pintu garasi dibuka, abi keluar. Gue gak peduli. Gue laper. Sesaat kemudian, bunyi motor datang dan parkir. Tepat saat itu pula hujan turun deraaaaas banget. Abi masuk ke kamar sambil bawa sebungkus bakso.

"Ini baksonya. Kalau ayam penyet kan digoreng, nanti makin serik lehermu."

Gue di kamar cengo dan merasa terharu ditemani suara hujan dan petir di luar sana. Abikuu sayaang 


Kisah Cinta Berkesan

Apalagi? Banyaklah. Yang jelas ntah kenapa makin gede gini, gue rasa makin disayang sama abi. Udah gak disuruh lagi ngerjain tugas rumah (karena dialihkan ke adek-adek dan gue jadi komandan mereka). Permintaan gue gampang banget diiyain. Rabbighfirli (ya Allah ampunilah dosaku) wa li walidayya (dan dosa kedua orangtuakuwarhamhuma (sayangilah merekakama rabbayani saghiira (seperti ketika mereka menyayangiku diwaktu kecil). Versi serius tentang abi sebenarnya sudah pernah gue tulis di sini.

Baca juga kisah cinta yang lain!
 Kak Mude - Kisah Lama yang Tak Lekang Oleh Masa


P.S. Gak mau tau, pokoknya yang komen harus cerita 1 kisah dengan ayahnya juga! Siapa tahu ayah kita bersaudara kan ya? Iya, huehehe.

You Might Also Like

13 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. See? Cinta itu universal. Bisa membawa kemana pun kita merasakan cinta.
    Aku selalu tersenyum sendiri setiap membaca cerita tentang cinta pada ayah. Semoga saja suatu saat nanti aku bisa memiliki cinta yang besar lagi untuk ayahku.

    ReplyDelete
  2. Wah sama Nid, pas udah lulus sekolah aku udah pensiun dari pekerjaan rumah, sekarang digantiin adek, tapi sebagai gantinya aku harus ngasih uang jajan ke dia. No problem sih. Wkwkwkw.
    .
    Dulu pas jaman sekolah, pas hari libur gitu bapakku seneng banget ngajak aku mancing di tambak. Pas belom bisa mancing gitu sebel banget ketika ngelihat beliau sering Straike, nah aku mah nggak dapet dapet. Bahkan aku nggak tau tanda tanda kalau mau dapet tu gimana. Wkwk
    .
    Dulu pas masih kecil entah pas TK atau SD aku lupa, diajakin mancing saking semangatnya pas ngelempar kail ke tambak, malah mata kailnya nyangkut ke pipiku sendiri. Sontak nangis nggower nggower aku. Wkwkwkwk.
    .
    Wajar sih kalau bapak seneng mancing soalnya ia anak pantai, pantai parangtritis pula. Wkwkw.
    . Tapi sekarang udah males mancing takut ketagihan.
    .
    Atau jangan jangan takut kalah skill sama aku ya. Wkwkwk. #PedeModeOn

    ReplyDelete
  3. Cinta itu universal, cinta itu walt disney wkwk. Saya pun kalah, saya baru belajar naik motor itu kelas 2 smk :D

    Btw, sepertinya ayahnya teteh seseorang yang teteh sayang ya, kemungkinan besar nanti kalo teteh nyari jodoh pasti kriterianya ya seperti ayahnya teteh, betul engga?

    Engga. *Loh

    Tapi sebaiknya kalo naik motor jangan deket deket truk teh, bahaya -_-

    ReplyDelete
  4. RYUUUU AMAKUSAAAAAAAAAA PACAR GUAAAAAA NGAPA DIBAWA-BAWA HAH???

    btw, setuju deh sama kamu yang bagian cinta itu universal. Nggak bisa sebatas laki perempuan yang menjalin asmara. Hubungan dengan Pencipta, cinta. Dengan semua rasulnya, cinta. Keluarga, cinta juga. Teman dan sahabat, cinta juga. Kucing, cinta. Anggrek punya ibu yang kesenggol anaknya marah-marah, juga cinta. Tanpa kita sadari, kita tak bisa hidup tanpa cinta. Hm. Tumben komen saya bijak begini.

    ReplyDelete
  5. Saya lebih dekat dengan ayah dibandingkan dengan ibu (yang lebih dekat dengan adik & kami cuma 2 bersaudara cewek). Dari ayah, saya belajar memasak dan pekerjaan rumah tangga lainnya karena ayah saya memang lebih jago dibanding ibu saya hahahaha

    ReplyDelete
  6. Blogwalkingku telat nih kayaknya..
    kalau kemarin soal umi, sekarang abi ya Ra.
    Hm.. kalau sama orang tua pastilah berkesan, karena cintanya sepanjang masa Ra.

    Kalau bicara soal bapak, bapak bukan tipe bapak yang bekerja dekat rumah, selalu jauh sejak aku kecil, bahkan saat mamak lahiran aku dan adek, bapak g ada karena diluar kota. Tapi walaupun kehadiran bapak g sesering bapak-bapak yang lainnya, aku selalu berharap suatu saat calon imamku memiliki sifat seperti bapak.

    Sepanjang mengenal bapak dari aku bayi sampai sekarang, prinsip kuat bapak yang selalu aku ingat, "Haram hukumnya memberi makan anak istri dengan uang panas". Flashback di tahun 98-an saat krisis moneter, kami sekeluarga pindah ke papua, dan disana parah krisisnya karena harga bahan pokok yang 2-3x lipat lebih mahal daripada harga jawa. Bapak yang memang bekerja underground terkadang harus bergelut dengan bos bir atau mucikari, yang mana otomatis ada duit panas yang mampir.

    keadaan krisis moneter, gaji bapak g cukup buat sebulan, mamak sampe bingung mau kasih makan apa buat aku sama adek, pernah lihat dompet bapak banyak uang, mamak minta untuk belanja. Tapi bapak kekeuh g mau kasih, soalnya itu uang panas. Bapak cuman bilang "Jangan pakai uang ini, ini uang dari bos bir, kalau anak-anak dikasih makan pake uang ini, nanti jadi anak g bener. Udah nanti kita ngutang mie di koperasi."

    Prinsip bapak yang satu ini yang selalu aku ingat, selalu aku terapkan, jangan sekali-kali bermain dengan uang panas. Mungkin secara logika dan ilmu kesehatan, ini g nyambung, tapi kita yang beragama dan percaya pada Allah tahu betul uang panas itu memang g baik untuk batin dan jiwa kita.

    Itu Ra, hal paling membuatku berkesan dan cinta dengan bapak, sebagaimanapun susah, pantang melakukan hal-hal haram, supaya keluarganya senantiasa dilindungi Allah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uwaaaaa aku juga terharu baca komennya kak pipit 😒

      Delete
  7. Aku juga puny bnuak kenamgamsm bapak, beliau yg selalu antar jemput sampai saat ini. Ketika aku akan brangkat ke jkt Serta saat pulang beliau gak pernah absem jemput, kecuali saat sakit. Seorang pria yg ternyata skrg sudah beruban dan semakin tua. Semoga selalu sehat ya ayah kita, aamin

    ReplyDelete
  8. Kalau aku zah, yang tentang ayah dan sepeda motor
    Dulu saat SMP, ibu yang pertama kali ngajarin nyetir sepeda motor. Ya diajarin beneran. Dituntun, dikasih tau, sampai aku paham.
    Besoknya, giliran ayah yang ngajarin. Kami ke lapangan. Lalu tiba2 ayah nyuruh aku nyetir sendiri. Lah elah, langsung nyetir sendiri?
    Ya gitu tuh ayah, emang nggak bisa kalo ngajarin anaknya.
    Dulu juga pas aku SD, aku minta belajar bareng ayah, buat jawab soal2 yang ada di buku. Eeeh ayah malah bilang "goleki dewe laaah... Kan wes onok ndek buku"
    Sakit hati lah nih Ros kecil.kalo ada di buku gak bakalan aku tanya. Semenjak itu, aku nggak pernah minta ajarin sesuatu ke ayah πŸ˜†πŸ˜†

    ReplyDelete
  9. hemmm kebaikan seorang ayah itu emang gak kalah besar ya sama kebaikan seorang ibu
    ami abis baca ini jadi ngerasa terharu, langsung keinget sama perjuangan2 beliau demi mendiamkan rengekan ami waktu kecil

    ReplyDelete
  10. Oiiiihhh

    XD

    Soswitsss

    Jadi inget motor papa yang udah hancur sana sini gara-gara aku yang bawa
    Iya, aku sering jatoh dan sering ditabrak dari belakang

    HAHAHAHAHHA

    Beliau nggak pernah marah tuh, tapi pasti empet dalam hati hahahah

    XD

    Papaku orang desa gitu, orang lama, enggak bisa menye-menye sama anak cowok
    Ngomong nya satu-satu, tapi selalu ngena
    Selera humornya juga ala orang lama

    Tapi penyayang banget demi apa

    DUh udah ah gak mau bahas lebih lanjut
    Nanti cedih aku tu

    #LagiDiperantauan

    ReplyDelete
  11. Duh baca kisah ini jd makin sayang sama Ayah. Dibalik tegas dan tegarnya sosok lelaki ini, tertanam beribu cinta.

    Cerita bersama Ayah mah gk tuntas cuma ditulis satu kisah, karena buanyaaak banget pelajaran hidup yg beliau beri. Semoga kita bisa menjadi anak2 pembawa keberuntungan untuk ortu kita, semoga kita jadi anak yang akan membawa ortu kita bahagia di surga-Nya kelak. Aamiin ☺️

    ReplyDelete

Bagaimana? Beri pendapat sekaligus kenalan yuk! ヽ(⌐■_■)γƒŽ♪♬

Sanak RancakγƒΎ(⌐■_■)γƒŽ♪

Sahabat Google+

✿May Challenge✿

plain-white-background