Nirmana Kampung Halamanku, Sidoarjo!

Friday, August 31, 2018

Nirmana Sidoarjo

Gerobak tergeletak.

Assalamualaikum! Semoga rahmat dan berkah Allah mengiringi tiap tarikan napas kita, amin. It's been ages and I do miss blogging. Beberapa minggu terakhir saya terperangkap, keasyikan menjelajah dimensi pribadi akibat selesainya semua urusan akademik. Banzai~

Alhamdulillah sidang skripsi sudah lewat pun dengan revisi yang membuat kami berlarian bagai capung saat mengejar tanda tangan dosen. Alhamdulillah bebas dari kendala, karena ada beberapa teman yang dosennya tiba-tiba di Aceh, kemudian Palembang, habis itu naik haji. Ichi nichi ichi nichi berlalu dan tanggal 24 kemarin fakultas melangsungkan acara yudisium, menandai resminya kami menjadi alumni.

Saatnya melakukan banyak hal!

JALAN-JALAN KAKI

Nirmana Sidoarjo

Sutet, Eiffel-nya Indonesia. Tapi ini keponakannya, soalnya kecil.

Saya sudah terbiasa jalan kaki terhitung 10 bulan semenjak dilahirkan, dan seiring bertambahnya usia telapak kaki ini mulai merambah pedal kayuh, pedal dua, dan pedal tiga. Semuanya menyenangkan dan berkesan. Bila bersepeda buat saya romantis, lalu sepeda motor jadi egois, maka mengendarai mobil menaikkan sensitifitas sebab bemper belakang tak kuasa terjangkau tangan.

Tentang jalan kaki ada dua alasan, pertama untuk kesehatan. Niat diet terselubung, tapi memang kalau hari itu tidak jalan ke kampus, pasti mengantuk di jam pertama kuliah. Kedua karena sayang bumi. Macetlah sangat daerah sekitar kampus pada pagi, siang, apalagi sore hari. Debu tanah, polusi kendaraan, dan sengat matahari bergumul jadi satu. Belum lagi hela napas karbon dioksida tiap manusia yang berebut tukar dengan oksigen.

Kiranya, jika memungkinkan jalan-----jalan!

Nirmana Sidoarjo

Sidoarjo, 2018.

Apalagi sekarang ada banyak waktu lowong, ingin walking tour! Seperti beberapa minggu yang lalu saya jalan pulang-pergi dari UIN ke perempatan besar menuju UNMER yang memakan waktu 30 menit. Sebenarnya gara-gara gak bawa helm, trauma ditilang polisi (lebih ke sayang duit sih wkwkwkw), jalan deh.

Salah satu mimpi saya, semoga suatu saat bisa hinggap di negara-negara Eropa. Nah seperti yang kita ketahui, orang Eropa terbiasa jalan kemana-mana. Daripada nanti überrascht, makanya dibiasakan deh mulai sekarang. Ambil budaya yang baik. Because when you're walking, you'll get the detail!

EX ALIA PARTE

Nirmana Sidoarjo

trash
traSH/
noun
noun: trash
  1. 1.
    NORTH AMERICAN
    discarded matter; refuse.
    synonyms:garbagerefusewastelitterjunkdebrisdetritusrubbish
    "the subway entrance was blocked with trash"

Merupakan bahasa Latin, yang berarti 'on the other side of the'. Saat berjalan di trotoar, saya menemukan retrato menarik. Sungai kotor karena tumpukan sampah kontras berdampingan dengan tumbuhan Bougainvillea yang sedang mekar merona. Saya membayangkan apabila sungai tersebut bebas sampah dengan bantaran yang dipenuhi rerimbunan Bougainvillea. Bisa jadi ada Nakameguro ala Sidoarjo #diteriakinhaluu hehehe.

MALNOVA URBO

Nirmana Sidoarjo

Usang.

Nirmana Sidoarjo

Berkarat.

Begitu bahasa Esperanto menyebut istilah kota tua. Diresmikan tahun 1859, Sidoarjo berada di antara hingar bingar dua kota metropolitan jaman kerajaan dan milenial.

Bagaimana tidak? Sidoarjo bertetangga dengan Mojokerto yang salah satu desanya menjadi pelabuhan utama kerajaan Majapahit, kerajaan yang dianggap terbesar dalam sejarah Indonesia. Konon wilayah kekuasaan Majapahit mencakup Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Timor Leste, dan Filipina. Sedangkan di sebelah utara ada Kota Surabaya, yang sejak jaman kolonial sudah menjadi pusat niaga. Dan kini berstatus sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur.

Kemudian Sidoarjo apanya? Ya tetangga /disleding udang/ wkwkwkw.

Masuk ke kampung-kampung, saya menemukan beberapa rumah bergaya Belanda kuno berdiri teguh meski rapuh, tanda kampung halamanku pernah diicip rombongan kolonial. Salah satu paling mentereng ya Pabrik Gula Candi Baru yang dibangun keluarga Goen Jing tapi kemudian dikelola Belanda <-sedih tidak sih?

Nirmana Sidoarjo

Toko tua.

HET NAAIEN

Nirmana Sidoarjo

Barisan para toko kain.

Diambil dari bahasa Belanda, artinya menjahit. Ceritanya, dulu umik dipaksa nenek sekolah di SMK jurusan Tata Busana. Meski lumayan sering bolos karena gak suka jahit-menjahit 'sesuai metode', umik selalu mendapat nilai bagus dan masuk jajaran top three. Gak heran sih, karena nenek adalah penjahit dan umik sudah sering bantu sejak kecil. Semua baju saya dan adik-adik umik yang jahit, pun dengan seragam sekolah. 

And these days I'm into sewing sooo much! Dulu cuma bisa obras, sekarang beli kain sendiri, potong pola dibantu sedikit, I'm so happy finally befriend with sewing machine. Karena bagian paling mengesalkan adalah saat benang putus. Mesinnya gak bisa ngomong, mana bagian yang kurang pas? Ujung-ujungnya sekarang umik ogah sama sekali jahitin baju saya. Kapan-kapan saya breakdown di blog salah satu hasil jahitan saya huehehe.

PARKEARPLAK

Nirmana Sidoarjo

Parking attendants alias tukang parkir.

Jujur saja saya kurang berkenan dengan tukang parkir pinggir jalan. Ada banyak hal, kompleks. Sampai tak kuasa jari jemari mengetikkan apa di kepala. Bagaimana dengan kalian tentang parkir?

Nirmana Sidoarjo


Secara kebetulan pandangan saya terpaku pada baliho ini. Menarik sekali gambarnya. Terlihat seekor kuda sedang menarik kereta entah berisi apa, dengan latar belakang matahari sore. Mungkin suatu waktu nanti saya bisa mengunjungi Grand Canyon #enggaknyambungheh.

We, apa itu Nirmana?

Menurut idesainesia, Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang, dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Dalam hal ini, blog ini berisi nirmana-nirmana hasil pengorganisasian foto dan memori. Khususnya tulisan ini, saat jalan-jalan di kampung halaman Sidoarjo.

You Might Also Like

25 apresiasi, terimakasih banyak!

  1. Hmm.. Komen hasil foto"ne wae yak..

    Berasa di uar negeri hlo kalau sekilas lihat dari fotonya.. Kayak semacam di Jepang lah, padahal Sidoarjo.. hehe

    ReplyDelete
    Replies

    1. Monggo bang, sak kersane������

      Ini kayaknya editannya ini. Wah wah.
      Namun bila benar seperti di Jepang, sungguh senang!
      Negara impian ��

      Delete
    2. Aamiin... Didoain aja lah.. Semoga kesampaian.. Aamiin

      Delete
    3. As soon as possible xD

      /duitt mana duitt wkwkw

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Wa'alaikumsalam..

    Zahra, itu foto pertama gerobak kan?
    Kok keren ya ada plat nomernya gitu..he

    Suka sama foto bunganya, warna bagus.
    Iya nih sedih, banyak juga ya beberapa tempat yang pernah di kelola sama Belanda.
    Pakrik toko kainnya bersih, mantep.
    Gambar yang di baliho itu secara gak langsung kayak menyatu dengan watermark "ZHARND" keren..he

    Tapi orangnya kenapa tak nampak di kerta kudanya itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kece emang mamang gerobaknya.
      Jangan-jangan mamangnya juga punya ijin mengemudi xD

      Terimakasih banyak bang :D

      Ambil hikmahnya sih, alhamdulillah teknologinya bisa diwariskan hehehe.


      Karena orangnya ada di dalam bak kereta kuda. Itu.....mungkin xD

      Delete
  4. Saya masih suka jalan kaki, karna emang belum punya motor sendiri sih hehe. Tapi entah kenapa kalo jalan kaki sama temen lebih enak, karna ngobrolnya lebih lamaaa.

    Cakep! Bikin nirmana-nirmana gitu, tapi pengambilan fotonya juga sih yang keren, saya dari dulu gak bisa ngambil foto dengan angke yang bagus wkwk.

    Wih, kayanya ka zara banyak menguasai bahasa asing, saya jadi pengen belajar main gitar *loh. Saya belum pernah ke sidoarjo sih, paling ngelewatin doang kalo ke surabaya. Coming soon deh ya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau say justru ketika lagi pingin sendiri (alone) tapi gak mau keliatan miris (lonely), jalan kaki deh keliling kota wkwkwkw. Sendirian tapi gak sendiri karena diiringi bising motor sama gerundelan tukang parkir hahaha.

      Ini istilah yang tetiba saya suka ketika dicantumkan dalam caption temen saya yang kuliah di jurusan DKV hehehe. Terimakasih banyak bang!
      Sebenernya, itu bergantung pada kepercayaan diri juga hehehe.

      Boleh sini main gitar. Mainin doang mah ajak-ajak muter juga bisa saya /dikeplak wkwkwkw.

      Sini geh bang mampir nanti saya kenalin sama mamang bakso enak di Sidoarjo XD

      Delete
  5. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  6. Buset dah mbak, lengkap amat pengetahuan istilah-istilahnya

    Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oharus, next steo bikin buku dongeng. Doain ya bang, amin!

      Makasih banyak wes.

      Delete
  7. Bismillah...
    Good Job...
    Semoga lirih suara hati Zharnd...d dgar Alloh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngga lirih lagi mah, hampir mustahil terdengar wkwkwk.

      Bismillah biidznillah umik abii, terimakasih xD

      Delete
  8. Aku termasuk orang yang suka jalan.
    Tapi lebih suka naik sepeda si.
    Tiap hari pulang pergi aktifiti selalu pake sepeda.
    Selain untuk mencintai bumi juga untuk membius orang lain kalau bike to work itu menyenangkan.
    Tapi setelah bertahun-tahun menjalankan rutinitas ini tidak ada satupun orang yang terbius.
    oh god why people sangat suka kendaraan bermotor yang berpolusi itu ?!
    Semoga hobimu jalan kaku bisa ditiru orang sekitar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya suka naik sepeda,
      tapi lebih suka jalan sih wkwkwk.
      Pokoknya asal ga bayar parkir aja.

      THAT'S! Nggak bisa lebih setuju lagi. Berharap ga cuma kita sendirian yang sadar dan melakukan, perlu dukungan dan tindakan nyata dari teman-teman yang lain pula.

      Mungkin kudu dakwah fardiyah bang wkwkwkw.

      Mungkin tempat yang dituju mustahil kalau jalan, mungkin dia trauma capek....

      Terimakasih dan jangan menyerah juga bang!

      Delete
  9. Bagus banget idenya walking tour, secara hobi jalan kaki juga demi nurunin kalori haha. Perlu di coba nih di jalanan Bandung. Jalan kaki bikin punya banyak cerita ya, menurutku jadi bisa memaknai hidup gitu #tsaelah 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahitu nahitu!
      Itikad tesembunyi dari ini semua adalah.........biar banyak gerak xD

      Segerakan kak. Mana Bandung sekarang bagus kan, ramah sama pejalan kaki, lumayan sejuk pula.

      Delete
  10. Baru tau kalo sidoarjo masih babyak bangunan yg bergaya belanda gitu. Seumur-umur belom pernah kesana mentok paling ke surabaya doang.

    Jalan kaki emang punya kenikmatan tersendiri. Selain utk cardio, bakar lemak, Jdi bisa lebih memerhatikan hal-hal yg biasanya luput kalo sedang berkendara. Apalagi d sidoarjo msih bnyak pohon" gitu yak. Makin adem

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa, dimaafkan bang. Memang dia ini kota sempilan, adik kandungnya Surabaya.
      Ngalah kami tuh /apaansik.

      Tidak bisa lebih setuju!
      Asyik sendiri di antara bingungnya pengendara salip sana sini.
      Tapi soal panas kami tidak kalah kok dengan Surabaya, beneran.

      Delete
  11. Gerobaknya bayar pajak dong yah krn pny plat nomor :)

    ReplyDelete

Hello from the other side! Syukran so much sudah baca tulisan saya sampai akhir. Gimana? Silahkan ruahkan pendapat kamu~ ヽ(⌐■_■)ノ♪♬
Kalau gak komen, gimana aku bisa kenal kamu.


Maaf ya, komentar dengan link aktif tidak diperkenankan.

Sanak Rancakヾ(⌐■_■)ノ♪

Sahabat Google+