Recall 2008, From Alay to Post-Alay

Thursday, January 18, 2018

bungalompat

Tadinya di pembukaan aku ingin memberi peringatan 'dilarang komen aaa kamu alay!'. Kemudian teringat ucapan salah satu dosen mata kuliah Semiotika, bahwa bila seorang sastrawan sudah melemparkan karyanya ke publik, maka khalayak bebas menafsirkanHal itu juga berlaku bagi para pengguna media sosial. Entah berupa tulisan panjang, caption 'no caption', foto, dan video.

Omong-omong! Kali ini aku akan bercerita hal ringan tentang secuplik kronologis pengalaman di dunia kreatif tulis-menulis blogging. Ini seperti recall my past. Mengenang diriku dari tahun ke tahun. Membuka kembali laman-laman website lama yang sudah terlupakan, baik email maupun kata sandinya.

Turn Back The Time, tema bahasan Enchanting Ladies yang kesekian. Dan gue pilih balik waktu ke masa pertama membuat blog.

Tujuannya adalah supaya tidak menjadi orang sombong karena pernah alay. Dengan sadar diri bahwa gue pernah alay, maka bisa menahan diri dan keburu istighfar agar tidak ngakak saat melihat sekumpulan anak muda swafoto dengan tongsis; sudut pengambilan dari atas; kakinya di bengkokin; dua tangan di lutut (sikap hampir ruku'); mulut dimonyongin.


Kalau dalam bahasa Indonesia pembahasan cerpen, ada yang namanya alur sebagai penanda kronologis waktu kejadian. Alur maju berarti menceritakan mengenai dampak atau akibat, alur mundur menceritakan sebab, dan alur campuran menampilkan hubungan kausalitas. Dan aku mau cerita alur mundur.

TAHUN 2013

bungalompat

Saat itu aku kelas 3 SMA, masih lucu-lucunya (kalau sekarang kan anggun). Berkutat dengan kertas fotokopian soal-soal UN tahun 2011-2012-2013 setiap hari membuat semangatku tidak pernah padam akan sebuah impian; lanjut sekolah ke JepangItu adalah tulisan pertama di blog tersebut. Ketika gue baca ulang, rasanya gak tahan untuk meringis geli campur terharu. Terlempar ke beberapa tahun yang lalu, merasai Zahrah kecil yang penuh semangat mengetik tekadnya di atas keyboard dengan komputer pentium 4.

TAHUN 2010

bungalompat

Ini adalah masa kegelapan, sebelum era Renaissance. Isi dari blog tersebut hanyalah hasil menyalin tulisan tentang drama Korea dari blog lain. Zahrah tahun 2010 masih kelas 3 SMP, mainnya sudah jauh sampai snail-mailing di Interpals.net, tapi belum terbuka mata hatinya akan kejahatan copy-paste.

Gak keren sama sekali.

Dengan latar belakang berupa langit kelam berbintang dihiasi meteor yang berjatuhan. Astaghfirullah, rasanya aku mau sembunyi di rongga akar pohon Hutan Terlarang deekat Hogwarts-nya Harry Potter.

TAHUN 2009

bungalompat

Ditilik dari tahun berdasarkan jenjang kelas, Zahrah membuat blog ini saat kelas 2 SMP. Tulisannya masih naif; menonton sore waktu sore saja. Waktu itu Zahrah suka sekali nonton TV, dibandingkan dengan Zahrah sekarang yang sudah tidak ada minat sama sekali karena beralih ke youtube. Meminimalkan waktu nge-net, karena waktu itu setiap pulang sekolah pasti silaturrahim ke warnet dekat rumah nenek. Belum ada modem di rumah, apalagi wi-fi.

bungalompat

I know it right, this was so alay. 'My mom'? Geli gak sih bacanya? 

Tapi bukan subtansi tulisan gue di atas yang menjadi pembahasan. Ini tentang gue dan blog. Dulu, ketika belum mengenal keywords, backlink, bahkan SEO. Gue menulis bukan untuk dibaca orang, tapi menumpahkan uneg-uneg yang mumet aja di otak gue. 

Mungkin yang pernah ngobrol langsung sama gue sedikit banyak mendapati, gue sering berhenti bicara ditengah-tengah topik. Itu karena saat sebuah ide muncul di otak (encode), kemudian terproses melewati mulut (code), belum sampai terucap otak gue sudah memikirkan opsi lain (gagal decode). Sehingga gue harus berpikir dulu, kira-kira gue sampaikan gak ya? Jangan-jangan pendapat gue salah.

Dengan menuangkan uneg-uneg dalam bentuk tulisan gue punya waktu untuk berpikir lagi, menghapus, atau menambahkan ungkapan secara lengkap.

TAHUN 2008

bungalompat

Ini adalah blog yang dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran TIK. Di lab, kami berpasangan dua orang membuat satu blog. Mulai dari membuat email, memilih tema, sampai mengisi dengan satu postingan. Sampai sekarang gue gak habis pikir, bagaimana bisa gue menulis dengan bahasa seperti itu? -gegulingan-

Harus gitu huruf gede kecil campur angka?

Harus gitu 'salam tendang'? Ya Allah........aku mau operasi plastik jadi Megalodon aja. Sehabis baca ini kalian tetap mau berteman denganku kan?

Omong-omong soal gaya bahasa. 

Bahkan di blog ini pun bila ditilik dari beberapa postingan awal, gaya bahasa yang digunakan mengalami perubahan. Bahkan gaya bahasa gue jawab komentar aja beda hahaha. Dulu menggunakan 'saya', kemudian 'gue', atau 'aku' di lain kesempatan.

Saya merasa setiap bahasa memiliki karakter masing-masing. Begitupun dengan penggunaan kata ganti orang pertama. Menurut saya pribadi, penggunaan kata saya/aku/gue memiliki kesan yang berbeda. Aku menunjukkan keakraban antara teman lama. Saya terkesan santai namun formal. Gue ber aura bebas dan riang. 

Ketika dulu menggunakan kata 'saya', ada rasa kaku dan jauh. Serasa bercerita dengan orang sepuh. Di lain sisi teman-teman saya berkata, kalau saya bercerita pasti menggebu-gebu. Saya ingin menghadirkan rasa itu dalam blog ini. Sehingga dalam beberapa tulisan, saya menggunakan 'gue' yang bagi saya ber aroma enerjik.

Ada yang pernah berkata, 'gimana ya cara bicara Zahrah, kan dari Jawa Timur, tapi pakai gue-gue'. Hnnng .___. gimana ya hahaha. Kalaulah bisa bersua, mungkin bisa menilai sendiri.

Catatan,

Saat menulis tulisan ini, gue berpikir berulang kali, 'is it worth to share my writing?'. Apa gunanya gue menulis hal tentang pikiran gue seperti ini loh. Harusnya seperti niat gue awal di blog ini, niche nya tentang traveling aja lah.

Gue pingin kayak blogger itu itu itu, yang cuma satu-dua niche. Gak kayak gue sekarang. Traveling, kadang bahas makanan, dan kadang bahas soal pribadi. Kadang gue merasa kalau lagi bahas masalah personal kayak begini, rasanya menye-menye banget. Tapi setelah menulis, rasanya malah legaaa. 

I'm over-thinking.

Tapi gue ingat duluuuuuu ketika menulis tentang kelas bahasa di SMA. Itu murni curhat di blog, tapi ternyata ada beberapa orang yang membaca dan menjadi terinspirasi. Gue senang. Justru amarah yang gue ledakkan lewat tulisan memberi efek semangat bagi yang membaca.

Disitulah gue sadar,

WhatsApp Image 2018-01-18 at 12.07.30

Pembaca yang tepat = pembaca yang terinspirasi, pembaca yang dengan tulisan kita merasa 'diingatkan' sehingga menjadi lebih baik. Who knows? /kedip/


Balik lagi ke judul tulisan ini, Recall 2008, From Alay to Post-Alay. Kalau dalam mata kuliah Adab Muasir, ada yang namanya post-modernisme. Yaitu paham yang muncul setelah modernisme. Jadi post-alay berarti setelah masa alay. Sekarang aku gak alay, aku itu ekspresif.

Tulisan lain tentang Turn Back Time bisa kamu baca di sini :)

Teh Dian - Aku, Dia, dan Sheila On 7
Kak Pipit - 
Kak Ros - Turn Back Time With The Songs
Kak Mude - 

You Might Also Like

62 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. kisah perjalanan hidup seorang blogger ya dek :D . apa kabar dek?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha XD kehidupan nge blog tepatnya pak wkwkw.

      Alhamdulilah sangat baik, sekarang lagi masa berjuang dengan perang untuk semua mahasiswa tingkat akhir, heheh. Bapaknya gimana?

      Delete
  2. haha.. Alay emang proses dari pendewasaan diri kok..
    Kita semua mengalaminya dengan kisah yang berbeda-beda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ada yang membesarkan hati ini :')

      Wah berarti mas Anggara juga pernah kan ya? Huehehehe xD
      Bolehlah diceritain wkwk xD

      Delete
  3. mari kita lihat sejauh mana zahra konsisten dengan kata ganti "gue" di postingan blognya, mungkin kah sampek tiga tahun kedepan ? kan keren kalau sudah jadi nenek2 pakai kata ganti gue hehhehee (dimasa depan mungkin saja)

    wow lama banget main blog.nya, ada cerita yg sama nih soal ngeblog, termasuk yg al4y2 hhahahaha,

    numpang curhatya, soal tema tulisan itu memang buat pusing, bahkan aku sampek beli 3 domain buat pisahin niche blog. yang ekstrim lg sudah dua tahun belakangan ini terobsesi sama tampilan blog,waktu habis buat ngutak ngatik tema html.

    Yang anak desen grapis pasti tau lah betapa tersiksanya kalau tampilan blog gk bagus hahahha. sampek lupa sama kualitas tulisan hahahha

    tapi yakinlah membuat blog seperti sedang menanam dan pasti ada hasil yang dipetik entah kapan.

    happy blogging. Z.W

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ya yaaa mari kita lihat -_- /banting bantal/. Konsistensi itu kayaknya masih harus dipeluk erat2. Semakin blogwalking kesana-kemari, dan semakin jam berdetik...ada saja yang membuat saya terinspirasi, mengubah cara pandangan, gaya menulis, dan lain-lain. Banyaklah.

      Kalau lagi baca blog yang itu, rasanya enak aja pake 'gue' soalnya kayak lebih bebas dan eskpresif. Tapi kalau abis konsul sama dosen, bawaannya kok pingin pake 'saya', kebawa mellow sama dewasa xD

      I know that feel! Hahaha xD meski gak sampe utak atik HTML jelimet2 (paling berkutat ke tema gratisan mana yang bagus xD), tapi ga enak aja liatnya kalau belum sesuai sama keinginan.

      Saya setuju! :) tunggu saja sampai pembacanya yang tepat, datang.

      Happy blogging too!
      -Z.N.R.A.

      Delete
  4. bwahahahaha
    kebanyakan yg pernah icip internet sebelum 2010 pasti perna alay~ aku juga dulu alay~ status fb jaman 2008-2010 bikin mual, langsung bersih2 lol.

    tapi..menurutku yg bikin orang nUL1s b3g1n1 gara2 sms Rp 1./huruf lho haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkw aku udah pindah akun malah! Alhamdulillah :)
      Kalau pake tulisan alay tuh cuma bentaran sih, palingan secara substansi aja yang masih alay dan berlebihan wkwkw. Astaghfirullah T_T

      Apa pengaruhnya ya kak ._.
      kan kuantitas hurufnya masih sama xD kecuali yang disingkat-singkat.

      Delete
    2. Wah, akun facebook pertama yang alay udah gak kepake, aku udah pindah. Biarin aja dia jadi kenangan disitu, gak aku apus xDDD

      Sebenernya gak lama lama juga nulis dengan gaya alay. Cuma substansinya aja yang alay, berlebihan. Gak papa, itu namanya ekspresif hahaha (belain diri) xD

      Iyakah? Menurutku itu kalau yang disingkat-singkat tuh baru deh~ kan diitung per karakter huruf xD

      Delete
  5. Kayaknya dulu aku alay gak parah2 banget deh zah. Nggak pernah pake huruf kapital plus angka, soalnya aku kesusahan bacanya, maka nggai kuterapin untukku

    Perihal saya gue aku, aku juga sempat pencarian. Sempat pula dalam 1 postingan pake 3 nama sebutan diri. Haha. Terus ditegur sama orang untuk konsisten. Setelahnya pake aku. Asyik sih.
    Kemudian semakin lama, kalo ngobrol sama orang yg dimuliakan atau sambutan, aku kadang keceplosan pake kata aku, harusnya saya. Sejak saat itu, kalo nulis di blog, aku pake kata saya, untuk melatih diri ngomong kepada orang yang lebih dihormati. Atau minimal supaya aku terlihat lebih dewasa, hehe.
    Tapi teteup, di kolom komentar, aku pake kata 'aku'
    Hahahha


    Salam tendang bos

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo sekarang dibaca sih sedih rasanya, how can I was sooooo alay, it's really embarrassing XD hahah tapi gak nyesel kok. Jadinya kan punya cerita (untuk ngetawain diri sendiri -_-).

      Sampai sekarang aku masih pencarian :3 kan belajar terus, jadinya gitu (alesan haha) XD. Hmm....aku kok agak gimana gitu sama 'konsistensi' (hadeu). Bagus sih, tapi why not kalo kita dinamis, asal ya bisa nempatin sesuai dengan sitkon.

      Delete
  6. Replies
    1. Tapi sayang untuk penggunaan tYpin9 4L4y m4C4m iNi 5udaH mulai tergerus :') anak2 jaman now gakmau capek2 mikir gimana ganti a dengan 4, dst xD

      Delete
  7. hebat masih SMP udah kenal namanya duia tulis menulis, jamanku dulu maen ke warnet buat main MIRC (tau ga? ha ha), trus kenalan sama cewek2, trus kalau pake nama asli jarang banget ada yang nyapa. setelah aku ganti nama putri_cantik jadi banyak yang nge chat. tapi cowok semua. jadi Isengin aja. ahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau tauu! Hahaha teman waktu SMP juga heboh main itu (temen geng doang sih wkwk).

      Lah konyol xD kalau sekarang malah (dari cerita teman), jadi cewek justru gak laku haha. Kalau cowok tuh laku, banyak yang ngechat.

      Delete
  8. Replies
    1. Ketawa aja mbak, gak papa. Dah siap aku diketawain, risiko buka masa lalu -_-

      Semoga bisa diambil hikmahnya :')

      Delete
    2. Gak papa mbak, ketawa aja, enakiiin.

      Nulis masa lalu kayak begini emang berisiko. Gakpapa...............

      Delete
  9. Jaman smp aku ngapain yak... oh iya... jongkok depan sekolahan makan cilok. hahahah abang2 cilok sahabat baik saat SMP. Belum kenal nulis2... well, haloo aku blogger baru... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes! Semua abang penjual makanan gak sehat (cilok, cimol, cilur, sosis, makaroni, martabak2an, dll dll) adalah sahabat sejati anak SD dan SMP huehehe xD duluuu~ kalo sekarang mah gadget :')

      Wkwkwkw haloo juga!
      Aku juga blogger baru kok, 2016 kemarin XD
      ngeblognya udah lama, tapi ya gitu aja. Jadi sama2 baru xD

      Delete
  10. Mengingat masa-masa alay kadang bikin senyam-senyum bahkan sampai ketawa-ketawa sendiri 🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sambil misuh2 gak jelas, 'gue alay bangeeettt ya Allah'. Memalukan! Tapi meorable :)

      Delete
  11. Blogku sekarang itu dari 2009, dari jaman aku nulis gak penting dan super alay (kita pernah melewati itu mbak hahaa) sampe sekarang lagi membangun kembali dan ternyata tulisan super alay gak penting itu bikin menyusahkanku bersih-bersih blog hahaha tapi seneng aja nulis sesuai apa yang ingin kita tumpahkan ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ada temannya xD

      Kalau dibaca sekarang rasanya pingin nyungsep. Malu2in!
      Tapi gak nyesel sih, berasa ada prasasti tanda kita kenal blog dari jaman segitu heheh.
      Can't agree more! Gak mikir orang mau berkata apa, pokoknya nulis. Yaaah semoga semakin gede tulisannya makin enak dibaca ^^

      Delete
  12. Membaca tulisan ini sedikit menampar diriku sendiri. Aku terhanyut dan masuk dalam masa masa dimana aku tumbuh.

    Semua adalah proses dimana kita menemukan dan menentukan arah hingga menemukan jati diri.
    Senang baca tulisan ini, jadi keinget jaman dulu yang juga pernah alay hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti juga pernah ya bang?
      It's okay, kita gak sendiri. Banyak dari komen temen2 juga pernah kayak begini heheh.

      Saya setuju. Dan untuk saya, sampai sekarang sih...bukan pencarian, tapi perbaikan jati diri xD

      Delete
  13. Liat postinganmu mulai 2008 aku merasa kecil karena baru ngeblog dari 2014 :'
    Tapi aku kok ketawa ya pas 2009 itu. Kayak bikin to do list online :DDD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kontennya acak adul bang. Bukan ngeblog ala ala blogger itu mah.

      Mending gapapa mulai dari 2014 tapi kan langsung oke tuh :')

      Ndak papa ketawa, udah risiko nulis masa lalu kayak begini dibaca publik.

      Delete
  14. Ketik kamu berusaha mengurangi main warnet, itu saya lagi kecanduan online games. Betul-betul parah deh hampir setiap hari (biasanya pulang sekolah) ke warnet. Hari libur atau malam Minggu sering paket malam. Wqwq.

    Nggak bisa bayangin kalau saya 2008 udah ngeblog. Tulisan 2012-2014 aja kayaknya hancur gitu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. GTA? Counter Strike? Counter Zero? Point Blank? Atau malah Ayo Dance bang? Wkwkwkwkw.
      Sama ya Allah, tiap hari saya mah ke warnet, fesbukan :')

      Kalau ada tulisan 2008, tanding alay sini sama saya wkwkwkw.

      Delete
  15. Halaman webnya udah bertransformasi udah jauh ya dan bagus bingits sekarang, hehehe

    ReplyDelete
  16. auto ngakak, maap :( apalagi liat judul blog tahun 2008. itu..... alay. sekali lagi maap :( tapi nggak papa sih, soalnya itu keren pada masanya wkwkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tambah bensin biar makin mantap.

      Iya tidak apa2. Semua bilang seperti itu. Lagipula sudah risiko karena membukanya pada publik :( #sensitifnetizendetected

      "Alay itu keren pada masanya." -bang Panu, 2k18

      Delete
  17. 2010 itu tahun Alay, sy juga pernah alay di tahun itu..
    dari mulai status facebook yg gak banget, suka ngadu ke facebook sampai nyebut2 Tuhan yg ga punya akun facebook, haha .. duh, ga ngerti dah.. maluuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nambah lagi 1 teman yang ngaku pernah alay xD hehehehe.

      Dihapus gak tuh? Lebih baik gausah, biar jadi pengingat. Itu keren kok, pada masanya :")

      Delete
    2. maunya sih di hapus,
      tapi sandinya lupa.. hiks..

      Geli bgt baca balik status2nya..
      sampe mikir kok gitu bgt sih saya! hahaa..
      tapi ya semua pernah Alay kan, itu proses pendewasaan

      Delete
    3. Gausaah gausaaah gapapa XD
      buat bahan instropeksi diri kak wkwkw xD

      Alhamdulillah sekarang udah jadi cewek keren kan huehehe.
      Karena menjadi kece itu gak bisa instan :' /apaan dah

      Delete
  18. ngk apa2 kok mbak, nulis apa saja diblog asalkan kita happy menulisnya, jangan membatasi diri agar tidak terhimpit oleh tekanan blog itu sendiri.okehhh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okeeeh! Siap kang Nata ('.')7
      saya setuju dan berterimakasih atas nasehatnya.

      Because I'm a free spirit~~

      Delete
  19. Jaman SMP mah mainannya friendster, guenya. *Yaelah gue*
    Kenal blog itu tahun 2010 pas jaman SMA. Itupun tau sendiri isinya kaya apa...cuma postingan copy paste dari note facebook temen.

    Masalah pakai aku - gue - saya, jujur aku juga sempet bingung. Dulu pernah pakai aku, berasa cerita sama temen gitu pas nulis. Terus pas BW ke blogger yang pakai kata gue, kok pengen juga pakai kata ganti itu, tapi aku nya nyadar diri. Orang Purworejo ini, pakai loe gue - loe gue berasa kaku. Takut juga misal yang baca blog itu temen-temen sendiri, yang notabene juga masih orang Jawa ini. Daaan, akhirnya mencoba konsisten buat pakai "saya" aja. Hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih, banyak denger nama friendster waktu itu. Tapi sampai friendster punah gak punya akunnya. Soalnya kurang kuat auranya /paansi wkwk.
      Hahahaha xD berarti selain melewati masa alay, ada temennya juga yang pernah melakukan tindakan copas xD

      Nah iya masalah kebiasaan di sekitar juga ya~ dulu waktu masih sampai level SMA ya lokal aja. Tapi waktu udah di univ nih ketemu banyak teman dari berbagai wilayah~ jadinya makin variatif deh cara berbahasanya XD
      Yah gitu deh pokoknya ._.

      Delete
  20. Situ anggun?

    Iuuhhhh............


    Gw ngakak ngeliat blog yang tulisannya GEDE kecil. Alay banget, hahahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seandainya sleding tekel bisa dikirim secara virtual tapi efeknya nyata.

      Seakan tidak pernah alay -_- ngaku bang.

      Delete
  21. hahahahaha sha juga masih punya blog alaaay. sampe sekarang masih ada wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ayo itu dikulik2, dibahasa wkwkw. Biar bisa jadi pelajaran untuk semua ._.

      /apaan xD

      Delete
  22. memang geli bacanya, hehe langsung teringat ingin melihat juga blog lama yang gagal alay,,,,, tapi inspiratif semua mbak, untungnya gk berhenti ya,,, alhamdulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lihatin aja bang, ambil yang baik.
      Gak papa, semua manusia yang komen di sini juga pernah alay XD

      Nah tuhkan, semua ada hikmahnya :')
      Alhamdulillah~~

      Delete
  23. Hahahhahahah

    Let's all admit it
    Kita semua pernah ada di fase alay dan ngeblog alay
    wkwkwkwkkwkwkwkwkwkw

    Aku juga, jujur aja, kalo baca-baca postingan lama suka cengar cengir sendiri

    ya Allah dulu kok aku begini yaaaaa

    Gitu

    wkwkwkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ha! Ketahuan juga!

      Gak papa, sebagai prasasti.
      Kalau Mesir punya hieroglif, kita punya blog alay ('.')9

      Rasanya pingin nanya ke diri sendiri waktu itu,
      "nulis apa ya Allah......kerenan dikit napa.'

      Proses proses.
      Yang instan tentu tidak baik.

      Delete
  24. Mata kuliah Semiotika. Asing banget di telingaku, Zahra jurusan apa gitu? Kok nggak ketalar juga ya, itu si semiotika..haha

    Lihat foto kelima gaya alay itu kok gimana ya, geli :(
    Sealay2nya kau jangan sampe gitu lah, astagfirullah..

    Keren ya udah dari kelas 2 SMP kenal blog, aku juga sama sih, kelas 2, tapi belum sempat nulis satupun dulu bingung giimana..wkwk
    Cukup dibuku aja..

    Itu blog ditahun 2008 napa ada jaringan-jaringan apa itu :D
    Wajar sih, karena tugas TIK :D

    Pembaca yang tepat, pembaca yang nyaman tentunya ya. Aku pribadi mendeskripsikan menulis sebagai cara terbaik untuk mengabadikan pengalama, terbitlah diayrmahasiswa..hehe

    Udah mw akhir aja ya, baru kemarin jadi maba.
    Siap-siap lah membagi waktunya lebih..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu salah satu cabang kajian linguistik murni mas, intinya mengkaji makna simbol. Karena saya kuliah di jurusan Bahasa dan Sastra Arab heheh.

      Nggak papa, karena saya pernah alay saya bisa memaklumi.
      Itu bukan alay kok, tapi ekspresif :)
      /pembelaan wkwkw

      Nah! Itu dia sama hahaha. Kalau diary di buku mah dari jaman SD ketika booming binder, trus arloji, dan koleksi notes/buku diary lucu yang ada gemboknya huehehe xD

      Ketika microsoft yang dipakai masih 2003 ya Allah :')

      Bagus mas, lanjutkan!
      Bila kerajaan jaman dulu punya prasasti, kita generasi milenial punya blog xD

      Siap!

      Delete
    2. Semiotika adalah salah satu cabang kajian linguistik murni. Saya dapat karena saya belajar di jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Gak cuma bahasa Arab, tapi juga dapat linguistik umum. Nah itulah~~

      Oh tidak mas. Sebagai anak yang pernah alay, saya tidak menyebut itu alay.
      Mereka hanya ekspresif, dan cara penyampaiannya berbeda dengan kebanyakan orang.
      /pembelaan/
      /bisaaja/ wkwkkw

      Sama! Hahaha~ kalo nulis di buku mah udah dari SD tuh. Ketika lagi booming binder sama arloji, trus buku diary yang ada gemboknya wkwkw xD

      Iya duluu, ketika masih pakai microsoft 2003 :')

      Kalau kerajaan jaman dulu punya prasasti, kita sebagai generasi milenial kudu puya blog xD setuju gak mas?

      Siap! Terimakasih :)

      Delete
  25. "kelas 3 SMA, masih lucu-lucunya (kalau sekarang kan anggun)"

    Mon maap ya, Zahrah. Letak anggunnya dimana? Bisa ditunjukkan?

    By the way, semua orang punya masa kepenulisan masing-masing yang unik dan alay di masanya. Saya juga gitu. Postingan paling bawah nulisnya warna-warni, full emoticon, meledak-ledak ala anak SMA banget. Namun semua berubah semenjak negara api menyerang.

    Blog saya ditemukan murid, di screen capture, dan disebar ke seluruh penjuru sekolah. Reputasi seketika anjlok menjadi 0%.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tunggu sampai nanti ada masanya kita bertemu -_-
      sudah dua orang gak setuju.
      Sedih aing.

      Aku suka aku sukaaa! 'Unik', yes, not alay wkwkw.
      /pembelaanmulu/

      Coba ah aku stalking ya kak :) I wanna know you deeper :') /dikeplak

      Saya heran, kenapa bisa? Itu namanya pembunuhan karakter.
      Sudut pandang dia agak miring kali kak. Blog kakak keren lah. Boleh diadu sama blog anak esema.

      Delete
  26. Ternyata gak cuman cowok doang yang alay di dunia per bloggeran. Cewek juga sama ternyata. Hehe...

    Gak apa-apa dek,kita sama kok dari segi alay pas masih unyu-unyu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenang, anda tidak sendirian mas.
      Tuh yang pada komen juga ngaku kok kalau pernah berada pada masa Alay wkwkwk.

      Alay=unyu
      Gak alay=keren

      Sama2 baguslah xD
      /apaan

      Delete
  27. Di awal-awal membaca aku pengen komen, "Apaan sih, segitu ngerasa alay. Biasa aja." Tapi kemudian aku tercengan di masa 2010. Itu tulisan kecil besar enggak karuan. Belum lagi nama ZahrahCute nya. Rasanya aku langsung WOW! Zahrah pernah sealay itu ahahahahaha

    Dari awal aku mulai di blog yang sekarang, aku berjuang banget untuk enggak menulis gue. Sampai berusaha konsisten di medsos pun begitu. Padahal aslinya, aku adalah sosok yang bergue elo dari bisa bicara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha xD kalau di blog mah masih ada rasa 'formal'nya. Kalau sudah di status facebook jaman baheula, rasanya pingin nyungsep aja. Ekspresifitas yang berlebihan ya Allah.

      WOW ya :3 makasih teh~
      Teteh gak pernha gitu?
      /nyari temen/ xD

      Wkwkwwkkw semoga selalu konsisten! Aku di medsos dan di real gak pernah konsisten. Makin gede, makin ketemu temen, ngerasa harus adaptasi~ eh cara bicaranya keikut hihihi.

      Delete
  28. Kayaknya emang semua orang pernah ngerasain masa-masa alay, bisa di blog maupun di media lain, hehe. Tapi itu justru malah bisa jadi kenangan. Untuk kasus menulis, itu jadi bukti perkembangan pola pemikiran kita, karena gue yakin kalo kita menghasilkan tulisan selama rentang waktu tertentu, pasti ada perubahan dalam gaya penulisan. Apalagi kalo selama rentang waktu itu kita dapet asupan bahan bacaan dari mana aja, dengan sendirinya akan ngubah pola pikir kita dalam menghasilkan tulisan.

    "Dengan menuangkan uneg-uneg dalam bentuk tulisan gue punya waktu untuk berpikir lagi, menghapus, atau menambahkan ungkapan secara lengkap." Gue ga pernah kepikiran ini, tapi setelah baca kalimat lo, gue jadi ngangguk-ngangguk sendiri. Iya juga ya. Gue kalo nulis satu artikel, kadang bongkar pasangnya bisa banyak banget, ragu ama pemilihan kata-katanya. Terus kalo capek ngedit, berhenti gitu aja, ujung-ujungnya ngga jadi diterbitin :p

    Tentang gaya bahasa... gue juga ga konsisten di blog sendiri, bisa pake "saya" tapi pake "gue" di beberapa komentar, hehe. Kalo niche, wah... lebih sulit lagi, entah niche blog gue apaan tuh, yang penting nyaman aja nuangin tulisannya, atau kayak yang lo tulis di atas: "rasanya lega".

    "Menulis saja terus, kita tidak tahu kapan dan bagaimana sang tulisan sampai pada pembacanya yang tepat" --> keren kalimatnya, dan emang bener :D semua tulisan punya pembacanya masing-masing, kalo ada yang ga suka, mungkin bukan selera dia. Yang penting kita suka dalam menulisnya, daripada maksain ngikut kemauan orang tapi kita ga suka nuanginnya.

    ReplyDelete

Hello from the other side! Syukran so much sudah baca tulisan saya sampai akhir. Gimana? Silahkan ruahkan pendapat kamu~ ヽ(⌐■_■)ノ♪♬
Kalau gak komen, gimana aku bisa kenal kamu.


Maaf ya, komentar dengan link aktif tidak diperkenankan.

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+