5 Tahun yang Lalu, Ketika Montana dan Bromo Belum Setua Sekarang

Tuesday, April 17, 2018

Bromo Tengger Semeru

Montana dan Bromo, salah dua makhluk penghuni Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang sudah bermukim di area ini seiring dengan berpisahnya lempeng Eurasia dengan sang mula-mula, Pangea. Meski kini tak lagi bersama akibat adanya pergerakan dalam skala besar yang dilakukan oleh litosfer (kerak bumi), Eurasia dan kelimabelas lempengan tektonik lain di seluruh dunia tetap bersaudara.

Gue pertama kali menjumpai mereka 5 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 22 Juni 2013. Saat paket ujian nasional masih 5 tipe, bukan 20 tipe, apalagi berbasis komputer (baca, UNBK). Saat teman-teman gue masih asyik main ask.fm bukannya secreto (yang mau kirim ke saya boleh di sini), dan istilah-istilah seperti jaman milenial, sumbu pendek, jaman now belum lazim seperti sekarang. Apalagi debat, kitab suci itu fiksi!

Perjalanan dimulai dari sudut kabupaten Sidoarjo menuju Probolinggo, salah satu pintu masuk menuju TN Bromo Tengger Semeru. Rencananya, kami berangkat menggunakan mobil sensei Tutik, guru bahasa Jepang gue waktu SMA. Sensei Tutik sekeluarga; suami, sensei, Renda, dan adiknya bernama Indah, juga geng setan yang terdiri dari gue, Tika, Intan, Lisa, dan Sherly. 

Kenapa geng setan? Karena mereka hampir selalu mengumpulkan tugas sebelum tenggat waktu yang ditentukan guru. Vice versa teman-teman yang lain, makanya mucullah kelompok 'sumbu pendek' yang ngatain mereka geng setan dicap so pintar so rajin delelel. Gue sih gak termasuk karena beda kelas (gue bahasa, mereka IPA). Miris ya sebenarnya. Ada teman rajin bukannya kompetisi sehat, malah talk behind their back.

Long story short, jam 5 sore dari Sidoarjo akhirnya sampai Probolinggo jam 8 malam. Lalu kami istirahat di penginapan sederhana. Jam 3 bangun, bersiap naik hardtop menuju penanjakan. Di sinilah pertamakalinya gue bertemu dengan sang Montana.


Omong-omong, semua foto di artikel ini dijepret menggunakan kamera digital merk Samsung tipe PL120 keluaran Januari 2011.


SANG MONTANA

Bromo Tengger Semeru

Jadi MONTANA adalah istilah untuk salah satu tipe ekosistem hahahaha. 

Montane forest atau hutan pegunungan adalah salah satu orde hutan tropika basah yang berada di wilayah pegunungan. Cena yang gampang dikenali adalah, terbentuknya awan atau kabut tebal yang menyelimuti hutan pada ketinggian atap tajuk/kanopinya. Selain itu, pepohonan (terutama bagian batang) dan tanah tertutupi lumut yang tumbuh subur. Maka dari itu orde hutan seperti ini juga disebut hutan lumut, hutan kabut, atau hutan awan.

Sebagai kawasan yang berada di ketinggian antara 750-3.676 mdpl, TN Bromo Tengger Semeru memiliki tiga jenis tipe ekosistem yang didasarkan pada elevasinya, yaitu; montana, sub-montana, dan sub-alpin.

Bromo Tengger Semeru

LOOK AT THAT!

Imajinasi gue  membawa seakan-akan melayang ke pedalaman Schwarzwald di Jerman. Seiring jarum jam menghentak ke kanan, kabut sirna perlahan. Membiarkan mata gue menjelajah kuncup-kuncup pinus yang terlihat seperti pasukan pangeran Nutcracker yang siap siaga melawan Raja Tikus.

Sepeda Motoran ke B29? Kuy kan! Baca di sini :)

Pemandangan ini yang tiga tahun kemudian, tepatnya tanggal 28 bulan Mei 2016, kembali gue lihat dari sudut lain TN Bromo Tengger Semeru, Puncak B29. Gue sangat menikmati detik-detik kabut putih tebal yang menggelayuti Desa Cemoro Lawang tersaput turun menuju dinding terjal kaldera, seperti air terjun tak melawan gravitasi.

SANG BROMO

Bromo Tengger Semeru

Foto ini diambil dengan kamera pertama gue, Samsung PL120,PL121/VLUU PL120,PL121. Sebuah kamera poket digital yang ada layar depannya, jadi bisa atur gaya kalau mau swafoto. 2013, adalah saat gue belum mengerti teknik dan sensitifitas fotografi apapun selain bokeh ala-ala. Tapi hasilnya not bad lah menurut gue hahaha. I still love these captures tho meski amburegul.

Seandainya sang Bromo dirupakan manusia, mungkin panjang rambutnya sudah sampai Nigeria dengan warna putih cenderung translusens. Tapi ia adalah bentang alam, yang kelesatariannya bergantung pada manusia-ea. Kekuatannya bukan semakin lemah seperti manusia yang menjelang tua, tapi justru sang Bromo (mungkin) sedang menghimpun kekuatan untuk memberi kita surprissseeee---muntahan lahar, magma, ataupun wedus gembel. Naudzubillahi min dzaalik.

SAMBUT SARABARA CAHAYA

Bromo Tengger Semeru

Bromo merupakan salah satu titik menikmati matahari terbit paling menawan dan terkenal di Jawa Timur. Gimana enggak, awalnya hanya berkas-berkas, kemudian bola gas panas raksasa bernama matahari menyembul malu-malu di balik tebing sebelah timur. Membuat kuncup-kuncup mulai merekah kekuningan. MasyaAllah.

Saat itulah gue yang pendek harus berburu titik pandang dengan orang lain, termasuk dengan bule-bule yang sudah siap dengan kamera masing-masing. Sesekali angin ringan membawa aroma kopi, teh, dan gorengan yang dijual di dekat gardu pandang. Gue haus, tapi gak punya cukup nyali untuk beli air mineral 600 ml dengan harga 10.000 rupiah.

Bromo Tengger Semeru

Sosoan bokeh.

Bromo Tengger Semeru

Siswa-siswi Indonesia mana yang nggak pernah nggak foto sama bule demi tugas wawancara ajangkarya?


SIAPA SAHABAT SANG BROMO?


Bromo Tengger Semeru

Gunung Batok

Yup! Benar sekali, jawabannya adalah gunung Batok. Mereka bersahabat meski serupa tapi tak sama. Gunung Batok memiliki selisih 111 meter lebih tinggi daripada gunung Bromo. Bila Bromo tergolong gunung yang masih aktif, maka gunung Batok sudah mati. Dengan begitu Bromo masih punya kesempatan untuk menambah tingginya.

Bromo Tengger Semeru

Potret jalur pendakian gunung Bromo yang mengular seperti jalan semut.


Dari parkiran di bawah, pengunjung yang merasa tidak kuat bisa menyewa kuda untuk sampai ke atas. Gue lupa-lupa ingat, tapi kayaknya kuda di sini tidak diberi wadah buang poop. Akibatnya, kotoran kuda yang telah mengering berakumulasi dengan debu menyesakkan paru-paru.

SELAMAT JALAN JAYA KUSUMA

Bromo Tengger Semeru

Apa ini? Inilah kawah Gunung Bromo, tempat Jaya Kusuma katanya dilalap api dan masuk ke dalam sana. Jaya Kusuma merupakan anak bungsu Jaka Seger dan Rara Anteng dari 25 bersaudara. Dari tempat inilah cikal bakal terselenggaranya upacara atau ritual keagamaan masyarakat Hindu Tengger, KASADA.

Bromo Tengger Semeru

Kaldera lautan pasir yang luasnya kurang lebih 6.290 ha. Terlihat dari sini dinding terjal setinggi 200-700 m jauh di sana sebagai batas area TN Bromo Tengger Semeru.

Bromo Tengger Semeru

Sunbeams through small purple flowers in summer.

Bromo Tengger Semeru

Notice the almost-invisible halo.

MEMBELAH HALIMUN

Bromo Tengger Semeru

Cuaca yang terik saat kami mendaki dan turun dari gunung Bromo berangsur mendingin karena turunnya kabut di lautan pasir. Langit biru makin lama makin kelabu. Berkali-kali hardtop kami keluar-masuk kabut tebal rendah yang menghalangi pandangan. Ini keren banget! Hingga sampailah di padang sabana yang sedikit menguning di musim panas.

Bromo Tengger Semeru

The fog, the weeds, and the silence.

Inilah kilas balik perjalanan gue lima tahun yang lalu ke Penanjakan, Bromo. Mengejar sesuatu yang membuat banyak orang penasaran dan berdecak kagum, matahari terbit, dengan sisa-sisa dokumentasi foto ala kadarnya. Meski resolusi nya rendah dan banyak fokus yang kabur, gue merasa jadi punya montase klasik-antik Bromo, hahaha.

So, be here soon?

You Might Also Like

48 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. Wihiiiii zaaaaaah
    Istilah2mu ndak nguuuuatiiii πŸ˜†πŸ˜†
    Kukira kamu akan bahas apa, ternyata bahas brrrooomooo

    Aku belum pernah sih turun ke bromonya langsung, cuma liat doang dari B29..
    Kapan2 aaaaah.... Turun ke bromonya langsuuung πŸ˜‚πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. KAKAAAAAKKK YA ALLAH~~ tertelan bumi bagian mana coba :')
      Hahahahaha xD aku juga bingung nih aslinya~ soalnya kan ini topik mainstream banget huehehehe.

      Kalo dari tempat aku, Bromo deket xD B29 jauh bangett.
      Kalo dari tempat kakak B29 deket ya, giliran Bromo nya jauh xD

      Delete
  2. Edan, fotonya cakep-cakep mba udah keren dah pokoknya segitu mah. Oh iya kalo bromo sama semeru itu beda ya? Saya gak ngerti karna belum pernah kesana *search google ah.

    Bule kalo dateng ke indo berasa artis diminta foto-foto mulu wkwkwk, semoga bisa kesana juga meskipun entah kapan. Ya, kapan. Tapi engga sama geng setan pastinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hasil touch up alhamdulillah bisa diakalin xD
      Beda bang, tapi masih dalam satu area, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Bromo gunung Bromonya, Tengger itu daerah lerengnya yang ditinggali oleh suku tengger, dan gunung Semeru yang ada Ranu Pani nya tuh.

      Naaah itu wkwkwk xD ada juga tuh video di youtube yg bahas gimana rasanya jd bule di Indo yg sering dimintain foto wkwk.

      Cus kanlah bang, mumpung masih muda huehehe.

      Geng setan aslinya baik :( cuma terlalu rajin jadi manusia aja wkwkw.

      Delete
  3. *mimisan* Foto2nya bagus2 banget.
    Keren sumpah. Dijual ke National Geographic mayan tuh :D
    hahahah *dasar otak dagang*

    ReplyDelete
    Replies
    1. /tadahin pake tisu/
      Minum Sang*bion kak biar ga kekurangan darah x(
      /dikeplak wkwkwkkw

      Makasih banyaaaaak kak Ratu huehehe. Tapi resolusi fotonya ga bagus wkwkwk. Kalo di otak-atik jadinya nge blur tuh.

      Otak aku juga otak dagang kok xD jual di shutterstock aja apa ya huehehe xD

      Delete
  4. Bromo ? 1 kata (kangen) Haha
    Sayang nya pas kedatangan saya waktu ke Bromo . Mati gaya karena hujan lebat......


    Baru tau saya,asal muasal tradisi Kasada.
    I like

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga kangen. Wah kira-kira, ada berapa manusia di dunia ini yang kangen Bromo ya? Hahaha.

      Nah itu tandanya harus ke Bromo lagi suatu saat nanti :)

      Wkwkwkw karena Bromo ga bisa lepas dari suku Tengger dan upacara adatnya yang paling terkenal, Kasada :)

      Delete
  5. Kalo mau menikmati matahari terbit di Bromo tapi ga banyak pengunjungnya di belah mana ya ?
    Aku ga mau rebutan foto dengan orang lain, aku kan juga pendek hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau yang paling bagus ya Seruni sih. Naik ke atas atapnya aja bang, dan jangan telat. InsyaAllah dapat tempat wwkkw.

      Atau pake egrang, ehe.

      Delete
  6. Catet balasan komen diatas. Di Seruni, btw jangan telatnya jam berapa nih?
    Pengen banget ke bromo, tapi terkadang sedih kalau mengingat bromo. Dulu aku punya sahabat dekat, dan dia sempat mengajaku untuk ke bromo, sayang aku nggak bisa karena ada suatu hal yang mengakibatkan nggak bisa kesana. Berharap bisa kesana lagi, tapi sekarang nggak mungkin bisa, sahabatku udah tidak ada :(

    Coba dulu ikut aja kesana, tapi ya mau gimana lagi, apa yang bakal terjadi nggak ada yang tahu. #Eh, malah curhat eung..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya kalo bareng rombongan, jam 3 udah mulai dibangunin untuk persiapan ke Penanjakan bang. Waktu itu dari penginapam saya diantar pakai hardtop sampai titik tertentu, kemudian jalan ke puncak ga sampe 2 jam lah.

      Sahabat ga ada karena sudah berpulang ke rahmatullah kah? 😳

      Kalau tahu apa yang terjadi, justru hidup ga tenang dan was-was hehehe.

      Delete
  7. AMAZING bingit pokona mah neng .. great shot ! pics-nya mempesona :)
    Ngikutin ulasannya jadi merinduuuu ...

    Sangat mengesankan, saat2 menuju ke Pananjakan, di penghujung malam yang dingin pol.
    menanti Sang Surya terbit dengan semburat sinarnya.

    Gunung Batok nya juga ganteng banget.

    Mayan dheg-dheg an
    pas hard-top yang kami kendarai tetiba mogok di kegelapan malam,
    gangguan di saluran bensinnya.
    beberapa kali mas driver nge-gas .. mobil jalan anjrut-anjrutan ..wkwkwk

    MAU lah kalau ke sana lagi ..insyaallah.

    Terimakasih ... artikel sobat.
    BROMO miiizzz you !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan! Tuh kan! Emang kudunya balik lagi ke Indonesia kak 😁 huehehe. Siapa yang tahu loh si Bromo juga rindu kakak so deeply :')

      Kalau ada hal2 accidentally kaya gitu justru jadi cerita menarik untuk teman 2 yg lain huehehe xD

      Sama-sama kak :) Bromo will still be here for you kok wkwkwkwkkkw.

      Delete
  8. "Gue pertama kali menjumpai mereka 5 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 22 Juni 2013. Saat paket ujian nasional masih 5 tipe, bukan 20 tipe, apalagi berbasis komputer (baca, UNBK). Saat teman-teman gue masih asyik main ask.fm bukannya secreto, dan istilah-istilah seperti jaman milenial, sumbu pendek, jaman now belum lazim seperti sekarang. Apalagi debat, kitab suci itu fiksi!"

    Lucu sekali perumpamaannya. Bener juga ya. Zaman cepat berubah. Wkwkwkwkwk. Btw, foto-foto Bromo-mu bagus Kak. Keren banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkwk ketika menulis artikel ini, saya memang lagi ingat2 dan komparasi. Kira-kira momen apa yang yang paling menonjol dan berbeda dari 'then' and 'now' hehehehe.

      Nah nemu itu deh.

      Makasih banyak kak Hanum, kak Hanum foto-fotonya juga bagus banget loh :)

      Delete
  9. wahhh foto-fotonya keren-keren banget mbak.

    saya jadi sedih ngelihatnya karena belum pernah ke Bromo sama sekali.
    *nangis di pojokan kamar*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih kak Endah :)

      /kasih tisu/ wkkwkwkwkw
      Sini deh kak kalau mau ke Bromo kabar-kabar, huehehe. Siapa tahu kebetulan pas kesempatannya xD hehehe.

      Delete
  10. Wah, kemaren cuman ke area bawah..
    Itu pun nggak ke kawah Bromonya...

    Tapi pernah dikasih tau kalo kawasan bawah bagusnya pas musim hujan, sementara kawasan atas bagusnya pas musim kemarau..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin bagian bawah, waktu musim hujan bagus, karena menghijau gitu sabananya?
      /iya gitu? Hahaha/
      Kalau bagian atas, jadinya keren karena kering? Iya gitu? Ah gatau deh xD

      Pokoknya ga pas hujan aja deh, ntar selip ban nya becek gak keruan.

      Delete
  11. bromo itu dinginnya seberapa sih, kata temen dingin banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung toleransi masing-masing individu bang.

      Delete
  12. waduh, ra.
    ini gue mohon maap ini, jadi enggak fokus sama tulisannya. malah lebih fokus sama foto-fotonya.

    ASEM!!
    keren banget cuy gile foto''nya. asli. ngiri banget gue lu punya foto sebagus ini.
    kemarin pas masih di pare gue belum sempet ke bromo uy. jadi pengen kesana ngeliat pemandangan sebagus ini.
    tapi gila sih, fotonya bagus-bagus banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa bang. Memang yang saya tawarkan; tulisan dan gambar.
      Ga harus suka/fokus semuanya. Masing2 kita pasti punya preferensi personal.
      /mengangguk takzim/
      /sleding

      Hahaha xD

      Wah yang sini juga ngiri di sono bisa foto sama unta, padang pasir yang kering kerontang, dan segala bangunan kecoklatan agak kuning cerah. Kalau ane jual di shutterstock mau beli ga bang? Huehehehe xD

      Anyway, thanks so much :)

      Delete
  13. Saya pernah ke bromo sekali tepatnya di penghujung tahun 2016, asli rame banget nih. Saya hampir mati kedinginan pas kesana soalnya cuman modal jaket sama sandel doang naiknya. Untung aja ada kang bakso yang nyeduh jadi bisa makan sekalian hangetin badan.

    Inget bromo jadi keingat pas naik ke puncaknya, gial beneran gila buat liat kawah aja harus jalan jauh banget. Capek tapi senengnya minta ampun pas udah diatas. Rasanya pengen ke bromo lagi nih, gara-gara liat fotomu saya jadi kangen berat sama bromo.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya Bromo memang ga ada istilah, 'weekday sepi weekend rame'. Terkenal dia mah, jadi rame terus hehe. Saya juga pakai jaket, tapi waktu di Penanjakan dilepas karena excitement menghempas rasa dingin wkwkw /apaandeh/.

      Wah tukang baksonya mangkal di sebelah mana bang? Di parkiran jeep/hardtop kah?

      Kalau boleh jujur sebenarnya kawah Bromo itu gak indah di mata, tapi mendebarkan di hati. Ngeri lubangnya. Trus kalau tiba-tiba magmanya nyembur, habislah kita jadi matang ._.

      Delete
  14. Okay.. baru tau kalau montana itu istilah untuk ekosistem, terimakasih ilmunya. Jadi foto-foto itu diambil saat bromo lebih muda 5 tahun dari sekarang, tetap indah.. tetap mengagumkan.. kilas balik yang oke bingits dari memori yang menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama bang. Semoga bermanfaat dikemudian hari.
      Saya harap memang akan, dan selalu.

      Terimakasih banyak. Huehehehe.

      Delete
  15. di sekolahku gaada tuh tugas wawancara2 sama bule hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sekolah kita berbeda :') wkwkwkw. Kan biasanya tuh kalau ada sekolah yang ajangkarya ke Bali, kebanyakan juga disuruh wawancara bule xD

      Delete
  16. Istilah-istilahnya kurang familiar, tapi ternyata ngebahas bromo.

    Baru tahu montana juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheheheh, lagi suka iseng buka kbbi versi daring, dan menemukan banyak istilah baru yang keren.

      Delete
  17. itu fotonya kok bisa keren-keren gitu ya? :D xD
    Dari dulu cuma bisa liat gambarnya and baca-baca cerita orang doang, sama dengerin lagu naik2 ke puncak gunung ahahahha. Gapernah ngerasain sensasi naik gunung. (kurang piknik) wwkwkw. Okedeh Bromo wait for me!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa heheheh.

      Ga kaya naik gunung yang hiking, climbing, atau bawa carrire ber liter-liter kok kak kalau ke Bromo hehe. Soalnya ini tuh wisata gunung keluarga. Nenek-nenek aja bisa banget kesini hehe.

      It will always wait for you! Forever and ever :')

      Delete
  18. Dih gila, postingannya bau pelajaran.


    Ihh, jadi keinget waktu dulu main ke Bromo. Kangen sama suasananya. Cakep banget dah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, biar ga lupa. Udah mau sewindu kurang banyak ga baca gini-ginian, kangen.

      Bromonya kangen ga yah......

      Delete
  19. Wah aku aja belum pernah ke Bromo.. Baru tahu kalau Montana itu sejenis ekosistem...
    Wouw.. Bromo termasuk titik sunrise terbaik ya Indonesia? Menakjubkan...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya kak :)

      Kalau gitu tengah tahun inilah silahkan berkunjung, mau masuk musim panas jadi intensitas hujan mulai menurun. Kiranya bsia dapat cuaca cerah :)

      Delete
  20. Wah aku aja belum pernah ke Bromo.. Baru tahu kalau Montana itu sejenis ekosistem...
    Wouw.. Bromo termasuk titik sunrise terbaik ya Indonesia? Menakjubkan...:)

    ReplyDelete
  21. hah! jadi kangen bromo dan serunya pulang lewat malang bareng mantan #ups
    http://www.cakapcakap.com/

    ReplyDelete
  22. Mantabbbb fotonya keren2 mba..
    Sy mah hanya pakai hp BB Q10 tuh digunung2..biar tahan banting, kalo rusak ga pake nangis guling2an..haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasihh banyak kak :)

      Nah kalau gunung kan medannya esktrim kak xD mungkin kalau saya juga mikir2 lagi hehe.

      Delete
  23. Dari dulu pengen banget ke Bromo, kayaknya makin worth it kalo liburan bareng keluarga kali ya, naik jeep rame-rame pasti ada sensasi spaneng sama ibuk wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, hehehe. Mudah kok ke Bromo bareng keluarga, soalnya medannya ga seberapa sulit. Transportasinya juga udah memadai heheh.

      Menyenangkan orangtua ya xD

      Delete
  24. Orangtuaku pernah ke bromo pas honeymoon, kalo liat di ig pemandangannya breath taking banget 😁 semoga aku bisa mampir ke sana hehehe, pingin naik kudaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiiiihhh keren XD kakak nih ayo kapan bareng sekeluarga ke sini hehehe. Kalau bisa ajak orangtuanya lagi sekalian, biar flashback gitu /apaansik/ xD

      Delete
  25. Huah, setahun lalu aku sempat tinggal di Kediri tapi ya belum sempat main-main ke tempat ini, padahal emang keindahannya sudah diakui seluruh dunia. But, I'll be here soon. Thank you for the story.

    It's splendid!

    ReplyDelete

Hello from the other side! Syukran so much sudah baca tulisan saya sampai akhir. Gimana? Silahkan ruahkan pendapat kamu~ ヽ(⌐■_■)γƒŽ♪♬
Kalau gak komen, gimana aku bisa kenal kamu.


Maaf ya, komentar dengan link aktif tidak diperkenankan.

Sanak RancakγƒΎ(⌐■_■)γƒŽ♪

Sahabat Google+

✿Tasuketejuseyo!✿

Zahrah Nida Rosyida As Sulthoni